Menembus Ruang Batas Waktu Yang Jauh, Asing, Dan Berbeda

Wengker.com, Aneh tapi Nyata, Ponorogo - Masykuri Thoyib. Jika ia lahir dan tumbuh besar hari-hari ini, orang-orang niscaya akan menyebutnya anak autis. Sejak kecil, Kuri memang lebih asyik dengan dunianya sendiri daripada bermain dengan bocah-bocah lain.

Atau, barangkali orang-orang akan mengatakan Gus dari Jenes, Ponorogo, Jawa Timur, ini anak indigo. Tapi, ia bukan keduanya.

Gus adalah sebutan untuk anak kiai, dan Kuri anak bungsu KH Thoyib dari Pesantren Hudatul Muna. Dari keenam anaknya, Kuri yang paling istimewa. Tidak fasih berbicara dan sehari-hari menunjukkan keanehan-keanehan. Jika sedang marah, tak hanya suka membanting piring, tapi juga mencabut pohon. Satu dua kali goyang, batang besar pun roboh.

Karena tak tahu harus bagaimana lagi, Kiai Thoyib membawa anaknya ke Pesantren Tremas, Pacitan, Jawa Timur. Maksud hati hendak meminta tolong kepada Syekh Mahfudz dan jika bisa bahkan menitip Kuri untuk mondok di pesantren itu. Tapi, apa daya, Syekh Mahfudz menolaknya.

"Anakmu sehat. Tidak sakit, tidak perlu berobat," kata Syekh Mahfudz.

Kiai Thoyib bingung melihat Syekh Mahfudz menemuinya dengan mata tidak menatap. Kepalanya menunduk.

"Syekh, kami salah apa kok Syekh tidak berkenan memandang kami?"

"Kiai, cepat bawa pulang anakmu. Jangan kau bawa ke sini. Aku tidak sanggup melihat. Terlalu silau. Anak ini seperti matahari."

Kuri juga pernah dibawa ke KH Mahrus Aly, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, tapi sama saja hasilnya: ditolak, dan disuruh pulang dengan argumen yang kurang lebih senada.

Meski anak autis dan indigo tidak mengindap penyakit kejiwaan, masih banyak yang memerlakukan mereka secara berbeda. Anak indigo masih lebih beruntung lantaran dianggap memiliki kemampuan supranatural.

Tapi, sesungguhnya anak autis dan indigo masih jauh lebih beruntung dibanding Kuri. Mengapa? Sebab, sejak kecil, Kuri mengalami jadzab.

Jadzab? Ya. Dalam khazanah dunia pesantren, terutama dalam Sufisme, jadzab adalah keadaan gila. Siapa yang mengalami jadzab akan cepat sekali distempel oleh masyarakat sebagai orang gila. Dan, Kuri telah menunjukkan perilaku gila itu sejak awal 1960. Hingga kini ia melajang dan masih tinggal di Keprabon atau rumah utama di Pesantren Jenes.

Ayah ibunya sudah lama wafat dan kakak-kakaknya sudah berkeluarga. "Hanya Mbah Kuri yang masih bujang dan tetap tidak diketahui apa saja kegiatannya sehari-hari," kata Gus Hawin, anak dari salah seorang kakak perempuan Kuri.

Di antara cucu dan keponakan Mbah Kuri, Gus Hawin termasuk yang paling sering tiba-tiba diajak pergi ke mana pun sesuka hati.

"Pagi kemarin, Mbah Kuri spontan mengajak saya mencari Mesin Molen Beton ke Madiun. Padahal, sewa di Ponorogo juga ada," ujarnya.

Tapi, sejak orang-orang melihat karomah Mbah Kuri, sejak itulah tak ada yang berani membantahnya. Bahkan, kini Mbah Kuri semakin populer sebagai poros spiritual di Bumi Wengker pasca Kyai Ageng Kasan Besari.

Dari gerombolan preman sampai kalangan pejabat, bisa disebut tidak ada yang tak mengikuti perintahnya. Di masa pilkada yang telah lewat, Mbah Kuri mendadak muncul dalam parade simpatisan salah satu calon bupati saja langsung menjadi buah bibir dan berita di koran-koran lokal. Juga saat ia muncul di Masjid Jami Kiai Ageng Muhammad Besari.

"Semua kaget. Mbah Kuri datang membawa rombongan Reog. Padahal masyarakat sedang menghadiri Haul Mbah Besari," kata Gus Syamsul, keponakan Mbah Kuri.

Tapi, toh tak ada yang berani menolaknya. Jadilah malam itu peringatan Haul Mbah Besari semarak dengan reog. Dan, masih banyak tingkah laku nyleneh Mbah Kuri yang dialami masyarakat.

Pernah suatu ketika, Gus Arif, keponakan lainnya yang bertugas jaga menerima tamu-tamu Mbah Kuri di pesantren, menerima kabar bahwa Mbah Kuri shalat ied di Tremas. Tapi, ada penelepon lain yang mengatakan Mbah Kuri shalat ied di Demak. Satu lagi lainnya menyebut Mbah Kuri shalat ied di Blitar. "Padahal, Mbah Kuri di rumah saja," kata Gus Arif.

Yang lebih mencengangkan, ada seorang tamu yang baru pulang dari menunaikan ibadah haji, mengaku bertemu Mbah Kuri di Mekkah. "Saya tidak bisa membantah lagi karena tamu ini menunjukkan foto polaroid. Dia berfoto bersama Mbah Kuri, sama-sama memakai baju ihram," tukas Gus Arif. Dikonfirmasi soal itu, Mbah Kuri tak acuh, seperti biasa.

"Saya dan istri sering diminta main musik di resepsi pernikahan. Malam itu, kebetulan ada dua undangan di dua tempat berbeda dan berjauhan, tapi waktunya bersamaan. Saya di sini, istri di sana. Lha kok istri saya bilang Mbah Kuri joget-joget di sana, padahal saya lihat Mbah Kuri duduk-duduk di sini," ungkap Gus Hawin, mengenang pengalaman ajaib itu.

Soal joget, Mbah Kuri memang suka. Kata Gus Syamsul, dia pernah dibikin susah. Mbah Kuri mengajak nonton konser Slank di Alun-Alun Ponorogo. "Mbah Kuri menembus lautan manusia, bahkan sampai di baris paling depan, tapi saya tidak," ujarnya. Saat pulang jalan kaki, Gus Syamsul heran melihat Mbah Kuri disalami Slankers dan masyarakat.

Bisa jadi, jadzab tidak ditemukan dalam kamus kedokteran jiwa dan psikologi modern. Tapi, ia benar-benar ada dan masih ada di negeri ini. Sebagian masyarakat menyebut seseorang yang mengalami jadzab sebagai Waliyullah. Seperti manusia pada umumnya, ia memang hidup di dunia. Tapi, seseorang yang jadzab memiliki dimensi yang berbeda.

Yang tak kita pahami dari autisme, indigo, dan jadzab ialah sekat ruang dan waktu ternyata tidak membatasi perjalanan rohani seorang manusia. Di sana, di dunia yang "jauh, asing, dan berbeda" itu, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang juga mengasuh anak-anak istimewa ini.

Saya sungguh beruntung malam itu ditemui Mbah Kuri dan berbincang.

Ponorogo, Maret 2016
Penulis: Candra Malik
Editor 1 : Wisnu Nugroho
Editor 2 : Ardi Baskoro

Apabila Negara Kacau, Para Santri Siap Mengamalkan Hizib

Wengker.com, Nahdliyin - Salah satu kekayaan yang ada di dalam pesantren di antaranya adalah adanya aneka macam ilmu hizib, yaitu kumpulan bacaan atau doa yang diambil dari al-Qur’an dan hadits yang disusun para wali atau ulama dan diamalkan dengan cara tertentu, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Demikian disampaikan oleh KH. Tb. Ahmad Rifqi Chowas usai kegiatan penutupan pengajian pasaran Pesantren Daarussalam Buntet, Cirebon, Sabtu (4/6) "Di antara faidah hizib itu bisa dipakai jika negara sedang kacau, untuk bela diri, kalau sekarang Belanda juga udah jauh, jadi santri belum diajari hizib, hanya santri tertentu saja yang diijazahi hizib," kata kiai yang biasa disapa Kang Entus itu.

Ditambahkannya, hizib yang akrab dengan santri di antaranya adalah hizib Nawawi, hizib Bahr, hizib Dardir, hizib Nashor, hizib Lathif, hizib Sulaiman, hizib Autad dan masih banyak lagi. "Kalau negara kacau, ada peperangan, musuh menyerang, santri juga sebenarnya siap turun, buktinya peristiwa 10 November (1945) di Surabaya itu santri semua, sekarang diam saja karena mereka lebih milih belajar, ngaji dan mensyiarkan Islam," tegasnya. (Aiz Luthfi/Mahbib)
Sumber NU Online

Keangkeran Klampis Ireng

Wengker.com, PONOROGO - Ketika mendengar tempat yang bernama klampis ireng, banyak orang pasti langsung merinding, salah satu tempat yang dianggap keramat oleh masyarakat Ponorogo ini terletak di Desa Gandu Kepuh, namun orang lebih mengenalnya kalau klampis ireng terletak di Desa Sragi.
Belum sampai pada tempatnya, namun aura mistis sudah sangat terasa ketika datang untuk memenuhi rasa penasaraan yang begitu tinggi, sebelum masuk pada area klampis ireng ada dua patung semar berwarna hitam sebagai pintu gerbang masuk pada kawasan klampis ireng, kenapa harus patung semar karena menurut cerita bahwa klampis ireng memang merupakan tempat atau kerajaan nya kyai semar.
Klampis ireng tidak salah kalau memang dijdikan atau dikenal sebagai tempat paling wingit dan angker, tempatnya yang ada di tengah-tengah sawah, ditambah ada banyak pohon-pohon besar yang mengelilingi klampis ireng. Kenapa dinamakan klampis ireng karena konon katanya memang dulu disini ada pohon klampis ireng namun sekarang sudah tidak ada atau sudah mati.
Banyak cerita berkembang di masyarakat bahwa klmpis ireng memang sebuah kerajaan alam goib, dimana semua makluk goib apapun bentuk dan rupanya ada disini dengan rajanya yang dikenal dengan sebutan kyai semar.
Ini merupakan tempat berkumpulnya Kyai Semar dan Punakawan, kalau kita bisa melihatnya maka akan terlihat sebuah kerajaan goib dengan segala kelengkapan nya, diantaranya pasar dan lain sebagainya,”ujar Giyanto juru kunci Klampis ireng.
Lanjutnya, banyak alasan kenapa orang datang ke tempat itu, antara lain minta pangkat, banyak atau dimudahkan rejeki, memilki kecantikan yang lebih untuk menarik lawan jenis, usaha lancar, dan lain sebagainya. “Namun kebanyakan mereka ini karena menginginkan rejeki yang banyak,”imbuhnya.
Masih menurut mbah gundul sapaan akrab Giyanto, semua saja ketika datang ke tempat ini dan menginginkan sesuatu harus melakukan ritual sembari menyediakan 9 jenis barang seperti kemeyan, candu, rokok, kembang telon dan lainnya yang disyaratkan, adapun untuk larangan nya itu sendiri diantaranya tidak boleh memakai baju berwarna hijau pupus karena dianggap menyamai dayangan dan tidak boleh datang pada malam jum’at wage dalam penanggalan jawa.
“Bilamana larangan tersebut dilanggar oleh mereka yang datang akan berdampak buruk kepada yang melanggarnya, bahkan bisa sampai meninggal.”terangnya.
Ketika melakukan ritual ada yang cuma semalam, ada juga yang sampai berhari-hari, tergantung kebutuhan dan apakah orang tersebut berhasil atau tidak, “untuk tolak ukur keberhasilan apa tidak, orang yang datang dan melakukan ritual tersebut dapat bertemu dengan kyai semar atau tidak,”tuturnya.
Menurut kepercayaan tempat ini (klampis ireng) adalah keraton atau kerajaan alam gaib, jadi ketika ingin berkunjung istilahnya ya harus dengan tata cara atau sopan santun agar dapat diterima oleh penghuni keraton. “Tidak boleh dibuat sembarangan atau dalam bahasa jawa ura uleg dinggo jak-jak’an utowo sembarangan, karena ini keraton bukan tempat biasa,”pintanya.
Karena tempat ini adalah kerajaan jadi kalau mampu untuk melihatnya ada melihat sebuah kerajayaan dengan segala isinya yang serba emas, dan akan bertemu dengan penghuninya kyai semar beserta punakawan nya yang terlihat duduk, “kalau bisa menembus alam gaibnya akan terlihat kerajaan yang serba emas dan bilamana kyai semar berkenan maka dipercaya segala permintaan akan dikabulkan,”jelas Giyanto
Menjadi juru kunci di klampis ireng kurang lebih sudah 10 tahun, tidak ada penunjukan untuk menjadi juru kunci, awalnya dulu sebelum saya yaitu jokoboyo (perangkat desa) Jamal, kemudian saya diminta untuk membantu Pak Jamal untuk membantu para tamu menyediakan keperluan ritual, “Setelah Jamal meninggal, pada akhirnya orang mengenal saya sampai saat ini serta dianggap sebagai juru kunci klampis ireng,”pungkasnya.
Info Lingkar Kota

Sepasaran Anak Kembar Mbah Kodok Dengan Peri Roro Setyowati

Wengker.com, NGAWI – Tujuh bulan setelah pernikahan Mbak Kodok Ibnu Sukodok dengan peri Roro Setyowati, kabar gembira itu akhirnya datang. Peri penunggu Sendhang Margo dan Sendhang Ngiyom alas Begal, Kecamatan Kedunggalar Ngawi itu dikabarkan telah mengandung bayi kembar dampit alias laki-perempuan. Bramantyo Prijosusilo, seniman sang pemilik acara pernikahan manusia-peri itu mengaku telah mengonfirmasikan kabar bayi kembar dampit itu kepada Mbah Kodok. Menurut penuturan Mbah Kodok, kata Bram, bayi kembar dampit itu akan lahir sepekan lagi. Dan jika perkiraan itu benar, maka kelahiran bayi kembar dampit itu bertepatan dengan Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni. “Menurut dukun bayi Kraton Ngiyom, kira-kira seminggu lagi hari manusia, kedua jabang bayi kembar dampit akan lahir,” kata Bram melalui akun facebooknya, Rabu (27/5/2015).
Dengan demikian, imbuhnya, kelahiran bayi kembar dampit itu tak berselang lama sebelum dimulainya acara Dhanyang Setyowati Sukodok Membangun Rumah di alas Begal. “Acara tersebut akan sekalian sebagai jagong bayi,” tambah seniman nyentrik itu. Sebelumnya diberitakan, untuk menyogsong kedua buah hati kembang dampit itulah, Peri Setywosati meminta agar rumahnya di Sendhang Margo dan Sendhang Ngiyom di Alas Desa Begal, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi diperbaiki. Kedua sendhang itu memang kediaman Peri sebelum ia hijrah ke Alas Ketonggo bersama suaminya, Mbah Kodok. “Permintaan itu juga merupakan janji Mbah Kodok ketika akan menikahi Peri Setyowati dulu,” jelas Bramantyo.
Bram menjelaskan, janji yang terucap dari Mbak Kodok kepada Peri Setyowati adalah bentuk kecintaanya kepada istrinya itu. Ia bahkan mau menikahi Peri Setyowati lantaran ingin menolong mahluk gaib itu yang rumahnya telah poranda dihancurkan manusia pascareformasi. “Undang -undang (UU) No 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan memberi tuntunan mengenai daerah penyangga mata air yang harus dikonservasi. Maka, UU itu pun menjadi dasar hukum pembangunan rumah Setyowati, berupa hutan konservasi di daerah penyangga mata airnya,” jelas Bram. Bram menegaskan, perbaikan rumah Peri Setyowati bakal dilaksanakan selama dua hari berturut, yakni Sabtu-Minggu (6-7/6/2015). Perbaikan rumah itu akan melibatkan masyarakat luas, mulai warga lokal, para pemangku kebijakan dari Perhutani, Dinas Pendidikan, Dinas Pengairan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan lain-lain. Tentu saja, dari masyarakat umum juga diharapkan bisa hadir dalam acara rehab kediaman manusia-peri itu. “Acara ini akan kami kemas dalam happening art [seni kejadian] ,” terangnya.
Suatu kabar menggembirakan tentunya dalam sebuah perkawinan apalagi setelahnya dilahirkan keturunan hasil buah hati kedua insan. Kabar tersebut memang lazim didengar dan dilihat secara kasat mata namun kali ini lain, justru kabar kebahagian itu datang dari alam lain atau biasa disebut alam ghoib. Seperti diketahui perkawinan dua alam pada Oktober 2014 tahun lalu antara Bagus Sukodok Ibnu Sokodok yang biasa dipanggil Mbah Kodok dengan Roro Peri Setyowati kini telah dikaruniai anak kembar dampit. Sebelumnya Roro Peri Setyowati yang tidak lain Dhanyang Alas Margo masuk wilayah Desa Begal, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, diyakini hamil tua buah hati dengan Mbah Kodok (63) seorang pria kelahiran Solo, Jawa Tengah. Kabar kebahagian Mbah Kodok tersebut datang dari Bramantyo Prijosusilo melalui siaran pers yang dikeluarkan sekitar 19.00 WIB pada Minggu malam (31/05). Dalam siaranya pukul 16.45 WIB tadi atau Minggu sore (31/05), menurut hitungan waktu manusia, Setyowati melahirkan bayi kembar dampit yakni laki-laki dan perempuan. Kedua jabang bayi sehat kuat dan tidak kekurangan sesuatu apapun. Sang Ibu, juga dalam keadaan sehat. Sesuatu yang unik dari kelahiran kedua bayi kembar itu adalah, tidak ada yang menjadi “kakak” dan tidak ada yang menjadi “adik”nya. Biasanya dalam tradisi Jawa, anak kembar dianggap adik kakak, dan yang lahir belakanganlah yang dianggap kakaknya. Namun Setyowati bukan mahluk manusia biasa. Beliau melahirkan kedua bayinya melalui hembusan nafasnya melalui kedua cuping hidungnya, yang satu wangi bunga kanthil, yang satu harum kenanga.
Bahkan, keluarga Mbah Kodok dan Setyowati mengucapkan terimakasih atas segala doa baik yang dipanjatkan untuk keselamatan mereka, dan memohon dengan hormat agar diberi izin mengharapkan kedatangan khalayak ramai ke Sendhang Margo Mustiko Warih di Hutan Begal, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dengan menyampaikan sepucuk undangan. Dalam isi undanganya tidak lain mengharap kedatangan semua warga masyarakat untuk menghadiri pagelaran “Seni-Kejadian” berjudul “Dhanyang Setyowati Sukodok Membangun Rumah”. Pagelaran itu nantinya berwujud sebuah selamatan sederhana demi menghaturkan syukur dan memohon restu dari Yang Maha Kuasa, untuk mulai membangun Kraton Ngiyom yang tidak jauh dari Sendhang Margo Mustiko Warih. Pada saat yang sama, selamatan yang dilakukan nantinya merupakan sebuah syukuran bahwa kedua jabang bayi peri Setyowati dan Kodok Ibnu Sukodok telah lahir dengan selamat, melalui cuping hidup Sang Ibu, bersama dengan hembusan nafasnya. Sesuai rencananya Mbah Kodok sebagai Sang Bapa sudah menyiapkan nama yang akan disematkan dan diumumkan dalam sebuah upacara pada tanggal 07 Juni 2015 di Sendhang Margo Mustiko Warih. Dalam syukuran itu ditandai hiburan pagelaran wayang sabet, lakon “Setyaki Lair”, Ki Dhalang Sudirman Ronggo Darsono asal Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren. Ditambahkan, semua undangan yang hadir sesuai keterangan dari Bramantyo Prijosusilo dimohon berpikir keselamatan dalam berpakaian, yang sedapat mungkin diminta ada suatu ciri adat Nusantara di dalamnya, misalnya, mengenakan destar, songkok, batik, sarung, surjan, kebaya, dan atau sekedar sumping bunga di telinga.
SiagaIndonesia
Sumber Info

Atraksi Debus Monas Dibubarkan Polisi Militer

Gasud.com, Atraksi debus di Kawasan Monumen Nasional (Monas) mempertontonkan kelihaian bermain sulap dan kekebalan tubuh. Dirasa dapat meresahkan masyarakat, atraksi tersebut dibubarkan oleh petugas Polisi Militer. Sang pemimpin debus mengaku bernama Gus Ali asal Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam aksinya, Gus Ali dan rekan-rekannya mempertontonkan aksi sulap menghilangkan barang serta memasukkan asistennya ke dalam kotak besi yang tergembok rapat. Melihat aksi tersebut, salah seorang petugas Polisi Militer yang sedang berpatroli membubarkan aksi dan massa yang menonton. Petugas menilai, aksi tersebut dapat meresahkan masyarakat yang ingin menikmati waktu libur di Monas. "Dibubarkan itu nggak pantas. Masa ada orang diikat, dimasukkan di dalam karung dan digembok. Kita tidak ingin nantinya terjadi apa-apa dan mengganggu masyarakat lain yang sedang berlibur," ungkap petugas yang memilih tidak menyebutkan namanya tersebut kepada Media Online di lokasi, Kamis (1/1/2014).

‎Memang tidak seluruh atraksi yang ada di Monas dibubarkan petugas. Sekitar 200 meter dari lokasi debus, terdapat atraksi lainnya yang mempertontonkan tarian dan kesenian reog dan kuda lumping. Atraksi reog dan kuda lumping ini tidak memperlihatkan ilmu kebatinan atau aksi yang membahayakan diri sendiri. Mereka hanya memperlihatkan tarian reog dan kuda lumping yang diiringi gamelan, sambil menyisipkan sedikit unsur humor. Petugas merasa tidak perlu membubarkan atraksi ini karena dinilai tidak menyesatkan. Reog dan kuda lumping menurutnya merupakan tradisi kesenian. "Ini nggak apa-apa. Soalnya cuma tarian sama gamelan. Nggak ada unsur-unsur kebatinan atau ajaran yang menyesatkan," ungkapnya.

Doa Penyembuh Penyakit Bisul

Gasud.com, Pengobatan Alternatif - Hadits ini bukanlah sembarang hadits, hadits ini adalah hadits yang mengandung do’a yang pernah diajarkan oleh Rasulullah saw kepada istri beliau, ketika terkena penyakit batsrah (semacam penyakit kulit, bisa jerawat ataupun bisul). Lengkapnya hadits itu berbunyi:

دخل علي رسول الله صلى الله عليه وسلم وقد خرج فى اصبعى بثرة فقال عندك ذريرة فوضعها عليها وقال قولى "اَلَّلهُمَّ مُصَغِّرَ الْكبَيِرْ وَمُكَبِّرَ الصَّغِيْرِ صَغِّرْ مَا بِى" فطفئت

Suatu ketika datang Rasulullah saw kepadaku, sementara dijariku terdapat semacam bisul, kemudian Rasulullah saw berkata “apakah kamu punya (dzarirah) semacam balsem? Kemudian dioleskanlah balsem itu di atas bisul sambil berkata kamu bacalah allahumma mushaggiral kabir wa mukabbiras shaghir shagghir ma bi”, artinya Ya Allah yang mengecilkan sesuatu yang besar dan yang membesarkan segala yang kecil, perkecillah sesuatu yang ada padaku ini) kemudian sembuhlah bisul itu. Beberapa ulama seringkali menaruh hadits ini sebagai bagian dari dalil ‘perjampean’ artinya dalil yang menerangkan bolehnya membaca jampe-jampe, selama jampe itu merujuk pada Allah sebagai satu-satunya Zat yang dipintai. (Ulil H).
Sumber Info

Melawan Mitos Dan Tahayul Dengan Do'a


Gasud.com, Spiritual - Tashdiqun bil qalbi wa iqrarun billisani wa amalun bil arkani, demikian keterangan tentang iman. Yang artinya hati meyakini, lisan mengatakan, dan  raga bekerja. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Iman menuntut adanya perpaduan dan kesesuaian antara ranah hati, lisan dan raga. Dengan kata lain, seorang yang beriman tidaklah cukup dengan mengatakannya di lisan saja, tetapi juga harus dibuktikan dengan tindakan dan gerak badan. Dan yang paling penting adalah keyakinan yang tertanam di dalam hati. Akan tetapi dalam kenyataannya memadukan ketiganya bukanlah hal yang mudah. Perlu latihan-latihan dan percobaan. Jangankan menyatukan hati, lisan dan badan, menyatukan lisan dan badan saja terkadang terasa berat. Kalaupun kesesuaian lisan dan badan telah tercapai terkadang hati masih sangsi. Karena itulah muncul istilah al-imanu yazid wa yanqush, bahwa iman itu terkadang penuh terkadang kurang. Terkadang mantap terkadang ragu, terkadang yakin terkadang bimbang.


Baca PANDUAN LENGKAP ISTIGHOTSAH

Panduan Lengkap Istighotsah

Sumber Artikel at: http://www.gasud.com/search?q=Doa
Copyright http://gasud.com
Panduan Lengkap Istighotsah

Sumber Artikel at: http://www.gasud.com/search?q=Doa
Copyright http://gasud.com
Panduan Lengkap Istighotsah

Sumber Artikel at: http://www.gasud.com/search?q=Doa
Copyright http://gasud.com
Semua orang mu’min percaya bahwa Allah swt adalah Tuhan Maha Kuasa dan Perkasa. Tidak ada satu kejadian pun di dunia ini yang luput dari kekuasaa-Nya. Namun keimanan semacam ini seringkali goyah jika berhadapan dengan takhayul dan kepercayaan yang telah lama berakar di tengah-tengah masyarakat. Misalnya seringkali seorang muslim tiba-tiba menjadi ragu melanjutkan perjalanannya karena secara tidak sengaja kendaraan yang ditumpanginya melindas seekor kucing hingga mati. Keraguan itu muncul dari mitos yang meyakini adanya musibah diperjalanan bagi mereka yang menabrak kucing. Atau juga seringkali seseorang terpikirkan hal buruk akan menimpa keluarga hanya karena dirinya secara kebetulan kejatuhan tahi cicak, dan demikian seterusnya. Meskipun mempercayai firasat semacam itu tidaklah termasuk musyrik, tetapi baiknya perasaan demikian segera dibuang. Karena jika dibiarkan akan merusak iman. Dalam hal ini Rasulullah saw sebagaimana dalam kitab Marasil nya Imam Abu Daud pernah bersabda bahwa “seorang hamba tidak jarang terlintas dalam hatinya merasa sial karena suatu kejadian, apabila merasakan hal itu maka ucapkanlah:

أَناَ عَبْدُ اللهِ مَاشَاءَ اللهُ لاَقُوَّةَ الاّ باللهِ لَايَأْتِى بِالْحَسَنَاتِ الاّ اللهُ وَلَا يُذْهِبُ السَّيِّئَاتِ اِلاَّ اللهُ أَشْهَدُ أَنَّ اللهَ عَلىَ كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ"

Artinya:

Aku hamba Allah, segala sesuatu atas kehendak Allah, tiada kekuatan melainkan dari Allah, tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali Allah, dan tidak ada yang menghilangkan keburukan kecuali Allah. Aku bersaksi bahwasannya Allah Maha Mampu atas segala sesuatu”

Baca Juga Faedah Sholawat Nariyah

Demikianlah cara Rasulullah saw memberikan solusi kepada masyarakat Arab di lingkungannya sehubungan dengan kuatnya tradisi takhayul pada masyarakat arab (misalnya burung hantu yang membawa sial, syaitan ghaul yang menyesatkan perjalanan, ataupun bulan safar yang dianggap sial dan seterusnya). Artinya firasat buruk yang muncul dalam hati karena adanya satu kejadian alami semacam ini sangatlah manusiawi belaka. Tidak lantas mereka yang merasakan semacam itu dianggap musyrik, tetapi hanya posisi imannya yang berkurang. (Ulil H)
Sumber NU Online

Primbon Weton - Dino Pasaran Kelahiran

Gasud.com, Primbon Weton - Menurut kepercayaan Jawa, arti dari suatu peristiwa (dan karakter dari seseorang yang lahir dalam hari tertentu) dapat ditentukan dengan menelaah saat terjadinya peristiwa tersebut menurut berbagai macam perputaran kalender tradisional. Salah satu penggunaan yang umum dari metode ramalan ini dapat ditemukan dalam sistem hari kelahiran Jawa yang disebut wetonan. Weton anda merupakan gabungan dari tujuh hari dalam seminggu (Senin, Selasa, dll.) dengan lima hari pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Perputaran ini berulang setiap 35 (7 x 5) hari, sehingga menurut perhitungan Jawa hari kelahiran anda berulang setiap lima minggu dimulai dari hari kelahiran anda. Jangan mempercayai hitungan weton ini, karena segala sesuatu itu hanyalah Alloh yang menentukan, Primbon weton ini hanya berdasarkan adat kebiasaan dan bukan mutlak kebenarannya. Wallohu A'lam Bis Showab

1. Jumat Legi
    Konon, mereka yang lahir pada hari ini cenderung bersifat jujur. Bahkan, mereka terkadang mungkin terlalu jujur, sebab mereka adalah tipe orang yang suka mengungkapkan pikiran mereka tanpa tedeng aling-aling! Mereka cukup teguh dengan pendirian mereka, tetapi sikap seperti ini terkadang juga menghambat kemampuan mereka untuk menerima orang lain secara apa adanya. Sebaiknya kita tidak memancing amarah mereka, karena mereka dapat bertindak ekstrim bila sedang naik darah. Meskipun demikian, mereka setia dan murah hati terhadap orang-orang yang dicintainya. Simpati mereka mudah timbul sehingga tidak keberatan untuk bertindak diluar jalur mereka untuk membantu teman atau bahkan orang asing.

2. Sabtu Pahing

    Jika anda lahir pada hari Sabtu Pahing, kemungkinan anda bersifat lekas naik darah! Untungnya, secepat anda memuntahkan kemarahan anda secepat itu pula anda melupakan penyebabnya. Semoga orang lain sebaliknya mudah memaafkan anda pula! Perlu diingat, bukanlah suatu hal yang menyakitkan untuk mengakui kesalahan yang kita lakukan. Akan tetapi meskipun anda memiliki semangat hidup yang tinggi yang terkadang berakibat pada kecerobohan, anda akan bersikap lebih waspada bila menyangkut materi. Anda adalah salah satu tipe yang selalu siap membantu teman yang sedang menderita.

3. Minggu Pon

    Anda termasuk tipe yang sensitif. Mungkin karena takut disakiti, anda selalu melindungi perasaan anda. Hati dan pikiran anda mungkin cukup dalam, tetapi terkadang orang lain menganggap anda tertutup. Barangkali anda telah mengembangkan penilaian yang tajam terhadap baik-buruknya watak manusia. Dengan bakat ini, anda dapat menjadi seorang diplomat yang piawai -- atau malahan seorang manipulator yang licik! Yang jelas, anda selalu berusaha terlihat baik didepan teman-teman anda. Walaupun anda mungkin saja mengambil cara yang tidak langsung atau menunggu saat yang tepat, tetapi lama-lama anda pasti merebut kesempatan untuk memamerkan kelebihan anda, entah dari segi material ataupun intelektual.

4. Senin Wage

    Menurut kepercayaan Jawa, jika anda lahir pada hari Senin Wage anda jarang terjebak dalam keadaan yang memalukan! Ini dikarenakan anda suka merencanakan dan menimbang pilihan anda dengan hati-hati jauh sebelum mengambil tindakan. Anda cukup jujur dan tidak keberatan mendengarkan permasalahan orang lain. Berkat pendekatan anda yang tenang, anda mampu tampil meyakinkan di depan masyarakat, sehingga anda memiliki bekal menjadi diplomat yang baik. Meskipun demikian, sekali anda marah, anda tidak akan mau menerima alasan apapun. Anda terkadang begitu ndableg sehingga lebih baik anda dibiarkan sendiri saja untuk menjadi tenang kembali.

5. Selasa Kliwon

    Mereka yang lahir pada hari Selasa Kliwon terkenal bersifat ramah. Mereka begitu pandai mengungkapkan kata-kata yang tepat dalam berbagai situasi sehingga orang lain cukup mudah menyukainya -- atau malahan cukup mudah diperdayainya bila itu yang mereka inginkan! Anehnya, mereka juga terkenal berpendirian keras, walaupun kesan pertamanya mungkin tidak menunjukkan demikian. Mereka juga dapat bersikap sangat kritis terhadap orang lain pada saat-saat tertentu. Namun, anda tidak perlu berkecil hati bila menjadi sasaran penilaian tajam mereka: menunjukkan kesalahan anda barangkali hanyalah cara mereka membantu anda menjadi orang yang lebih sempurna!

6. Rabu Legi

    Anda menghormati tata krama dan berpegang teguh pada falsafah hidup anda. Kejujuran adalah salah satu prioritas anda, sehingga anda membenci ketidakadilan. Anda sangat setia terhadap teman tercinta anda yang sangat banyak. Anda dikagumi oleh banyak orang karena kata-kata anda yang bijaksana. Lantas, apa gunanya selalu ingin mencampuri urusan orang lain?

7. Kamis Pahing

    Anda memiliki cita-cita yang besar disertai semangat baja untuk mewujudkannya. Anda selalu siaga mencari kesempatan untuk memajukan kepentingan anda. Tetapi hal itu bukanlah untuk anda semata; anda juga sangat mempedulikan keluarga dan selalu siap membantu saudara yang membutuhkan perlindungan atau pengasuhan. Meskipun demikian, anda mungkin perlu menjaga kecenderungan untuk selalu mengambil kesimpulan tanpa mengetahui fakta-fakta yang lengkap. Khusus dalam pergaulan anda, suatu dorongan untuk membantah tanpa lebih dahulu mengatur pikiran dan kata-kata mungkin akan dapat membuat orang lain merasa tidak dihargai. Cara penyampaian anda sangat berpengaruh di sini.

8. Jumat Pon

    Menurut kepercayaan jawa, orang yang dilahirkan pada hari Jumat Pon perlu banyak bergaul dengan berbagai jenis orang. Konon, mereka berpembawaan tenang, serius dan bijaksana dalam berbicara. Mereka adalah tipe yang berjiwa sosial, murni dan jujur serta mudah bersimpati terhadap mereka yang tertindas. Mereka mudah beradaptasi dengan orang-orang di sekitar mereka dan dapat menyesuaikan diri dengan berbagai situasi seperti seekor bunglon. Akan tetapi, kelebihan ini juga dapat menjadi kelemahan terbesar mereka, karena jika tidak disertai rasa percaya diri yang kuat mereka dapat dengan mudah dipengaruhi oleh pendapat dan kebiasaan buruk orang lain.

9. Sabtu Wage

    Jika anda lahir pada hari Sabtu Wage, maka anda akan bersifat teguh pada pendirian dan sangat mudah naik darah jika rencana tidak berjalan sesuai dengan keinginan anda. Barangkali anda akan sedikit banyak bergelut dengan masalah seputar kepercayaan dan rasa memiliki, karena dikatakan bahwa anda bersifat agak cemburuan. Meskipun demikian, anda sangat setia dan murah hati terhadap orang-orang yang anda sukai. Di samping itu, anda memiliki bakat besar dalam mengatur rumahtangga anda agar tetap berjalan tenang. Anda benar-benar menyukai kemewahan dan sangat menghargai barang-barang yang berkualitas tinggi.

10. Minggu Kliwon

    Satu lagi tipe pendiam dengan pendirian tegas dan kemauan keras. Anda sangat pandai dalam membuat orang selalu menduga-duga perasaan anda yang sebenarnya. Anda sebetulnya cukup sensitif, tetapi jangan berharap orang lain akan mempercayainya pada saat mendengar anda beradu pendapat. Anda pandai bersosialisasi, pandai berbicara, dan memiliki bakat politik yang besar. Dengan kelebihan seperti ini, tidak mengherankan tipe-tipe seperti anda sering mencapai kedudukan yang tinggi!

11. Senin Legi

    Kelompok ini suka berkeliling dan melihat-lihat dunia, entah secara fisik ataupun secara intelektual. Mereka juga suka berdebat. Namun, mereka tidak bersifat antagonis; kalangan ini sebenarnya terlalu sopan bahkan untuk bermimpi menyakiti perasaan orang lain. Konon mereka juga sangat murah hati. Tampaknya, mereka memiliki kepribadian yang cemerlang... jika saja mereka mau berhenti mencampuri urusan orang lain!

12. Selasa Pahing
    Orang-orang yang lahir pada hari Selasa Pahing konon bersifat santai dan dapat menerima orang lain apa-adanya. Mereka terampil dengan tangan mereka, suka menolong, dan mau berkorban banyak bagi orang yang mereka sayangi. Tetapi jangan tanya tentang orang-orang yang membuat mereka marah! Kalangan Selasa Pahing mempunyai reputasi terburuk dalam hal membalas dendam secara membabibuta. Meskipun mereka cenderung untuk cukup beruntung, mereka harus belajar untuk mengendalikan suatu kehausan pribadi yang mungkin membuat mereka agak serakah. Lalu di kemudian hari mereka dapat hidup tenang dan berbahagia, dikelilingi banyak teman yang baik dan menarik.

13. Rabu Pon

    Pada dasarnya, anda termasuk tipe yang penuh keberuntungan, karena anda selalu merencanakan tindakan anda dengan hati-hati, terbuka terhadap peluang yang baru, dan tidak mudah putus asa. Anda juga memiliki beberapa keterampilan sosial, sehingga sejelek apapun wajah anda, kemungkinan besar anda mudah bergaul dengan orang lain! Sisi buruknya, anda suka sekali pamer. Mungkin anda hanya haus perhatian sewaktu masih kecil, sehingga kini anda merasa harus membuat kagum semua orang dengan kepandaian atau kekayaan anda. Jadilah diri sendiri dan orang lain akan menyukai anda apa adanya. Akan lebih baik juga bila anda berusaha untuk tidak terlalu menyalahkan orang lain yang secara tidak sengaja menyakiti perasaan anda.

14. Kamis Wage

    Orang yang lahir pada hari Kamis Wage biasanya memiliki cita-cita setinggi langit. Tentu saja, terkadang harapan mereka terlalu tinggi, tetapi mereka juga berpegang pada aturan dan dapat cukup berhati-hati dalam mewujudkan tujuan mereka sehingga seringkali tercapai. Kalangan ini mungkin saja pandai, tetapi mereka sering terpaku pada jalan mereka dan biasanya tidak menghargai saran yang tidak mereka inginkan. Meskipun demikian, mereka dapat cukup mempesona orang lain dengan sopan-santunnya dan cenderung tampil baik dalam pergaulan. Mereka mungkin tidak suka menunjukkan perasaan mereka yang sebenarnya, tetapi mereka mudah dibujuk dengan rayuan -- beberapa patah kata yang manis dan mereka pasti mulai berpamer!

15. Jumat Kliwon

    Karena sabar dan murah hati, anda mudah membuat orang menyukai anda. Mungkin hal ini juga dikarenakan gaya anda yang halus. Anda dapat menjadi seorang pemimpin yang baik, karena anda cenderung mempunyai kemampuan, dapat berpikir secara luas, dan dapat mempengaruhi banyak orang dengan lidah anda yang pandai. Mungkin saja anda sedikit malas pada suatu saat, tetapi orang-orang akan tetap mencintai anda. Jelasnya, anda tidak akan pernah kekurangan teman!

16. Sabtu Legi

    Anda adalah salah seorang penggemar gaya hidup yang santai dan mewah. Bagi anda, kualitas selalu lebih penting daripada harga yang murah. Hal ini berlaku juga pada kehidupan sosial anda: Anda ingin berada disekitar orang-orang baik yang ber-IQ tinggi. Anda sendiri tidak kalah dari segi otak. Untungnya anda juga dapat menghargai pandangan orang lain. Tidak bisa dipungkiri, omongan anda terkadang sedikit tajam. Tetapi mengapa orang lain mau bersikap sarkatis terhadap anda?

17. Minggu Pahing

    Menurut pengertian tradisional, orang yang lahir pada hari Minggu Pahing diakui memiliki kemampuan yang mengagumkan di bidang apa saja yang digelutinya. Mereka adalah pribadi-pribadi kuat yang mampu mempertahankan pendapatnya dalam keadaan sulit sekalipun. Tetapi mereka juga berpikiran luas dan cenderung ditanggapi dengan baik dalam lingkungan sosial. Anehnya, kelompok ini dapat benar-benar ahli dalam menyembunyikan (atau memendam) perasaan-perasaan yang tidak enak seperti kemarahan, kesedihan, atau penyesalan. Kontrol diri semacam itu sangat menguntungkan bagi seorang politikus, doktor UGD, atau agen rahasia. Namun, semoga sifat ini tidak berakibat pula pada terpendamnya perasaan-perasaan yang semestinya ditunjukkan secara terbuka kepada orang-orang yang mereka cintai.

18. Senin Pon

    Jika anda lahir pada hari Senin Pon, anda adalah seseorang yang penuh kontradiksi. Anda mungkin terlihat sebagai orang yang tangguh, yang suka tampil kuat, bahkan dengan bangga memamerkan kekayaan anda (atau kepandaian anda bila hanya itu yang anda miliki!). Namun, anda sebenarnya adalah seseorang yang sangat perasa. Orang lain akan selalu terkejut bila mendapati betapa ramah, sopan dan bertanggung jawab anda sebenarnya. Tidakkah anda merasa lebih baik sekarang?

19. Selasa Wage

    Anda tidak suka membesar-besarkan diri. Bahkan, anda lebih sering mengalah kepada orang yang lebih cerewet daripada mempersoalkan hal-hal yang remeh. Meskipun demikian, anda bersemangat baja. Beberapa orang mungkin mengatakan anda sedikit kaku. Namun, ada pula yang akan menganggap anda teramat ndableg. Di samping itu, andaikata anda merasa terancam, ego anda yang sensitif akan sangat mudah terusik sehingga anda cenderung bersikap cemburu. Meski demikian, terkadang lawan-lawan anda pun akan mengagumi nafsu anda yang besar akan ilmu pengetahuan dan tekad kuat yang memungkinkan anda menelaah secara mendalam hal-hal yang menarik perhatian anda. Bila keadaan mulai memburuk anda akan tetap bertahan.

20. Rabu Kliwon

    Anda adalah pemikir sejati dengan sikap lembut disertai gaya duniawi yang mempesona yang mudah menarik orang lain kepada anda. Dikarenakan bakat alami anda akan bahasa dan kepekaan terhadap perasaan orang lain, maka anda memiliki potensi untuk menjadi seorang pembicara besar. Banyak di antara orang yang lahir pada hari Rabu Kliwon menjadi orator atau penulis yang handal. Anda berseri-seri bila mendapatkan pujian (sebenarnya siapa yang tidak?), akan tetapi mungkin anda perlu belajar untuk tidak terlalu memasukkan kritikan orang lain ke dalam hati. Waspadalah agar kelemahan anda terhadap kata-kata yang manis tidak membuat anda terlalu mudah diperdaya.

21. Kamis Legi

    Mereka yang lahir pada hari Kamis Legi memiliki cita-cita yang mulia dan nilai-nilai yang tinggi. Mereka terkadang amat bijaksana, dikarenakan kemampuannya untuk melihat prospek jangka panjang dari suatu hal. Walaupun demikian, mereka harus mampu bersikap tabah dan berhati-hati jika ingin melihat keberhasilan ide-ide mereka yang besar. Masalahnya, meskipun kalangan ini cenderung berpandangan luas, mereka sering terjerumus dalam pernik-pernik kehidupan sehari-hari. Mereka termasuk tipe yang selalu membutuhkan pujian. Namun, kemungkinan dukungan tidak terlalu sulit diperolehnya, sebab mereka biasanya dikelilingi oleh banyak teman (kelompok ini terkenal memiliki kemampuan bergaul yang luar biasa). Sementara itu timbul pertanyaan; benarkah hanya keinginan untuk membantu ataukah dorongan tersembunyi untuk menguasai lingkungannya yang selalu membuat mereka mencampuri urusan orang lain?

22. Jumat Pahing

    Pada dasarnya, anda adalah pembicara yang menyenangkan dengan cita-cita tinggi dan hati yang jujur. Apalah artinya jika anda bersikap sedikit boros! Anda bakal memperoleh banyak poin dari mereka yang ingin melihat anda berhasil -- bahkan jika anda tidak selalu memanjakan mereka. Anda kelihatan begitu mudah dimanfaatkan sehingga orang tidak akan menyangka bahwa anda akan mampu bersikap gigih (baca: keras kepala?) atau menduga betapa ganasnya anda bila sedang mengalami hari yang menjengkelkan!

23. Sabtu Pon

    Anda memiliki ego yang besar dan selalu ingin menjadi penguasa di dalam lingkungan anda. Meskipun demikian, anda bukanlah tipe orang yang sulit: bila seseorang mengecewakan anda, anda akan memaafkan dan melupakannya dengan cukup mudah -- asalkan mereka mengakui kesalahannya dan memohon maaf di kaki anda! Anda suka membayangkan diri sebagai orang yang kaya dan terkenal. Hal ini tidak berarti secara otomatis anda materialistis. Namun, jika para peramal Jawa dapat dipercaya, anda memang menikmati suasana yang mewah dan tidak sungkan memperlihatkan kelebihan anda dalam hal materi. Mungkin hal ini berhubungan dengan masa kecil yang kurang bahagia dari segi emosional atau ekonomi. Semoga saja anda tidak terlalu pelit untuk membagi keberuntungan dengan teman-teman anda. Ingatlah bahwa mereka yang banyak memberi akan banyak menerima pula!

24. Minggu Wage

    Mereka yang lahir di hari Minggu Wage konon bersifat pemurah dan mudah menaruh iba. Mereka tahu cara-cara untuk menghibur orang yang sedang menderita. Mereka merupakan pekerja keras pula. Akan tetapi, mereka terkadang terlalu teguh dalam pendirian -- bahkan sangat keras kepala! Meskipun mereka pandai menenangkan perasaan orang lain, mereka tidak akan menunjukkan perasaan mereka sendiri dengan mudah. Mungkinkah hal ini merupakan pengendalian emosi dari diplomat, doktor UGD, atau pemadam kebakaran, atau justru kewaspadaan yang berlebihan terhadap kemungkinan disakiti oleh orang-orang yang telah mereka percayai? Mereka sendiri yang harus menjawab pertanyaan ini.

25. Senin Kliwon

    "Kehormatan keluarga" adalah prinsip kalangan Senin Kliwon. Anda terkenal karena pengabdian anda terhadap orang tua, anak, kakak-adik, bahkan sering pula kerabat jauh. Anda bersedia mengorbankan semuanya untuk membela keluarga anda. Anda memiliki perasaan yang kuat terhadap asal anda, bahkan mungkin juga terhadap negara tempat anda lahir. Sayangnya, segala hal cenderung terlalu dimasukkan hati, sehingga anda mudah tersinggung. Terkadang perlu waktu untuk membuat anda tenang kembali. Meskipun demikian, pada dasarnya anda mudah memaafkan dan tidak suka mendendam. Anda pandai dengan kata-kata dan mungkin dapat menjadi seorang pembicara atau penulis yang baik jika anda tertarik pada pekerjaan semacam itu. Orang lain menghargai keramahan, kesopanan dan kelembutan anda yang terpuji.

26. Selasa Legi

    Jika anda lahir pada hari Selasa Legi, anda akan memiliki kepribadian yang kuat. Anda tidak akan suka melihat orang menghalangi anda, dan tidak akan mau mengalah (walaupun dalam hal yang sebenarnya sepele) agar orang lain tidak merasa sakit hati. Sesungguhnya, popularitas anda tidak akan berkurang jika anda mau belajar sedikit berkompromi. Bila tidak, dorongan anda untuk berkuasa dapat membuat anda membuang banyak tenaga dalam adu kekuatan dengan teman, pasangan, atau majikan. Tetapi bagaimanapun kekurangan tersebut, anda adalah tipe yang jujur dan suka bekerja keras, yang memiliki cita-cita tinggi dan minat yang tak terpuaskan terhadap ilmu pengetahuan.

27. Rabu Pahing

    Orang-orang ini suka mempertimbangkan segala sesuatu sebelum melakukan suatu tindakan. Mereka akan merenungkan segala kemungkinan hingga puas terhadap hasil yang dapat dicapai. Kelompok ini mungkin terlihat cukup santai, tetapi jangan terkecoh! Mungkin dikarenakan sedikit rasa kurang percaya diri yang membuat mereka bersikap angkuh. Namun, tidak dapat dipungkiri banyak peramal Jawa juga mengatakan bahwa mereka memang tidak suka berbagi dengan yang lain. Kewaspadaan mereka mungkin terlihat berlebihan saat rasa curiga mereka timbul. Orang-orang ini sangat perlu belajar untuk bersikap lebih santai dan menurunkan pertahanan mereka. Untungnya mereka memiliki prinsip untuk tidak mencampuri urusan orang lain.

28. Kamis Pon

    Jika anda lahir di hari Kamis Pon, anda biasanya memiliki cita-cita tinggi dan tujuan-tujuan mulia yang berusaha anda wujudkan sekuat tenaga. Anda memiliki pikiran yang cerdas dan penuh rasa ingin tahu, serta suka mempelajari hal-hal baru yang dapat memperluas wawasan anda. Meskipun demikian, dengan kecenderungan untuk berpikir dan bertindak dalam skala besar, kebanggaan serta rasa percaya terhadap kekayaan materi atau kepandaian dapat dengan mudah menjadi kelemahan anda pada suatu saat. Anda bukanlah tipe orang yang suka banyak bergaul dan tidak tertarik pada urusan orang lain. Tampaknya anda cukup puas dengan mengandalkan kemampuan pribadi untuk memahami suatu situasi dan menghindarkan diri dari pengaruh orang lain.

29. Jumat Wage

    Mereka yang terlahir pada hari Jumat Wage terkenal sangat mengasihi dan mudah menaruh iba kepada sesama manusia. Oleh karena itu, anda berpotensi menjadi Ibu Teresa kecil yang selalu bersedia membantu mereka yang membutuhkan. Anda memiliki karakter yang sangat jujur, kemurnian hati, dan juga kesetian yang sesuai dengan julukan tersebut. Anda tidak pernah membesar-besarkan kemampuan anda sendiri, padahal di dalam hati anda sesungguhnya adalah orang yang tegar. Sangatlah sulit membuat anda mengubah keputusan yang telah anda tetapkan. Keyakinan anda dapat sangat mengagumkan... atau bahkan hanya suatu kebodohan. Anda mungkin perlu belajar untuk menerima saran dari orang lain yang bermaksud baik.

30. Sabtu Kliwon

    Justru orang seperti ini yang anda perlukan di pesta anda berikutnya, karena mereka begitu ramah, sopan, dan mudah terkesan, sehingga mereka dengan mudah membuat orang lain merasa betah di rumah anda. Mereka juga pintar mengucapkan kata-kata yang menyenangkan. Bahkan, mereka yang terlahir pada hari Sabtu Kliwon termasuk salah satu kalangan yang memiliki bakat alamiah dalam berbicara dan menulis jika mereka memilihnya sebagai pekerjaan. Mereka cenderung memperlakukan semua orang dengan baik, bahkan musuh mereka sendiri! Mereka tidak dikenal sebagai orang tegar yang berpegang pada pendiriannya. Akan sangat berguna jika mereka mau mengembangkan sedikit keberanian dan ketegasan, karena kelompok ini cenderung sangat mudah menyerah pada rintangan pertama. Mereka biasanya memperhitungkan dengan cermat segala tindakan yang akan mereka ambil. Dengan demikian muncullah pertanyaan: mengapa mereka sangat mudah terkecoh oleh penampilan seseorang atau sesuatu? Mereka adalah pelanggan impian para pedagang.

31. Minggu Legi

    Hanya sedikit orang yang diperkenankan mengetahui isi hati anda yang terdalam. Anda termasuk tipe orang yang tegas dan pendiam. Anda terlihat sangat tenang dan terkendali, bahkan saat anda terbakar amarah, senyuman misterius itu tidak akan pernah lepas dari bibir anda. Maka dari itu, pada saat anda melepaskan perasaan anda, baik cinta ataupun benci, hal itu akan menjadi pengalaman yang luar biasa bagi orang-orang di sekitar anda. Anda berwatak cerdik, bahkan terkadang licik, dan pandai dalam mengorek rahasia. Anda mudah tertarik pada hal yang aneh, mistis, atau misterius. Mencampuri urusan orang lain sangat menyenangkan bagi anda. Oleh karenanya, anda mungkin bisa menjadi seorang detektif, agen rahasia atau psikiater yang baik.

32. Senin Pahing

    Anda suka menyampaikan pendapat dengan tegas, dan tidak akan terpengaruh oleh omongan orang lain bila tidak menemukan alasan untuk mempercayainya. Meskipun demikian, anda adalah seorang yang perasa, jujur, beriba, dan bercita-cita tinggi. Anda adalah pekerja giat yang tidak suka menghambur-hamburkan hasil jerih payah. Cobalah untuk mengendalikan perasaan anda yang sensitif agar tidak selalu memasukkan dalam hati setiap perkataan atau tindakan orang lain.

33. Selasa Pon

    Kalangan ini sangat menyukai kemewahan. Tingkat pemborosan mereka biasanya tergantung pada kemampuan finansial yang ada, tetapi keinginan yang kuat akan kehidupan yang serba mewah akan selalu mereka rasakan. Meskipun cenderung untuk melindungi perasaan mereka sendiri, mereka dapat menjadi sangat setia dan murah hati kepada orang-orang yang sesuai dengan standar pribadi mereka. Akan tetapi, sekali anda dekat berarti anda telah menjadi milik mereka seutuhnya, dan karena kalangan ini sering terbawa kekhawatiran akan ancaman (nyata maupun khayalan) maka tidak mengherankan jika rasa cemburu selalu menyertai mereka dalam setiap hubungan. Meskipun mereka yang dilahirkan pada hari Selasa Pon terkenal bersifat tertutup, mereka dapat bersikap cukup ramah dalam kehidupan sosial. Barangkali anda tidak akan menduga bahwa mereka berpendirian sangat kaku.

34. Rabu Wage

    Secara umum, mereka yang lahir pada hari Rabu Wage bersifat baik hati dan ramah. Meskipun terkadang kata-kata mereka agak keras, mereka biasanya mudah bergaul dengan orang lain serta menjunjung tinggi kejujuran dan niat baik. Mereka suka menimbang pilihan mereka dengan cermat sebelum melaksanakannya, dan dalam hal ini mereka memiliki cukup banyak kebijaksanaan. Bisa saja mereka suka menikmati barang-barang dan pelayanan yang mewah, tetapi mereka bukan tipe pemboros. Mereka sangat menghargai uang mereka, dan terkadang beberapa dari mereka dapat bersikap sangat irit.

35. Kamis Kliwon

    Anda memiliki rencana-rencana besar dalam hidup anda. Bahkan, terkadang cita-cita anda sedikit terlalu besar sehingga anda menjadi korban dari imajinasi anda yang terlalu aktif saat keadaan berada diluar jangkauan anda. Meskipun demikian, anda tidak mudah menyerah, dan sikap anda yang optimis dan terhormat akan membuat anda diterima dengan baik oleh kebanyakan orang. Anda suka menjadi pemimpin, akan tetapi terlebih dulu anda harus mengendalikan kecenderungan anda untuk terlalu memasukkan hati ide dan tindakan orang lain yang mungkin berbeda dari sudut pandang anda.

Revolusi Spiritual Harus Lebih Tinggi Daripada Revolusi Mental

Gasud.com, Pendidikan Religi - Ketua Umum PBNU pada Sabtu, 29 November 2014 akan dikukuhkan menjadi profesor bidang tasawuf di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Tema besar yang dikemukakannya adalah revolusi spiritual. Kiai Said yang menghabiskan 12 tahun di Arab Saudi untuk menempuh penddikan tinggi sampai lulus doktor ini memang mengambil spesialisasi tentang kajian tasawuf. Bagaimana pemikirannya tentang revolusi spiritual ini, berikut wawancara Mukafi Niam dari NU Onlinedi gedung PBNU di tengah-tengah kesibukannya mempersiapkan pidato pengukuhan.

Apa yang dimaksud dengan revolusi spiritual?
Ini masih nyambung dengan pesantren, kalau mental kan akhlak, kalau spiritual lebih dari akhlak. Lebih tinggi. Ini sangat-sangat relevan dengan era globalisasi yang sangat mengkhawatirkan. Liberalisasi budaya, agama, hubungan seks, semuanya memprihatinkan sekali. Narkoba sudah masuk ke anak SD, ke orang miskin. Kalau dulu kan orang kaya saja karena mahal.

Gagasannya adalah bagaimana spiritualitas menjadi spirit semangat kehidupan kebangsaan, bagaimana tasawuf membangun spiritualitas yang kita jadikan tujuan. Saya ini bukan orang yang sholeh, tapi ingin menjadi orang yang baik. Arahnya ke sana. Idolanya saya, harus mengidolakan seorang yang spiritualitasnya mulia, aulia, ulama, solihin, saya sendiri masih jauh.

Apa yang dilakukan dengan revolasi spiritual ini?
Mari kita dalam hidup ini, bukan hanya ketika di masjid, di pasar, di jalan, mari kita mengutamakan spritualitas. Kalau akhlak sekedar pribadi luar, hormat orang tua, tetangga, tamu, membantu orang miskin,  Itu semuanya baik, tapi belum tentu spiritualitasnya baik. Akhlaknya baik. Kita membantu orang miskin yang didasarkan pada keikhlasan, ketulusan, tidak ingin pamer, tidak ingin balasan. Lha ini baru sufi. Nah, bagaimana spirit ini mewarnai spiritnya bangsa Indonesia, yang petani, buruh, pejabat dan lainnya menjalankan kewajibannya dengan didasari keikhlasan, apalagi kiainya, yang mengajar dan membimbing masyarakat.

Saya ini masih ngak karu-karuan, tapi idolanya saya ke sana, ke orang-orang yang sholeh. Berat, tapi bisa kalau ada niat. Apa sih bedanya kita dengan Imam Ghozali, sama-sama dilahirkan dengan kondisi seorang bayi yang bodoh, buta huruf, tapi beliau bisa menjadi sufi dan filosof besar. Apa sih bedanya kita dengan Sunan Gunung Jati, Sunan Ampel, waktu lahir juga ngak bisa apa-apa, menangis. Artinya kalau ada kemauan pasti bisa. Sama dengan membangun karir, membangun kebesaran kemuliaan spiritual. Kita bisa jadi wali kalau kita mau.

Ini soal penanaman nilai, kalau rajin ibadah belum tentu memiliki nilai spiritualitas?
Bukan berarti saya meremehkan ibadah, tapi belum tentu orang yang rajin ibadah itu sufi. Akhlakul karimah penting, tapi belum tentu orang yang sudah melakukan itu menjadi sufi. Bisa menjadi sufi kalau yang dilaukan tadi berdasarkan hati yang ikhlas.

Pencapaian nilai itu harus melalui pesantren atau ngaji atau apa?
Normatifnya ya pesantren atau mengikuti tarekat, tapi banyak orang jadi penjahat kemudian tobat langsung jadi wali seperti Ibrahim bin Adham, Sayyidah Rabiah Adawyah, penyanyi klub yang kemudian langsung menjadi wali. Ibrahim bin Adham, seorang anak raja yang melepaskan kebesaran kemewahannya langsung menjadi sufi, tetapi secara normal ya ada proses untuk mencapai spiritualitas yang tinggi. Ada juga para auia mencapai makom tinggi tanpa proses.

Apa mengikuti tarekat langsung jadi sufi atau wali?
Ngak, katakanlah anggotanya 10 ribu, kalau ada walinya 10 sudah bagus. Sama juga pesantren, seperti Lirboyo, dari 10 ribu santri, 100 yang sangat alim dan berakhlak saja itu sudah sangat bagus. Tarekat adalah lembaga pendidikan.

Pagar Nusa Mengkaji Soal Pembongkaran Makam Nabi

Gasud.com, Pencak Silat NU Pagar Nusa - Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa merangkai acara Istighotsah Rutin Selapanan dengan bahtsul masail mengenai wacana pembongkaran makam Rasulullah yang mencuat beberapa kali. Forum diskusi ini melibatkan Lembaga Bahtsul Masail NU (LBMNU), sejumlah pesantren, serta para kader Pagar Nusa. Wakil Ketua Pengurus Pusat LBMNU KH Arwani Faisal mengatakan, setidaknya ada lima kali percobaan perusakan makam Rasulullah oleh sekelompok orang tak bertanggung jawab tapi selalu gagal dengan sebab-sebab yang menunjukkan kemukjizatan Nabi. Namun demikian, pembahasan tetap perlu dilakukan karena wacana tentang pemindahan makam itu juga terus bergulir. “Apalagi dalam fiqih pengandaian-pengandaian terhadap peristiwa yang belum terjadi selalu relevan dibahas status hukumnya,” katanya saat memberi pengantar forum bahtsul masail.

Berbagai dalil al-Qur’an, Hadits, dan penjelasan kitab kuning dikemukakan pada diskusi tersebut. Forum bahtsul masail mengerucut pada pendapat haram memindahkan makam Nabi dengan alasan menjunjung tinggi kehormatan beliau, tak ada urgensi pemindahan, dan lain-lain. “Jika yang menjadi alasan pembongkaran adalah karena menyebabkan syirik, maka berarti pemerintah Arab Saudi (yang berencana menerapkan kebijakan tersebut) sudah su’udhan (berprasangka buruk) kepada para peziarah,” ujar salah peserta utusan dari NU Jakarta Barat. Sebelumnya, acara rutinan tiap Selasa Kliwon ini diisi dengan pembacaan istighotsah yang dipimpin mantan Ketua Umum PP PSNU Pagar Nusa KH Fuad Anwar. Hadir pula pada kesempatan itu anggota Dewan Khas PSNU Pagar Nusa KH Nuril Arifin, dan segenap pengurus Pagar Nusa. (Mahbib/Baskoro).
Sumber NU Online

Pelatihan Pelatih, Wasit, Juri, PSNU Pagar Nusa Jawa Timur

Gasud.com, PW PSNU Pagar Nusa Jawa Timur - Untuk mencapai prestasi di tingkat nasional maupun internasional diperlukan pembinaan dari tingkat dasar sampai dengan tingkat atas. Selain pembinaan terhadap atlet berbakat, pembinaan terhadap Pelatih juga sangat perlu dilakukan guna meningkatkan kualitas latihan. Oleh karena keberhasilan untuk mencapai prestasi optimal diperlukan kerjasama yang baik antara atlet berbakat, pelatih, wasit juri, dan organisasi terkait. Pelatih profesional sangat diperlukan dalam proses pembinaan atlet berpotensi. Oleh karena, pelatih merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam proses pembinaan olahraga prestasi. Kesalahan dalam merencanakan dan menyusun program latihan yang diterapkan dalam proses latihan akan menyebabkan kegagalan dalam meraih prestasi puncak. Untuk itu, kemampuan pelatih harus selalu ditingkatkan dan dikembangkan, diantaranya dengan cara mengikuti kegiatan-kegiatan pelatihan, penataran maupun coaching clinic.
Keberhasilan pola pembinaan selain dikarenakan adanya atlet berbakat, juga tergantung pada kualitas pelatih yang menangani selama dalam proses berlatih melatih. Artinya, agar proses pembinaan dapat berjalan dengan lancar diperlukan kerjasama yang baik antara atlet berbakat dengan pelatih berkualitas. Pelatih dapat dikatakan berkualitas apabila dapat memimpin dan memberikan latihan secara terprogram. Jawa Timur merupakan salah satu propinsi yang banyak memiliki potensi, khususnya pada cabang pencak silat. Kualitas kejuaraan pencak silat Pagar Nusa Jawa Timur relatif belum menunjukkan perkembangan yang signifikan dikarenakan sistem pembinaan yang masih bersifat klasikal dan tradisional. Dengan demikian diperlukan pelatihan untuk meningkatkan kualitas kemampuan pelatih sehingga dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

PELATIHAN PELATIH DAN WASIT JURI PENCAK SILAT NU PAGAR NUSA JAWA TIMUR 2014
Kegiatan ini dilaksanakan pada :
Hari : Sabtu - Kamis
Tanggal : 22 – 27 November 2014
Waktu : 15.00 WIB - selesai
Tempat : Pondok Pesantren MAMBAUL IHSAN
Desa Banyu Urip Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik

Persyaratan Peserta
Persyaratan peserta Pelatihan Pelatih dan Penataran Wasit Juri Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Timur adalah sebagai berikut :
1. Berusia minimal 20 - 45 tahun
2. Tinggi badan minimal 160 cm(untuk peserta Laki-laki), dan 155 cm (untuk peserta Perempuan)
3. Pendidikan formal minimal MA/SMA/SMK/Sederajat.
4. Tiap cabang (kabupaten/kota) dan UKM mengirimkan atau mendelegasikan minimal 3 orang untuk peserta Pelatihan Pelatih dan 2 orang untuk peserta Pelatihan Wasit Juri
5. Menyerahkan surat rekomendasi dari Pimpinan Cabang
6. Perwakilan dari UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dengan membawa rekomendasi dari Perguruan Tinggi yang bersangkutan
7. Biaya pendaftaran sebesar Rp 500.000,- (Lima Ratus Ribu Rupiah) per orang/peserta, dengan fasilitas sebagai berikut: buku materi pelatihan, seragam Pelatih / Wasit-Juri, Sertifikat Pelatih, KTA, Konsumsi
8. Menyerahkan foto berseragam silat ukuran 3x4 2 lembar

Pendaftaran bagi calon peserta Pelatihan Pelatih dan Wasit-Juri PSNU

Pagar Nusa Jawa Timur dimulai sejak proposal ini di terbitkan sampai batas akhir tanggal 15 November 2014 di kantor PW PSNU PAGAR NUSA JATIM Jl. Masjid Al Akbar Timur no. 9 Surabaya

Untuk keterangan selengkapnya bisa dibaca Proposal yang sudah ada DISINI

Ngaji Kahanan

Gasud.com, Ngaji itu gak harus di masjidataupun musholla, tapi yang namanya ngaji itu bisa dimanapun dan g harus ngaji kitab. Karena ngaji bersama alam juga banyak manfaat srta faedahnya untuk mengenali jatidiri kita bahwa betapa besarnya kekuasaan Alloh dan betapa kecilnya kita dialam ini.
Ya, kita memang sudah bangkit, kita sudah melek, kita sudah nglilir dari tidur yang panjang! Beribu-ribu kaum muda, berjuta-juta rakyat sudah bangkit dan memenuhi jalanan, membanjiri sejarah dengan semangat menguak kemerdekaan yang terlalu lama diidam idamkan. Akan tetapi, mungkin karena terlalu lama kita tidak merdeka,  sekarang kita tidak begitu mengerti bagaimana cara mengerjakan kemerdekaan, sehingga kita tidak paham beda antara demokrasi dan anarki. Terlalau lama kita tidak boleh berfikir  lantas sekarang hasil fikiran kita kliru-kliru, sehingga tidak sanggup membedakan mana asap mana api, mana nasi dan mana TINJA, terlalu lama kita hidup di dalam ketidak menentuan nilai,  lantas sekarang semakin kabur pandangan kita atas nilai-nilai yang berlaku di dalam diri kita sendiri, sehingga yg kita jadikan pedoman kebenaran hanyalah kemauan kita sendiri, nafsu kita sendiri, kepentingan kita sendiri. Terlalau lama kita hidup dalam kegelapan, sehingga kita tidak begitu mengerti bagaimana cara melayani cahaya, dan disaat kegelapan gerhana rembulan yang membikin kita buntu sekarang, kita junjung-junjung pengkhianat dan kita buang-buang pahlawan, KITA BELA KELICIKAN DAN KITA CURIGAI KETULUSAN.

Sekilas Tentang Tarian Sufi

Gasud.com, Ponorogo Tari sufi atau whirling dance adalah karya seorang sufis dari Turki, Jalaludin Rumi. Tari ini merupakan bentuk ekspresi dari rasa cinta, kasih dan sayang seorang hamba kepada Allah Swt dan Rasul Allah Nabi Muhammad saw. Gerakan tubuh yang memutar tubuh berlawanan arah dengan jarum jam, merupakan bentuk penyatuan diri dengan Sang Pencipta. Umumnya tarian sufi dilakukan pria Turki secara berkelompok, sebagai ekspresi seorang pencari Tuhan saat bertemu dengan sang kekasih yang maha suci dan ketika merasakan kasih meletup-letup dari dalamnya perasaan dan ditransfer menjadi energi gerak dalam bentuk tari. Ketika penari melakukan tarian dengan cara berputar, semakin lama putaran semakin cepat dan penari mengalami Ekstase. Kalangan sufi memahami keadaan ekstase tersebut sebagai tingkat pencapaian perasaan penyatuan dengan Tuhan. Bukan Gagal Maksud lg bahwa gerakan tari yang tercipta diyakini bukan dari diri si penari tetapi berasal dari kelembutan jiwa yang berserah diri pada Sang Pencipta.

Undang Undang Ilmu Perdukunan Di RUU KUHP

Inilah Bunyi Pasal 293 Yang Mengatur Ilmu Perdukunan di RUU KUHP - Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang tengah digodok Dewan Perwakilan Rakyat ternyata mengandung unsur santet. Dalam rancangan undang-undang yang diajukan pemerintah tersebut, pasal 293 mengatur penggunaan ilmu hitam ini.

Berikut ini bunyi Pasal 293 tersebut:

    (1). Setiap orang yang menyatakan dirinya mempunyai kekuatan gaib, memberitahukan harapan, menawarkan, atau memberikan bantuan jasa kepada orang lain bahwa karena perbuatannya dapat menimbulkan penyakit, kematian, penderitaan mental atau fisik seseorang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV.

    (2) Jika pembuat tindak pidana sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) melakukan perbuatan tersebut untuk mencari keuntungan atau menjadikan sebagai mata pencaharian atau kebiasaan, maka pidananya dapat ditambah dengan 1/3 (satu per tiga).

Ahli hukum pidana, Barda Nawawi Arief, yang ikut menyusun beleid itu mengatakan, pasal tersebut merupakan perluasan dari Pasal 162 KUHP yang mengatur larangan membantu tindak pidana. Bunyinya:

"Barang siapa di muka umum dengan lisan atau tulisan menawarkan untuk memberi keterangan, kesempatan, atau sarana guna melakukan tindak pidana, diancam dengan pidana penjara paling lama 9 bulan atau pidana denda paling banyak Rp 400.500."

Pasal 545
(1) Barang siapa menjadikan sebagai pencariannya untuk menyatakan peruntungan seseorang, untuk mengadakan peramalan atau penafsiran impian, diancam dengan pidana kurungan paling lama enam hari atau pidana denda paling banyak tiga ratus rupiah.
(2) Jika ketika melakukan pelanggaran belum lewat satu tahun sejak adanya pemidanaan yang menjadi tetap karena pelanggaran yang sama, pidananya dapat dilipatduakan.
Pasal 546
Diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah:
1. Diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah:
2. barang siapa menjual, menawarkan, menyerahkan, membagikan atau mempunyai persediaan untuk dijual atau dibagikan jimat-jimat atau benda-benda yang dikatakan olehnya mempunyai kekuatan gaib;
3. barang siapa mengajar ilmu-ilmu atau kesaktian-kesaktian yang bertujuan menimbulkan kepercayaan bahwa melakukan perbuatan pidana tanpa kemungkinan bahaya bagi diri sendiri.
Pasal 547
Seorang saksi, yang ketika diminta untuk memberi keterangan di bawah sumpah menurut ketentuan undang-undang, dalam sidang pengadilan memakai jimat-jimat atau benda- benda sakti, diancam dengan pidana kurungan paling lama sepuluh hari atau pidana denda paling banyak tujuh ratus lima puluh rupiah.

Supermarket Penjual Alat Perdukunan

Sobat gasud sang gagal maksud tentu sudah sering pergi ke supermarket untuk mencari kebutuhan sehari-hari, namun apa jadinya jika ada supermarket yang menyediakan perlengkapan dukun. Dan itu hanya ada di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Tidak semua warga Tulungagung mengetahui jika sebuah rumah di Desa Ngrendeng, Kecamatan Ngondang, merupakan supermarket. Namun bukan supermarket penyedia kebutuhan rumah tangga, melainkan supermarket dukun. Ya rumah milik Mbah Lamidi itu menyediakan berbagai kebutuhan perlengkapan dukun atau keperluan paranormal. Menurut Lamidi, perlengkapan supranatural yang dipajang di supermarketnya antara lain minyak wangi, rajah, batu akik, bambu tempuk, kemenyan tengkorak, dan keris serta yang lainnya. Supermarket yang berdiri sejak 20 tahun itu juga menyediakan uang Soekarno yang konon biasa digunakan untuk pesugihan atau pelaris. Sedangkan yang paling laris diburu konsumen adalah minyak wangi Japaron dan malaikat Subuh. “Iya sejenis minyak-minyak yang laris. Mereka yang datang sudah memiliki pengertian dan pengalaman mumpuni,” kata Lamidi, Selasa (19/3/2013). Kakek berusia 77 tahun itu mengaku berjualan perlengkapan dukun sejak tahun 1973. Untuk menjaga privasi konsumen, dia memutuskan membuka supermarket dukun di rumahnya sejak tahun 1993 lalu. Pembeli yang datang tidak terbatas warga Tulungagung, namun juga dari luar pulau Jawa, seperti Bali, Kalimantan dan Sumatera. Tak hanya itu, warga Indonesia yang menetap di Jepang juga tak mau ketinggalan menjadi pelanggan setianya. “Pelanggan ada banyak tidak terbatas di Jawa saja, namun yang dari luar negeri juga datang ke sini, ” tambahnya. Menurutnya, pembeli tidak hanya dukun atau paranormal saja. Namun sejumlah tokoh agama dan warga biasa juga turut berbelanja untuk memagari rumah secara supranatural. Selain itu, barang- barang tersebut juga dapat digunakan untuk tumbal atau tolak balak dan lancar dalam berkerja. Barang-barang yang disediakan di supermarket, kata Lamidi, semua untuk berbuat kebaikan, namun bila ada yang menyalah gunakan untuk ilmu hitam maka dikembalikan kepada ke orang tersebut. “Untuk ilmu hitam tidak ada. Kami hanya menyediakan alat-alat saja, kalau digunakan untuk berbuat tidak baik, ya itu kembali kepada masing masing orangnya,” terangnya. Menurut bapak empat anak itu, perlengkapan dukun yang disediakan merupakan barang-barang baru, namun dalam pembuatanya tetap menggunakan pakem, sehingga masih memiliki khasiat. Kendati demikian, Lamidi mengatakan benda dianggap memiliki tuah bergantung pada keyakinan masing-masing. Nah, apakah Anda mempercayai hal-hal seperti itu? Semuanya kembali kepada keyakinan dan iman Anda.

Nama Resmi Pagar Nusa Tanpa Menggunakan "IKATAN"


 
Gasud.com, Pagar Nusa yang dulunya Lembaga Pencak Silat NU Pagar Nusa telah berubah menjadi Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa, dan kini telah ada perubahan lagi yaitu tidak menggunakan lagi kata "IKATAN". Masih banyak cabang-cabang dan wilayah mencantumkan “ikatan” pada badan otonom (Banom) NU Pagar Nusa. Padahal, sejak Muktamar NU Makassar tahun 2010, resmi diubah. Yang benar adalah Pencak Silat NU Pagar Nusa. Menurut Pimipinan Pusat Pencak Silat NU pagar Nusa, Suadi Pranoto, keputusan itu dikukuhkan kembali  pada Konferensi Besar (Konbes) NU Kempek, Cirebon 2012, pada komisi organisasi bahwa “Ikatan” sudah sudah tidak digunakan lagi.

Menurut Suadi, sebab utama membuang kata “Ikatan” merupakan keinginan para pendiri organisasi bahwa Pagar Nusa adalah wadah pesilat Nahdliyin. “Juga untuk menghindari keslahpahaman dari pihak lain agar Pagar Nusa tidak ditafsirkan sebagai ikatan perguruan,” katanya kepada NU Online, di Jakarta. Dengan demikian, kepada wilayah dan cabang-cabang yang masih mencantumkan “Ikatan” untuk segera menggantinya.


Jongko Joyoboyo

· Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran ; Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda. · Tanah Jawa kalungan wesi ; Pulau Jawa berkalung besi. · Prahu mlaku ing dhuwur awang- awang ; Perahu berjalan di angkasa. · Kali ilang kedhunge ; Sungai kehilangan mata air. · Pasar ilang kumandhang ; Pasar kehilangan suara. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak ; Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat. · Bumi saya suwe saya mengkeret ; Bumi semakin lama semakin mengerut. · Sekilan bumi dipajeki ; Sejengkal tanah dikenai pajak. · Jaran doyan mangan sambel ; Kuda suka makan sambal. · Wong wadon nganggo pakeyan lanang ; Orang perempuan berpakaian lelaki. · Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman ; Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak- balik · Akeh janji ora ditetepi ; Banyak janji tidak ditepati. · keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe ; Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri. · Manungsa padha seneng nyalah ; Orang- orang saling lempar kesalahan. · Ora ngendahake hukum Hyang Widhi ; Tak peduli akan hukum Hyang Widhi. · Barang jahat diangkat-angkat ; Yang jahat dijunjung-junju ng. · Barang suci dibenci ; Yang suci (justru) dibenci. · Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit ; Banyak orang hanya mementingkan uang. · Lali kamanungsan ; Lupa jati kemanusiaan. · Lali kabecikan ; Lupa hikmah kebaikan. · Lali sanak lali kadang ; Lupa sanak lupa saudara. · Akeh bapa lali anak ; Banyak ayah lupa anak. · Akeh anak wani nglawan ibu ; Banyak anak berani melawan ibu. · Nantang bapa ; Menantang ayah. · Sedulur padha cidra ; Saudara dan saudara saling khianat. · Kulawarga padha curiga ; Keluarga saling curiga. · Kanca dadi mungsuh ; Kawan menjadi lawan. · Akeh manungsa lali asale ; Banyak orang lupa asal-usul. · Ukuman Ratu ora adil ; Hukuman Raja tidak adil · Akeh pangkat sing jahat lan ganjil ; Banyak pejabat jahat dan ganjil · Akeh kelakuan sing ganjil ; Banyak ulah- tabiat ganjil · Wong apik-apik padha kapencil ; Orang yang baik justru tersisih. · Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin ; Banyak orang kerja halal justru merasa malu. · Luwih utama ngapusi ; Lebih mengutamakan menipu. · Wegah nyambut gawe ; Malas untuk bekerja. · Kepingin urip mewah ; Inginnya hidup mewah. · Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka ; Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka. · Wong bener thenger-thenger ; Orang (yang) benar termangu-mangu. · Wong salah bungah ; Orang (yang) salah gembira ria. · Wong apik ditampik-tampik ; Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong) . · Wong jahat munggah pangkat ;Orang (yang) jahat naik pangkat. · Wong agung kasinggung ; Orang (yang) mulia dilecehkan · Wong ala kapuja ; Orang (yang) jahat dipuji-puji. · Wong wadon ilang kawirangane ; perempuan hilang malu. · Wong lanang ilang kaprawirane ; Laki- laki hilang jiwa kepemimpinan. · Akeh wong lanang ora duwe bojo ; Banyak laki-laki tak mau beristri. · Akeh wong wadon ora setya marang bojone ; Banyak perempuan ingkar pada suami. · Akeh ibu padha ngedol anake ; Banyak ibu menjual anak. · Akeh wong wadon ngedol awake ; Banyak perempuan menjual diri. · Akeh wong ijol bebojo ; Banyak orang gonta-ganti pasangan. · Wong wadon nunggang jaran ; Perempuan menunggang kuda. · Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu. · Randha seuang loro ; Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen). · Prawan seaga lima ; Lima perawan lima picis. · Dhudha pincang laku sembilan uang ; Duda pincang laku sembilan uang. · Akeh wong ngedol ngelmu ; Banyak orang berdagang ilmu. · Akeh wong ngaku-aku ; Banyak orang mengaku diri. · Njabane putih njerone dhadhu ; Di luar putih di dalam jingga. · Ngakune suci, nanging sucine palsu ; Mengaku suci, tapi palsu belaka. · Akeh bujuk akeh lojo ; Banyak tipu banyak muslihat. · Akeh udan salah mangsa ; Banyak hujan salah musim. · Akeh prawan tuwa ; Banyak perawan tua. · Akeh randha nglairake anak ; Banyak janda melahirkan bayi. · Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne ; Banyak anak lahir mencari bapaknya. . Agama akeh sing nantang ; Agama banyak ditentang. · Prikamanungsan saya ilang ; Perikemanusiaan semakin hilang. · Omah suci dibenci ; Rumah suci dijauhi. · Omah ala saya dipuja ; Rumah maksiat makin dipuja. · Wong wadon lacur ing ngendi-endi ; Perempuan lacur dimana-mana. · Akeh laknat ; Banyak kutukan · Akeh pengkianat ; Banyak pengkhianat. · Anak mangan bapak ;Anak makan bapak. · Sedulur mangan sedulur ;Saudara makan saudara. · Kanca dadi mungsuh ;Kawan menjadi lawan. · Guru disatru ; Guru dimusuhi. · Tangga padha curiga ; Tetangga saling curiga. · Kana-kene saya angkara murka ; Angkara murka semakin menjadi-jadi. · Sing weruh kebubuhan ; Barangsiapa tahu terkena beban. · Sing ora weruh ketutuh ; Sedang yang tak tahu disalahkan. · Besuk yen ana peperangan ; Kelak jika terjadi perang. · Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor ; Datang dari timur, barat, selatan, dan utara. · Akeh wong becik saya sengsara ; Banyak orang baik makin sengsara. · Wong jahat saya seneng ; Sedang yang jahat makin bahagia. · Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul ; Ketika itu burung gagak dibilang bangau. · Wong salah dianggep bener ; Orang salah dipandang benar. · Pengkhianat nikmat ; Pengkhianat nikmat. · Durjana saya sempurna ; Durjana semakin sempurna. · Wong jahat munggah pangkat ; Orang jahat naik pangkat. · Wong lugu kebelenggu ; Orang yang lugu dibelenggu. · Wong mulya dikunjara ; Orang yang mulia dipenjara. · Sing curang garang ; Yang curang berkuasa. · Sing jujur kojur ; Yang jujur sengsara. · Pedagang akeh sing keplarang ; Pedagang banyak yang tenggelam. · Wong main akeh sing ndadi ; penjudi banyak merajalela. · Akeh barang haram ; Banyak barang haram. · Akeh anak haram ; Banyak anak haram. · Wong wadon nglamar wong lanang ; Perempuan melamar laki-laki. · Wong lanang ngasorake drajate dhewe ; Laki-laki memperhina derajat sendiri. · Akeh barang-barang mlebu luang ; Banyak barang terbuang-buang. · Akeh wong kaliren lan wuda ; Banyak orang lapar dan telanjang. · Wong tuku ngglenik sing dodol ; pembeli membujuk penjual. · Sing dodol akal okol ; Si penjual bermain siasat. · Wong golek pangan kaya gabah diinteri ; Mencari rizki ibarat gabah ditampi. · Sing kebat kliwat ; yang tangkas lepas. · Sing telah sambat ; Yang terlanjur menggerutu. · Sing gedhe kesasar ; Yang besar tersasar. · Sing cilik kepleset ; Yang kecil terpeleset. · Sing anggak ketunggak ; Yang congkak terbentur. · Sing wedi mati ; Yang takut mati. · Sing nekat mbrekat ; Yang nekat mendapat berkat. · Sing jerih ketindhih ; Yang hati kecil tertindih · Sing ngawur makmur ; Yang ngawur makmur · Sing ngati-ati ngrintih ; Yang berhati-hati merintih. · Sing ngedan keduman ; Yang main gila menerima bagian. · Sing waras nggagas ; Yang sehat pikiran berpikir. · Wong tani ditaleni ; Orang (yang) bertani diikat. · Wong dora ura-ura ; Orang (yang) bohong berdendang. · Ratu ora netepi janji, musna panguwasane ; Raja ingkar janji, hilang wibawanya. · Bupati dadi rakyat ; Pegawai tinggi menjadi rakyat. · Wong cilik dadi priyayi ; Rakyat kecil jadi priyayi. · Sing mendele dadi gedhe ; Yang curang jadi besar. · Sing jujur kojur ; Yang jujur celaka. · Akeh omah ing ndhuwur jaran ; Banyak rumah di punggung kuda. · Wong mangan wong ; Orang makan sesamanya. · Anak lali bapak ; Anak lupa bapa. · Wong tuwa lali tuwane ; Orang tua lupa ketuaan mereka. · Pedagang adol barang saya laris ; Jualan pedagang semakin laris. · Bandhane saya ludhes ; Namun harta mereka makin habis. · Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan ; Banyak orang mati lapar di samping makanan. · Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara ; Banyak orang berharta tapi hidup sengsara. · Sing edan bisa dandan ; Yang gila bisa bersolek. · Sing bengkong bisa nggalang gedhong ; Si bengkok membangun mahligai. · Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil ; Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih. · Ana peperangan ing njero ; Terjadi perang di dalam. · Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham ; Terjadi karena para pembesar banyak salah faham. · Durjana saya ngambra-ambra ; Kejahatan makin merajalela. · Penjahat saya tambah ; Penjahat makin banyak. · Wong apik saya sengsar ; Yang baik makin sengsara. · Akeh wong mati jalaran saka peperangan ; Banyak orang mati karena perang. · Kebingungan lan kobongan ; Karena bingung dan kebakaran. · Wong bener saya thenger-thenger ; Si benar makin tertegun. · Wong salah saya bungah-bungah ; Si salah makin sorak sorai. · Akeh bandha musna ora karuan lungane ; Banyak harta hilang entah ke mana · Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe ; Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa. · Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram ; Banyak barang haram, banyak anak haram. · Bejane sing lali, bejane sing eling ; Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar. · Nanging sauntung-untung e sing lali ; Tapi betapapun beruntung si lupa. · Isih untung sing waspada ; Masih lebih beruntung si waspada. · Angkara murka saya ndadi ; Angkara murka semakin menjadi. · Kana-kene saya bingung ; Di sana-sini makin bingung. · Pedagang akeh alangane ; Pedagang banyak rintangan. · Akeh buruh nantang juragan ; Banyak buruh melawan majikan. · Juragan dadi umpan ; Majikan menjadi umpan. · Sing suwarane seru oleh pengaruh ; Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh. · Wong pinter diingar-ingar ; Si pandai direcoki. · Wong ala diuja ; Si jahat dimanjakan. · Wong ngerti mangan ati ; Orang yang mengerti makan hati. · Bandha dadi memala ; artabenda menjadi penyakit · Pangkat dadi pemikat ; Pangkat menjadi pemukau. · Sing sawenang-wenang rumangsa menang ; Yang sewenang-wenang merasa menang · Sing ngalah rumangsa kabeh salah ; Yang mengalah merasa serba salah. · Ana Bupati saka wong sing asor imane ; Ada raja berasal orang beriman rendah. · Patihe kepala judhi ; Maha menterinya benggol judi. · Wong sing atine suci dibenci ; Yang berhati suci dibenci. · Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat ; Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa. · Pemerasan saya ndadra ; Pemerasan merajalela. · Maling lungguh wetenge mblenduk ; Pencuri duduk berperut gendut. . Pitik angrem saduwure pikulan ; Ayam mengeram di atas pikulan. · Maling wani nantang sing duwe omah ; Pencuri menantang si empunya rumah. · Begal pada ndhugal ; Penyamun semakin kurang ajar. · Rampok padha keplok-keplok ; Perampok semua bersorak-sorai. · Wong momong mitenah sing diemong ; Si pengasuh memfitnah yang diasuh · Wong jaga nyolong sing dijaga ; Si penjaga mencuri yang dijaga. · Wong njamin njaluk dijamin ; Si penjamin minta dijamin. · Akeh wong mendem donga ; Banyak orang mabuk doa. · Kana-kene rebutan unggul ; mana-mana berebut menang. · Angkara murka ngombro-ombro ; Angkara murka menjadi-jadi. · Agama ditantang ; Agama ditantang. · Akeh wong angkara murka ; Banyak orang angkara murka. · Nggedhekake duraka ; Membesar- besark an durhaka. · Ukum agama dilanggar ; Hukum agama dilanggar. · Prikamanungsan di-iles-iles ; Perikemanusiaan diinjak-injak. · Kasusilan ditinggal ; Tata susila diabaikan. · Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi ; Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi. · Wong cilik akeh sing kepencil ; Rakyat kecil banyak tersingkir. · Amarga dadi korbane si jahat sing jajil ; Karena menjadi kurban si jahat si laknat. · Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit ; Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit. · Lan duwe prajurit ; Dan punya prajurit. · Negarane ambane saprawolon ; Lebar negeri seperdelapan dunia. · Tukang mangan suap saya ndadra ; Pemakan suap semakin merajalela. · Wong jahat ditampa ; Orang jahat diterima. · Wong suci dibenci ; Orang suci dibenci. · Timah dianggep perak ; Timah dianggap perak. · Emas diarani tembaga ; Emas dibilang tembaga · Dandang dikandakake kuntul ; Gagak disebut bangau. · Wong dosa sentosa ; Orang berdosa sentosa. · Wong cilik disalahake ; Rakyat jelata dipersalahkan. · Wong nganggur kesungkur ; Si penganggur tersungkur. · Wong sregep krungkep ; Si tekun terjerembab. · Wong nyengit kesengit ; Orang busuk hati dibenci. · Buruh mangluh ; Buruh menangis. · Wong sugih krasa wedi ; Orang kaya ketakutan. · Wong wedi dadi priyayi ; Orang takut jadi priyayi. · Senenge wong jahat ; Berbahagialah si jahat. · Susahe wong cilik ; Bersusahlah rakyat kecil. · Akeh wong dakwa dinakwa ; Banyak orang saling tuduh. · Tindake manungsa saya kuciwa ; Ulah manusia semakin tercela. · Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi ; Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai. · Wong Jawa kari separo ; Orang Jawa tinggal setengah. · Landa-Cina kari sejodho ; Belanda-Cina tinggal sepasang. · Akeh wong ijir, akeh wong cethil ; Banyak orang kikir, banyak orang bakhil. · Sing eman ora keduman ; Si hemat tidak mendapat bagian. · Sing keduman ora eman ; Yang mendapat bagian tidak berhemat. · Akeh wong mbambung ; Banyak orang berulah dungu. · Akeh wong limbung ; Banyak orang limbung. · Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka ; Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman. ket ; Jangka Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang salah satunya dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kadiri. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa yg dilestarikan secara turun temurun oleh para pujangga .Asal Usul utama serat jangka Jayabaya dapat dilihat pada kitab Musasar yg digubah oleh Sunan Giri Prapen. Sekalipun banyak keraguan keaslianya tapi sangat jelas bunyi bait pertama kitab Musasar yg menuliskan bahwasanya Jayabayalah yg membuat ramalan-ramalan tersebut.

Kemuliaan Melakukan Wirid

Gasud.com, wirid adalah suatu amalan untuk selalu mengingat Alloh SWT, dan amalan wirid ini sngat dianjurkan bagi setiap kaum muslimin dan muslimat agar supaya senantiasa selalu ingat kepada Sang Kholiq. Sekalian hamba-hamba Allah yang shaleh di mana lahiriah mereka dihiasi dengan syariat dan bathiniah mereka diisi dengan marifat, pastilah sekalian waktu mereka dalam hidup tidak ada yang sia-sia, tetapi adalah penuh berisi dengan berbagai amal ibadat. Dan bagaimana dengan amal shaleh yang menghiasi waktu-waktu mereka itu, yang mulia Imam Ibnu Athaillah Askandary telah mengungkapkan dalam Kalam Hikmah beliau sebagai berikut: “Tidaklah menganggap remeh akan wirid melainkan orang-orang yang jahil. Bermula Al-Waarid itu didapat di negeri akhirat. Sedangkan Al-Wirdu itu terlipat ia dengan sebab terlipatnya kampung dunia ini. Dan sepatut-sepatut sesuatu yang mementingkan seseorang dengannya ialah sesuatu yang tidak dapat menggantikan adanya Al-Wirdu yang Allah menuntut wirid bagi anda, sedangkan Al-Waarid anda yang memohonkan dari Allah. Dan dimanakah sesuatu yang Allah menuntutnya dari anda (apabila dibandingkan) dari sesuatu yang bermula dariNya itu tujuan anda pada sesuatu itu.” Dalam ilmu Tasawuf ada istilah Al-Wirdu, di mana dalam bahasa Indonesia sering disebut dengan perkataan “wirid”. Al-Wirdu itu ialah: “Segala amal shaleh yang mendekatkan seseorang kepada Allah yang Maha Megah dan Maha Pengampun.”
Atau dalam definisiyang lain adalah sebagai berikut: “Segala amal shaleh yang terisilah segala waktu dengannya dan tercegah segala anggota dengan sebabnya pada jatuh ke dalam segala sesuatu yang tidak baik.”

Jadi yang dimaksud dengan Al-Wirdu ialah amal shaleh apa saja yang bersifat ibadat atau yang dianggap baik untuk mencari keridhaan Allah dan untuk menghampirkan diri kepada Allah s.w.t.
Apakah amal shaleh itu sifatnya lahiriah atau sifatnya bathiniah. Apabila amal-amal shaleh itu ditetapkan mengerjakannya pada waktu-waktu tertentu, berarti terisilah waktu-waktu itu dengan hal-hal yang baik dan jauh segala anggota kita pada mengerjakan segala sesuatu yang tidak diinginkan menurut agama. Misalnya dari Al-Wirdu ialah, seperti menetapkan sembahyang Dhuha pada waktunya, menetapkan membaca Al-Quran sehari semalam sekian banyaknya, mengajar ilmu agama pada waktu-waktu tertentu dengan ikhlas tanpa memungut biaya, sembahyang malam sekian rakaat dan sebagainya. Maka mengisi waktu dengan amalan shaleh secara kontiniu, tetap tekun dan yakin, sehingga tidak pernah tinggal, dan kalau tinggal diqadha’. Yang begitu itu adalah disebut dengan Al-Wirdu atau wirid.
Contoh yang bersifat bathin, seperti pada waktu khusus apakah di siang hari atau malam hari kita tafakur mengingat segala dosa yang telah kita kerjakan, kita minta ampun kepada Allah s.w.t. dan kita berzikir dalam hati mengingati Allah s.w.t. serta mengharapkan keridhaanNya.
II. Istilah Tasawuf yang kedua yang kita lihat dalam Kalam Hikmah ini ialah perkataan “Al-Waarid”. Yang dimaksud dengannya ialah :
“Sesuatu yang datang atas bathin si hamba berupa hal-hal yang halus dan nur, maka dengannya menjadi lapanglah dadanya dan bersinarlah hatinya.”
Maksudnya dengan sebab amal-amal shaleh yang kita kerjakan sehingga tidak pernah kita tinggalkan, adalah merupakan jalan di mana Allah s.w.t. akan mendatangkan (melimpahkan) ke dalam hati hambaNya nur-nur yang tak dapat dilihat oleh mata dan dijangkau oleh perasaan, tetapi yang terang, hati kita telah dilimpahkan ilmu ketuhanan sehingga iman kita terbuka melihat hakikat hikmah alam maya pada ini dan hati kita bersinar dengannya. Yang begini ini adalah disebut dengan “Al-Waarid”. Jadi apabila Al-Wirdu merupakan amaliah manusia dan ‘ubudiyahnya kepada Allah s.w.t., maka Al-Waarid berarti kemuliaan yang diberikan Allah kepada manusia dengan berkah amal shalehnya itu.
III. Al-Wirdu patut menjadi perhatian kita manusia sebagai hamba Allah. Sebab hal keadaannya adalah karena dua hal:
(1). Al-Wirdu itu kesempatannya, waktunya dan tempatnya hanya khusus di dunia saja, tidak di akhirat. Sebab itu apabila dunia ini masih ada, maka masih ada kesempatanlah mengerjakan Al-Wirdu atau wirid, yakni masih ada kesempatan membaca Al-Quran, bersalawat, sembahyang, berzikir, berwaqaf, bersedekah dan sebagainya. Tetapi demi dunia ini sudah tidak ada lagi, ataudemi umur kita sudah sampai, atau demi waktu untuk menerima ibadat sudah tidak ada lagi, maka tidak ada artinya segala wirid yang tersebut tadi.
Oleh sebab itu sepantasnya bagi kita memperbanyak ibadat yang bersifat istiqamah di dunia ini selama masih ada kesempatan, karena kita masih hidup. Tetapi apabila waktu-waktu yang diharapkan untuk dapat beribadat di dalamnya telah berlalu dan telah
luput atau umur kita sudah sampai ajalnya, maka pastilah tidak akan mungkin untuk mengejar dan mengganti amal shaleh yang telah luput itu.
III. (2) Hak Tuhan atas kita ialah Al-Wirdu itu. Sedangkan hak kita pada Allah ialah mendapat pahala dan kurnia dariNya atas amal shaleh yang kita kerjakan itu. Karena itu yang lebih patut dan layak ialah supaya kita melaksanakan hak Tuhan atas kita, karena dengan demikian pasti Allah dengan sifatNya yang Maha Murah akan memperhatikan kita. Dan alangkah tidak patut dan tidak kena pada tempatnya, kita mendahulukan diri kita memohon kepada Allah supaya Allah memberikan kurniaNya atas kita sedangkan hak-hakNya tidak menjadi perhatian kita dan kita tidak serius mengamalkannya.
Apabila demikian pentingnya Al-Wirdu sebagai jalan atas datangnya Al-Waarid, teranglah bagi kita bahwa orang-orang yang meremehkan Al-Wirdu, tidak memperhatikan dengan serius atau meninggalkan sama sekali adalah orang-orang bodoh dan orang-orang jahil, betul-betul jahil. Sebab orang-orang itu tidak sampai ilmunya atau tidak sampai perasaannya pada merasakan dengan keyakinan hikmah yang terkandung di dalam Al-Wirdu itu. Tetapi apabila perasaannya sampai pada menanggapi bahwa Al-Wirdu itu menimbulkan kesucian bathin dan mendatangkan cahaya iman, yakin dan makrifat, pasti dia tidak akan memandang ringan dan meremehkan Al-Wirdu itu. Oleh sebab itu cuma rindu semata-mata dan cuma ingin untuk mendapatkan Al-Waarid dari Allah tetapi tidak mau bersama mencari jalan-jalannya adalah jahil dan bodoh.
IV. Inilah sebabnya kita melihat para ulama besar dan hamba-hamba Allah yang shaleh selalu dalam istiqamah, tekun dan kontiniu dalam beramal dan beribadat, sehingga waktu-waktu mereka tidak sunyi dari terisi dangan amal-amal kebajikan.
Sebagai contoh Al-Junaid Al-Baghdady mewiridkan sembahyang sunnah hingga sampai keluar roh beliau dari dua kakinya, barulah sembahyang itu beliau hentikan. Dan banyak bukti bagi kita tentang istiqamahnya para ulama dan ketekunan mereka dalam beramal. Berkata Abu Thalib Al-Makky r.a.:
“Mengekalkan wirid-wirid adalah sebahagian dari akhlak orang-orang yang beriman dan jalan orang-orang yang ahli ibadat, dan mengekalkan wirid itu adalah menambah iman dan tanda yakin.” Dalam satu Hadis, Saiyidah Aisyah r.a. telah ditanyakan, mengenai amal Rasulullah s.a.w. Aisyah menjawab: “Amal Nabi adalah berkekalan!” Dan pada lafaz yang lain Aisyah berkata: “Nabi apabila mengamalkan sesuatu amalan, beliau memperbaguskan amalan beliau, dan beliau tetapkan amalan itu (secara kontiniu).”
Sebab itu dalam Hadis yang masyhur Nabi bersabda:
“Sebaik-baik amal pada Allah Ta’ala ialah amal yang kontiniu meskipun sedikit.”
Kesimpulan:
Apabila kita bermaksud supaya hati kita dipimpin oleh Allah dengan bertambah kuatnya iman, bertambah yakin dan bersinar hati di samping lapang dada kita menghadapi segala sesuatu di dunia ini, maka jangan lupa berusaha dengan ibadat dan amal amal-amal shaleh yang sifatnya istiqamah, tetap dan kontiniu. Apabial demikian keadaannya Insya Allah s.w.t. tanpa kita sadari, kita telah berjalan sedikit demi sedikit dekat kepada Allah dalam arti iman dan yakin.

Sumber Info
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
Winamp Windows Media Player iTunes basicBerry Real One Android iPhone