Seorang Gadis Mengamuk Dikelurahan Karena Ingin Menikah

Wengker.com, Ponorogo - Akibat jomblo menahun, seorang gadis di Ponorogo ngamuk di kantor Kelurahan Brotonegaran. Saat itu dia pun sempat memaki wartawan yang sedang meliput aksinya

Adalah Mega Utami (29) warga Kelurahan Brotonegaran, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Saat datang di kantor Kelurahan Brotonegaran, Mega langsung mengamuk. Semua alat tulis kantor dihambur, wanita yang memakai celana bermotif pulkadot tersebut. Aksi banting kursi pun dilakukan. Meja yang berat sempat akan digulingkan.

Beruntung, aksi anarkis Mega bisa dihentikan setelah perangkat Kelurahan memberikan pengertian. "Jadi pertama itu teriak dan langsung mengamuk ke dalam kantor," kata Sugeng Sueng, salah satu perangkat kelurahan.

Sugeng mengatakan, tidak mengetahui secara pasti kenapa Mega mengamuk. Tapi sebelum masuk.ke kantor kelurahan, Mega sempat curhat tentang dirinya yang tak kunjung menikah.

"Usianya sudah 29 tahun. Pengen menikah tapi belum ada jodohnya. Pengen kerja juga tidak bisa kerja. Dia pengen hidup normal tapi tidak bisa," tambahnya.

Sugeng menceritakan, Mega sebenarnya beberapa kali ke kantor kelurahan. Dia mengaku, biasanya Mega hanya teriak-teriak. Kali ini berbeda, ada agenda banting kursi.

Beruntung emosi Mega tidak begitu lama. Karena orang tuanya datang ke kantor desa. Mega langsung tenang saat digendong ayahnya pulang ke rumah.
Sumber beritajatim.com

Kapolres Ponorogo Pastikan Tidak Ada Penculikan Anak Diwilayahnya

Wengker.com, Ponorogo - Kepala Kepolisian Resort (Polres) Ponorogo,  AKBP SuryoSudarmadi, SIK, M.H memastikan, berita penculikan anak dibawah umur yang beredar di media sosial merupakan berita palsu atau HOAX. Setelah diklarifikasi keberapa pihak, pesan berantai melalui Whatsapp tersebut sengaja disebarkan orang tidak bertanggung jawab supaya masyarakat resah dan cemas.

Terbukti kata Kapolres, berita yang beredar di media sosial tentang penculikan itu semuanya palsu atau  penipuan. Polisi di berbagai daerah termasuk Ponorogo  sedang melacak pembuat berita hoax itu.

“Tak terkecuali di Ponorogo, di Ponorogo sendiri tercatat ada dua berita penculikan yang terbukti hoax, pertama yang di sebarkan oleh salah satu member  yang katanya ada penculik di sekitar Sumoroto tapi nyatanya itu hanya hoax belaka,” AKBP Suryo Sudarmadi, SIK, M.H,” kepada Media Online, Rabu (23/3/2017). 

AKBP Suryo Sudarmadi meminta masyarakat, jangan menelan mentah-mentah berita tersebut apalagi langsung di copas dan di sebar oleh situs-situs web di Ponorogo.

"Untuk itu kami memberikan informasi yang akurat yang sesuai dengan keadaan di lapangan. tidak asal copas dari media lain yang isinya tidak semua benar. Bisa di katakan cuma cari untung saja. Masyarakat dihimbau untuk tidak terprovokasi dengan melakukan kekerasan terhadap orang tak dikenal disekitarnya. Tapi tentu diharapkan tetap waspada dari pelaku-pelaku kejahatan kriminalitas,” pungkasnya. (Agus Yoga)
Sumber RRI.CO.ID


Radio Mp3 Fm Ponorogo

Wengker.com, Ponorogo - Bagi para warga Ponorogo dan sekitarnya dimanapun berada, ataupun bagi para pecinta musik dangdut dan campursari dimanapun berada, termasuk yang berada diluar kota, bahkan yang diluar negeri sekalipun, kini telah hadir radio yang online 24 jam nonstop dengan menyajikan musik dangdut dan campursari. Para pendengar bisa mendengarkan melalui komputer ataupun android anda dengan cara mendownload aplikasi radio online, atau bisa dengan aplikasi VLC for Android yang sudah ada di play store, lalu tinggal memasukkan alamat live streaming berikut ini

http://mp3fm.onlivestreaming.net:9797/stream

Dengan begitu anda sudah bisa langsung mendengarkan radio Mp3 Fm dengan mudah,,, selamat mendengarkan.

Aswaja Fm Indonesia On Play Store

Wengker.com, Warta Nahdliyin - Sebuah terobosan baru dilakukan oleh Crew Radio Aswaja Fm Ponorogo (milik PCNU PONOROGO) dengan memberikan kemudahan kepada para pendengarnya sehingga bisa didengarkan dimanapun berada selama ada koneksi internet. Alhamdulillah kini telah hadir aplikasi Aswaja Fm Indonesia di Play Store yang dapat d download secara gratis, dan aplikasi ini bersih dari iklan iklan yang biasanya muncul di layar android, sehingga tidak mengganggu kenyamanan para penggunanya, didukung lagi dg ringannya aplikasi ini karena hanya sekitar 2 Mb sehingga tidk menguras memory android anda. Semoga dengan hadirnya aplikasi ini bisa lebih bermanfaat serta bisa menjadi media dakwah Aswaja NU untuk ummat dimanapun berada.
Aplikasi Aswaja Fm Indonesia ini bisa di download langsung di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.aswajafmindonesia.radio

Pemuda ini tewas dihajar masa karena mencuri "Sebuah Jeruk"

Wengker.com, PONOROGO - Krisnanda Arifin (36), warga Jalan Pramuka, Kelurahan Kertosari, Kota Ponorogo, tewas setelah dihajar massa lantaran dituduh mencuri buah-buahan di salah satu warung di Jalan Suromenggolo, Kota Ponorogo, Selasa (7/2/2017).

"Korban meninggal setelah dirawat semalam di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Hardjono Ponorogo, Selasa (7/2/2017) sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum dibawa ke rumah sakit, korban kami amankan di Jalan Suromenggolo karena dikeroyok warga, Senin (6/2/2017)," kata Kapolsek Kota Ponorogo AKP Suyanto, Selasa ( 7/2/2017).

Menurut Suyanto, sesuai informasi, Krisnanda dituduh mencuri buah-buahan di salah satu warung di Jalan Suromenggolo. Dia dikeroyok massa karena lari saat pemilik warung meneriaki korban sebagai pencuri.

"Pemilik warung berteriak maling sehingga korban yang lari langsung dimassa warga di Jalan Suromenggolo, Kelurahan Nologaten, Kota Ponorogo," kata Suyanto.

Setelah dikeroyok, korban kemudian diamankan polisi. Tak lama kemudian, korban yang diduga mengalami keterbelakangan mental itu langsung dilarikan ke rumah sakit.

Atas peristiwa itu, polisi akan memanggil saksi-saksi dan pemilik terkait pengeroyokan yang membuat korban tewas.

Tak hanya itu, polisi sudah meminta dokter mengotopsi jenazah korban untuk mengetahui penyebab tewasnya Krisnandi.

"Tindak lanjut peristiwa ini kami akan meminta keterangan saksi untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam pengeroyokan itu. Kami juga akan meminta jenazah korban diotopsi," kata Suyanto.

Setelah diotopsi, lanjut Suyanto, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Sumber : Songgolangit

Laporan Penganiayaan Palsu Seorang Gadis Mahasiswi Ponorogo


Wengker.com, Kriminal Ponorogo - Seorang mahasiswi bernisial Risky Ayu Putri Ambarwati (21) tak menyangka laporan palsunya berujung di kantor polisi.
Mahasiswi semester tiga salah satu perguruan swasta di Ponorogo ini ditetapkan sebagai tersangka lantaran membuat laporan palsu tentang penganiayaan yang menimpanya pada pertengahan Desember 2016 lalu.
"Hasil penyelidikan polisi ternyata laporan yang dibuat Risky adalah palsu. Risky pun mengaku penganiayaan tersebut tidak pernah terjadi. Risky juga mengakui bahwa dirinya sendiri yang melukai tangannya dengan benda tajam," ujar Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, Jumat ( 6/1/2017).
Kendati menjadi tersangka, namun Risky tidak ditahan. Ia hanya dikenakan wajib lapor dua kali dalam seminggu.

Kasus itu bermula ketika Risky mengadukan tindak kekerasan yang dialaminya ke Mapolsek Ponorogo, Rabu (17/12/2016).
Saat itu, Risky membuat laporan bahwa dirinya dianiya seseorang yang tidak dikenal seusai pulang dari kuliah.
Dalam laporannya, peristiwa itu terjadi saat Risky hendak pulang ke rumahnya di Dukuh Maron, Desa Jenangan, Kecamatan Sampung, Ponorogo.
Risky mengaku saat itu ia sedang mengendarai motor. Ketika tiba di Jalan Pramuka atau di depan GOR bukutangkis Ponorogo, tiba-tiba dia diserang oleh seseorang yang tidak dikenal hingga tubuhnya mengalami luka-luka.
Dia kemudian melapor ke polisi dan menyatakan telah dianiaya seseorang yang tidak dikenal.
Selain itu, Risky juga melapor mendapat ancaman melalui pesan singkat dari seseorang. Namun hasil penyelidikan polisi menunjukkan bahwa pelaku yang mengancam melalui pesan singkat itu adalah Risky sendiri.
Caranya, Risky mengirim pesan bernada ancaman kepada dirinya sendiri dengan nama orang lain karena tersangka memiliki dua ponsel.
Sudarmanto menambahkan, motif Risky membuat laporan palsu itu karena urusan asmara.
Rupanya, Risky mencoba untuk mendapat simpati dari seorang pria idamannya dengan meneror dirinya sendiri.

Menurut Sudarmanto, Risky menyukai seorang pria, namun tidak berani mengungkapkannya karena malu.
Untuk itu, ia membuat skenario dengan meneror dirinya sendiri melalui pesan singkat dan berpura-pura telah dianiaya.
"Hal Itu semua dilakukan untuk mendapatkan simpati dari pria yang dicintainya," kata Sudarmanto. (kompas.com)

Konser Tipe-X dan Endang Soekamti Di Alon-Alon Ponorogo Ricuh

Wengker.com, Ponorogo - Konser masik beraliran SKA dan Punk yang dibawakan band TIPE-X dan Endang Soekamti di Alun-Alun Ponorogo, berakhir ricuh. Dari awal TIPE-X tampil sampai ditutup Endang Soekamti, Rabu (2/11/2016) diwarnai kericuhan dan saling jotos.

Aksi baku hantam beberapa penonton karena saling bersenggolan. Bahkan polisi terpaksa membubarkan penonton yang handak adu jotos. Pun belasan penonton perempuan pingsan dan dievakuasi ke ambulance.

Tidak berhenti disitu, puluhan orang kemduian menggeruduk ruangan Sat Reskrim Polres Ponorogo. Pasalnya barang-barang mereka hilang diambil copet yang juga beraksi di konser.

"Barang saya hilang semua. Handphone dan dompet berisi uang serta surat penting," kata Khoirul Anwar, salah satu korban copet.

Khoirul mengatakan tersadar dirinya dicopet saat TIPE-X membawakan lagu keempat. Saat itu dia hendak mengabadikan moment dan mengambil handphone dari tas. Namun posisi tasnya sudah terbuka.

"Hilang semua. Makanya langsung ke Polres. Eh ternyata banyak yang kecopetan," tambahnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Rudy Darmawan, membenarkan bahwa banyak copet beraksi di konser TIPE-X dan Endang Soekamti. Saat ini pihaknya sedang mendalami kasus pencopetan massal tersebut.

"Kami masih mendalami. Kalau ada yang kecopetan lagi bisa melapor. Kami juga sedang mendata," katanya, Kamis (3/11/2016) dini hari.
Berita Jatim.com

Dukun 70 Tahun Cabuli Tiga Gadis Dibawah Umur - Ponorogo

Wengker.com, Kriminal Ponorogo - Seorang kakek berusia 70 tahun berinisial S mencabuli tiga gadis di bawah umur, di Ponogoro, Jawa Timur. Sang kakek melakukan aksinya dengan modus bisa menggandakan uang melalui bantuan seekor tokek ajaib.
Dalam aksinya, sang kakek menyamar sebagai dukun sakti yang mampu mendatangkan benda-benda berharga dengan bantuan tokek ajaib. Untuk mendatangkan tokek ajaib itu, sang kakek meminta sejumlah syarat untuk melakukan ritual khusus.

Ketiga korban yang tergiur dengan iming-iming sang kakek lantas menuruti syarat yang ditentukan dengan mengikuti ritual khusus tersebut. Namun saat mengikuti ritual itu, mereka tidak menyangka akan disetubuhi sang kakek sebagai syaratnya.

Segala daya pun dilakukan untuk menolak ajakan sang kakek. Tetapi kakek tersebut memaksa dan mengancam akan membuat mata gadis-gadis itu menjadi buta jika berani menolak dan melapor orangtua masing-masing.

Karena tokek ajaib tersebut tidak kunjung datang setelah ritual selesai dilakukan, korban akhirnya melapor ke orangtua masing-masing. Dari sinilah, kasus pemerkosaan itu terkuak dan sang kakek akhirnya dilaporkan ke polisi.

Tidak menunggu lama, polisi lalu menangkap sang kakek di rumahnya. Dari tumah tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa tiga buah tokek, keris, pedang, batu akik, dan beberapa alat perdukunan lainnya.

Akibat perbuatannya, sang kakek langsung dijebloskan ke tahanan Polda Jawa Timur dan dijerat pasal perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Sindonews.com

Gara Gara Injak Keris Lalu Dipamerkan Di Facebook

Wengker.com, Budaya Keris - Sekretariat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara), menggalang petisi terhadap akun Facebook (FB) Perdana Ahmad Lakoni yang melakukan penghinaan terhadap keris.
Tidak hanya menggalang petisi, Senapati Nusantara juga akan melayangkan gugatan terhadap akun Facebook tersebut. Penggalangan petisi itu dilakukan berbarengan dengan deklarasi Senapati Nusantara di Ponorogo. "Kami di sini nyangkruk bersama dan diskusi tentang akun Facebook yang telah menghina keris secara keseluruhan," kata M.M Hidayat, Ketua Harian Senapati Nusantara kepada media, Rabu (5/10/2016).
Hidayat mengatakan, kecewa dengan akun Facebook yang mengunggah foto menginjak keris. Apalagi akun tersebut milik orang Indonesia. "Kami sebagai pecinta keris sangat kecewa. Kenapa harus orang Indonesia yang seharusnya mencintai budayanya malah menginjak harga diri," tambahnya.
Dia khawatir nantinya bakal muncul lagi hal-hal serupa jika tidak digugat. Dia sudah merencanakan surat gugatan dan petisi untuk pemilik akun Facebook tersebut.
Dia mengaku memiliki tanggung jawab, apalagi Senapati Nusantara adalah kelompok masyarakat perkerisan Nusantara yang selama ini intens terhadap peninggalan budaya yang telah diakui UNESCO. Sebagaimana diketahui keris Indonesia telah terdaftar sebagai warisan budaya non bendawi sejak 25 November 2005.
Berita Jatim

Grop Band Wali Meriahkan 90 Tahun Gontor

Wengker.com, Ponorogo - Beragam acara digelar dalam rangka memeriahkan 90 tahun Pondok Modern Gontor Ponorogo, dari kompetisi sepak bola hingga mengundang grup band Wali. Menurut jadwal grup band wali akan tampil pada tanggal 28/8/2016.
Di kutip dari gontor.ac.id, kepastian kehadiran grup band Wali ini disampaikan oleh Ustadz Heru Wahyudi, ketua panitia Konser Wali Band di Gontor. Pihak grup band Wali sendiri menyatakan sebuah kehormatan tersendiri untuk tampil dalam acara di Pondok Gontor.
Dalam penampilanya nanti,wali merencanakan akan menampilkan 12 lagu. Selain Wali, pada acara nanti akan dibuka juga dengan penampilan grup band Festival Musik antar Pesantren yang akan digelar beberapa hari sebelumnya.
Sumber: gontor.ac.id

Polisi Meninggal Dunia Saat Jalankan Tugas

Wengker.com, KAUMAN – Seorang anggota polisi bernama Aiptu Kusmanto, Senin (1/8/2016) meninggal dunia saat menggrebek lokasi judi sabung ayam di Dusun Demalang, Desa Sumoroto , Ponorogo, Jawa Timur. korban meninggal saat mengejar pelaku judi yang kabur.

Kejadian bermula saat tujuh anggota Resmob Satreskrim Polres Ponorogo melakukan menggerebek lokasi perjudian di tepi sungai Dusun Demalang, Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Ponorogo.

Mengetahui polisi datang, puluhan massa yang tengah bertaruh langsung kabur menyelamatkan diri. Tak ingin pelaku kabur, anggota polisi melakukan pengejaran.

Melihat para pelaku kabur, Aiptu Kusmanto yang ikut dalam penggerebekan melakukan pengejaran.

Namun sekitar 400 meter, diduga karena kelelahan korban terjatuh di pematang sawah dan meninggal di lokasi.

Salah satu warga, Dedi Kurniawan, mengatakan, melihat sendiri ketika ada kejar-kejaran. Dia juga menyaksikan bagaimana Kuswanto seperti menahan sakit di bagian jantung.

"Jadi saat kejar-kejaran, ada Polisi yang pegang dadanya. Langsung lemas dan meninggal selanjutnya di bawa ke RSUD," katanya.

Kematian korban kemudian dilaporkan ke Polres Ponorogo dan selanjutnya jasad dibawah ke Rumah Sakit Umum Daerah Harjono Ponorogo untuk divisum.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, diduga korban kelelahan dan terkena serangan jantung. Korban juga sempat mengeluh sebelum masuk kerja.

Sementara Kapolres Ponorogo, AKBP Harun Yuni Aprin, mengatakan, sangat berduka dengan adanya anggota yang meninggal saat bertugas. "Seluruh jajaran berduka, apalagi Aiptu Kuswanto meninggal saat bertugas," katanya.

Dia menuturkan dugaan sementara karena serangan jantung. Karena dari hasil analisa, Kuswanto sendiri memang mengeluh sakit.

Harun menjelaskan sakit yang dikeluhkan Kuswanto yakni tekanan darah yang tinggi dan kolesterol yang cukup tinggi. "Ini sudah berkaitan dengan medis. Dan beliau sebenarnya sedang mengikuti program pengendali berat badan. Tapi takdir tidak bisa diduga, harus meninggal saat bertugas".

Korban selanjutnya dibawa ke rumah duka di perumahan daerah Kelurahan Keniten, untuk disemayamkan.

Mercon Membawa Korban - Jambon Ponorogo

Wengker.com, Ponorogo - Prasetya Wahyu Adi Pratama, Bocah 10 tahun kelas 4 SD asal desa Jambon Kecamatan Jambon ini terus meronta kesakitan saat diperiksa. Selain menderita luka bakar di bagian wajah, dikhawatirkan mata dari Prasetya Wahyu Adi Pratama juga terkena luka bakar.

Prasetya Wahyu Adi Pratama, menderita luka bakar akibat terkena letusan mercon yang dia nyalakan dengan teman-temannya, Senin (13/06/2016) pagi. Menurut keterangan yang dihimpun, saat bermain petasan dengan teman-temannya, ada salah satu petasan yang gagal meledak. Namun saat dipegang untuk diperiksa, tiba-tiba petasan tersebut meledak dan melukainya dan dua temannya.

Akibat lukanya, korban kini harus dirawat di RS Muhammadiyah Ponorogo dan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Selain luka pada wajah yang diderita korban sebesar 4,5% dikawatirkan korban juga mengalami luka pada kornea matanya.

“Luka memang hanya di bagian wajah, tetapi menjadi lebih parah ketika luka bakar sampai ke mata,” Kata Dr. Rina Kurniawati dari RSU Muhammadiyah.
“Saat ini masih dalam perawatan untuk kita periksa lebih lanjut” Imbuh Dr. Rina.

Sementara itu, kedua teman korban yang mengalami luka ringan dirawat di rumah masing-masing.

Gara Gara Surat Cinta, Guru Di Aniaya Rekannya - Ponorogo

Wengker.com, Kriminal - Selalu ada cerita dibalik cinta, dan ceritanya selalu membikin geli di perut. Seperti yang dialami oknum guru di wilayah Kecamatan Sambit, kabupaten Ponorogo yang tega menganiaya oknum guru wanita rekan kantor, karena kesal dengan ulahnya yang dianggap tidak tau tempat.

Sebut saja Romeo 44 (bukan nama sebenarnya) seorang guru Madrasah warga Desa Gajah, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo ini terpaksa harus berurusan dengan Polisi lantaran telah menganiaya Mawar 45, (bukan nama sebenarnya) karena memberikan selembar kertas yang diduga sebuah surat cinta saat ada istri, Jumat (10/06/2016)

Informasi yang berhasil dihimpun media online, kejadian penganiayaan itu berawal saat Romeo sedang bersama istrinya, namun tiba - tiba Mawar yang merupakan salah seorang guru wanita di Madrasah tersebut memberikan selembar kertas yang disuga surat cinta kepada Romeo.

Akibatnya, Romeo yang saat itu bersama sang istri langsung tersinggung. Bahkan dia sempat menganiaya Mawar dengan memukul kepalanya dengan sebuah batu. Tak hayal, kepala korban mengalami robek dan mengeluarkan darah. Lantaran penganiayaan itu dianggap sudah keterlaluan, saat itu juga Romeo dilaporkan oleh Mawar ke Polisi.

Kasubag Humas Polres Ponorogo AKP Harijadi, memvenarkan bahwa pihknya telah menerima laporan terhadap aksi kekerasan dan penganiayaan oleh oknum guru di Kecamatan Sambit kepada rekanya. Penganiayaan itu bermula dari ketersinggungan pelaku, lantaran memberikan secarik kertas, saat ada istri pelaku disampingnya.

"Pelaku tersinggung dengan ulah Mawar, korban mengambil batu dan memukulkan ke kepala korban,"kata AKP Harijadi.

Kejadian penganiayaan itu dilakukan tersangka di lingkungan sebuah Madrasah desa Gajah, dan aksi kekerasan yang dilakukan guru kepada guru itu terjadi pada pukul 09.00 WIB. Bahkan kejadian itu juga berlangsung didepan sejumlah guru lainnya.

"Akibat perbuatannya, Romeo dijerat dengan pasal 351 ayat 1 KUHP dengan sanksi pidana hukuman penjara dua tahun delapan bulan,"terang AKP Harijadi.

Sedangkan dari beberapa informasi, diduga diantara keduanya terjalin hubungan asmara. Tapi karena Romeo takut hubungan gelapnya dengan Mawar diketahui istrinya, maka dari itu terjadilah tindak penganiayaan itu. Romeo melakukan penganiayaan usai diberi secarik kertas oleh Mawar. Dia naik pitam karena saat diberi secarik kertas itu, sang istri ada disampingnya.
Sumber kotareyognews.net

Klarifikasi Orang Tua Para Remaja Yang Tertangkap Di Waduk Bendo

Wengker.com, jika beberapa hari yang lalu ada pemberitaan remaja mesum dan digerebek warga disekitar waduk Bendo, Sawoo,Ponorogo, Berikut ini adalah pengakuan para remaja tersebut beserta orang tua mereka terkait hal yang sebenarnya terjadi.

Seorang Kakek Di Jenangan Cabuli Anak Usia 12 Tahun

Wengker.com, Asusila Ponorogo - Awal bulan puasa Ramadhan Kota Reyog dihebohkan kasus pencabulan di bawah umur. Kasus ini menambah panjang deretan kasus asusila di Kabupaten Ponorogo yang terkenal dengan julukan Kota Santri tersebut.

Karena tidak terima anak semata wayangnya dibuat mainan oleh seorang kakek, akhirnya orang tua bocah kelas VI Sekolah Dasar (SD) itu melaporkan sang kakek ke Mapolres Ponorogo, Kamis (9/6) sekitar pukul 08.00 WIB.

Korban bernama AP (12 th), pelajar kelas VI, warga Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Ponorogo Jatim. Sedangkan pelakunya adalah seorang kakek buruh tani bernama JIA (55 th), warga Dukuh Pohijo RT. 04/ RW. 02, Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, Ponorogo Jatim.

Menurut Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Harijadi, pelaku melakukan persetubuhan dengan korban sebanyak dua kali. “JIA memperdayai korban AP sebanyak dua kali di rumah pelaku dan di sebuah tempat penginapan yang berada di sekitar Telaga Ngebel,” terang AKP Harijadi.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa akta kenal lahir, satu stel pakaian milik korban dan 2 buah HP milik korban dan pelaku. “Kami juga amankan sebuah sepeda motor yang dipakai mereka berdua,” ungkapnya.

Dia menambahkan berdasarkan keterangan Yadi selaku orang tua korban dan Mardjuki selaku Ketua RT setempat, bahwa sekitar sebulan yang lalu pelaku kenal dengan korban.

“Pelaku setelah intens berhubungan lewat HP, karena masih ada hubungan saudara dari orang tua korban, kemudian korban diajak ke rumah pelaku dan melakukan hubungan intim dan korban diberi uang 100 ribu rupiah,” tambahnya.
Sumber Citizen6.net

Temukan Mayat Saat Pulang Dari Masjid - Mlarak

Wengker.com, Info Ponorogo - Warga Desa Kaponan, Mlarak dikejutkan dengan temuan mayat Mrs X di Jalan Dukuh Blebakan, Desa Kaponan, Mlarak, Kamis(09/06/2016) pagi sekira pukul 05.15 WIB.

Penemuan mayat tak dikenal tersebut pertama kali oleh Basuki warga setempat yang pulang dari sholat subuh di masjid. Saat perjalanan pulang tersebut, Basuki tiba-tiba melihat seseorang yang tergelatak di jalan dalam kondisi tak sadarkan diri. Kemudian dia bersama dua temanya yaitu Jaenal dan Sukadi berusaha memeriksa kondisi korban yang ternyata sudah meninggal.

Dari temuan tersebut, baik saksi maupun masyarakat menyatakan tidak mengenal dan tidak pernah melihat korban melintas di Desa Kaponan.

Warga kemudian melaporkan temuan tersebut ke perangkat yang kemudian dilanjutkan ke Polsek Mlarak. Setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh tim identifikasi bersam dengan tim medis Puskesmas Mlarak tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Polisi juga tidak menemukan selembar identitas korban. ( penemuan mayat mlarak )
Sumber Bantarangin

Mesum Dini Hari Di Bendo, Sawoo, Ponorogo

Wengker.com, Asusila -Bulan Ramadhan yang seharusnya dimanfaatkan untuk menambah ibadah, namun berbeda dengan lima orang pelajar ini, mereka justru menggelar pesta seks di sebuah warung yang berada di utara sungai Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Selasa(07/06/2016) malam.

Kalima pelajar yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersebut adalah AN(14) pelajar klas VIII  SMP warga Jalan Kyai Mojo, Kelurahan Kauman Ponorogo, F WP(16) pelajar kelas IX SMP warga Jalan Jaenal Arifin, Kelurahan Kauman Ponorogo, KDC(17) pelajar kelas VIII SMP warga  Jalan Sentot Prawirodirjo, Kelurahan Kauman, Ponorogo, EW (17) pekerja salon di Surabaya, warga Desa Tajug, Kecamatan Siman, Ponorogo dan IA( 15) pelajar klas VIII SMP warga Desa Tajug, Kecamatan Siman.

“Awalnya ada laporan dari warga Ngindeng, bahwa mereka telah mengamankan lima orang anak dibawah umur yang sedang melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh pasangan suami istri. Petugas Polsek Sawoo kemudian langsung meluncur ke TKP dan membawa kelimanya ke Mapolsek,”ucap Kasubbag Humas Polres Ponorogo AKP Harjadi.

Kelimanya diketahui berbuat mesum oleh warga sekitar sekitar pukul 22.00 WIB, yang kemudian warga Desa Ngindeng melakukan penggerebegan dan berhasil mengamankan kelimanya saat melakukan mesum di sebuah warung yang berada di utara Sungai Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Ponorogo.

Berhasil mengamankan para pelaku, warga kemudian melaporkanya ke Polsek Sawoo. Yang setelah itu dengan mengendarai mobil Polsek, kelimanya diarak oleh puluhan warga Ngindeng yang mengendarai sepeda motor menuju Mapolsek Sawoo untuk dimintai keterangan.

Untuk melengkapi pemeriksaan kemudian orangtua dari kelimanya dipanggil ke Polsek Sawoo. Yang setelah itu kelima anak ini diserahkan kepada orangtua masing-masing.
Sumber KanalPonorogo

Warga Siman Tertangkap Mencuri Hp Tetangga

Wengker.com, Kriminal Ponorogo - Sungguh tak terpuji apa yang dilakukan KE(20), warga Desa Patihan Kidul kecamatan Siman kabupaten Ponorogo. Pasalnya, dia tega nyolong Hand Phone (HP) yang masih kinyis - kinyis milik tetangganya sendiri Eny Ambar Sari (32), Jumat (20/05/2016).

Eni Ambar Sari baru mengetahui hand phone merk samsung galaxy grand 2 miliknya amblas pada, Jum,at (20/05/2016) sekitar pukul 04.00 WIB. Setelah mencari kesana kemari namun tak kunjung ketemu, warga Jl. Tanjung Desa Patihan Kidul kecamatan Siman ini akhirnya bergegas ke Polsek setempat guna melaporkan kejadian tersebut.

Mendapat laporan, jajaran unit reskrim Polsek Siman langsung bergerak mendatangi lokasi dan guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi juga melakukan investigasi kepada korban tentang kemungkinan dan kecurigaan korban terhadap pelaku.

Dan didapat keterangan bahwa kecurigaan mengarah ke tetangganya korban sendiri bernama KE. Tak beselang lama Polisi akhirnya melakukan penangkapan dan penggeledahan di rumah tersangka dan ternyata benar. Barang bukti yang dilaporkan oleh korban ketemu dirumah tersangka karena masih disimpan pelaku.

Pelaku KE tak bisa berbuat apa - apa ketika Polisi mendapati barang curian yang dia simpan. Dia langsung diglandang ke Polsek setempat untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya.

Kasubag Humas Polres Ponorogo AKP Harijadi membenarkan bahawa telah terjadi curas di wilayah siman.

"Korban saat ini telah diamankan polisi bersama barang bukti sebuah hand phone merk Samsung Galaxy grand 2 dan uang 650 ribu rupiah," terangnya.

Atas kasus tersebut tersangka berinisial KE dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun.

Jadwal Festival Ponorogo Tempo Dulu

Wengker.com, Budaya - Di gelar di Warkop WAKOKA Jalan Menur Ronowijayan
(Selatan Kampus STAIN Ponorogo) 20-22 Mei 2016.

Ojo lali Luuur...Monggo Pinarak...

1. Pentas Budaya Tradisional Terbangan Ponoragan Ki Muno Biyat. Jum’at 20/5/2016 mulai jam 19.30 WIB-Selesai.

2. Pembukan ACARA FESTIVAL PONOROGO TEMPO DOLOE dimeriahkan kesenian tradisional Gong gumbeng Desa Wringin Anom Sambit. Sabtu 21/5/2016 jam 09.00 WIB.

3. Kuliner Gratis : Jenang Tasbih& Jadah Bakar. Disediakan mulai jam 09.00 hingga habis.

4. Pameran Sejarah, Kerajinan Dan Produk Lokal Ponorogo . ( Kerajinan mubel Kranggan , Aksesoris Reyog Dari Bolo Reyog Ponorogo, gamelan reyog, Kaos Khas Ponorogo)
Sabtu 21/5/2016 jam 09.00 WIB.

5. Sarasehan Sejarah Ponorogo. Sabtu 21/5/2016 jam 14.00 WIB.

6. Tembang Kenangan Bersama Elektone SOPO NYONO Sabtu 21/5/2016 jam 19.30 WIB-Selesai.

8. Lomba permainan tradisional Mul-Mulan. Minggu 22/5/2016 jam 08.00 WIB-Selesai.

9. Atraksi Komunitas Sabdo Warok Minggu 22/5/2016 jam 09.00 WIB-Selesai.

10. Pentas Seni Tradisional Jaranan Thek Turonggo Wengker Minggu 22/5/2016 jam 09.30 WIB-Selesai.

11. Pentas Seni Tradisional Reyog Ponorogo Bersama Grup Singo Akas Tranjang Siman (Bolo Reyog Ponorogo). Minggu 22/5/2016 jam 13.30 WIB-Selesai.

Sumber Semua Tentang Ponorogo

Pohon Tumbang Dipinggir Telaga Ngebel Timpa Mobil Dan Pelajar

Wengker.com, MUSIBAH PONOROGO – Sebuah pohon karet diwilayah telaga Ngebel, kabupaten Ponorogo, mengalami retak dibagian dahan dan menyebabkan tumbang serta menimpa sebuah mobil box dan pengendara motor yang lagi istirahat, Sabtu (14/5/2016).

Informasi yang berhasil dihimpun media online, bencana pohon tumbang ini terjadi sekitar pukul 12.37 WIB. Sebuah dahan pohon karet yang berada di pinggir telaga patah dan menimpa mobil box bernopol AE 8736 B atas nama Lokantoro.

Selain itu, sang sopir yaitu Winarso (25) warga RT 02 RW 02 Desa Carat, kauman ponorogo berhasil selamat dan dalam keadaan sehat. Termasuk sang kernet,Gunaryo (42) warga RT 01 RW 01 Desa Carat kauman Ponorogo juga berhasil selamat.

Diketahui, mobil box tersebut melintas sekitar jalur pinggir telaga usai menyetorkan barang ke sebuah toko di pinggir telaga Ngebel.

Selain itu Pohon karet juga menimpa seorang anak perempuan, yang masih seusia pelajar Dinika Echa Artalia V (17), pelajar asal Desa Ketawang RT 01 RW 01 Kecamatan Delopo Kabupaten Madiun.

Saat itu, Echa yang sedang duduk di atas sepeda motor Vario bernopol AE 6269 VR di tepi telaga, juga tak sempat menghindar saat tiba-tiba pohon yang diatasnya tumbang.

Akibatnya, korban mengalami luka lebam dibagian muka. Hidungnya juga berdarah dan nyeri dibagian perut sebelah kiri karena diduga terkena benturan. Karena kondisi korban yang kesakitan, Echa langsung dilarikan ke puskesmas Ngebel.

Sedangkan sepeda motor yang ditungganginya juga terpental hingga tercebur dan tenggelam di telaga. Warga dibantu petugas Polsek setempat langsung melakukan evakuwasi sepeda motor dan seketika itu juga bisa langsung diangkat.

Sedangkan mobil bok, mengalami kerusakan pada spion sebelah kiri, hingga hancur. Dan pintu sebelah kiri juga ringsek akibat dihantam kayu yang tumbang kejalan.

Kasubag humas Polres Ponorogo saat dimintai keterangan membenarkan kejadian tersebut. Tidak ada korban jiwa dan hanya korban seorang pelajar asal madiun mengalami luka ringan.

Akibat bencana tersebut, kerugian materi mencapai sekitar Rp 500 ribu serta sebuah sepeda motor korban yang mengalami kerusakan, diperkirakan mencapai sekitar Rp 1 juta.

“Saat ini kondisi korban sudah mendapatkan pertolongan pertama, dan kemungkinan hanya mengalami luka ringan,” paparnya.

Sumber suarajatimpos.com

Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
Winamp Windows Media Player iTunes basicBerry Real One Android iPhone