Mars Dan Hymne Pagar Nusa

Wengker.com, NU Jateng - Pimpinan Wilayah Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa  memperkenalkan Mars dan Hymne yang digubah oleh seorang pendekar, Heru Harun Supriyanto. Pembuat mars dan hymne ini sekaligus terpilih sebagai Ketua PW PSNU Pagar Nusa Jateng yang baru. Heru Harun Supriyanto adalah sarjana Musik lulusan IKIP Negeri Semarang (Semarang Universitas Negeri Semarang). Mars dan Hymne itu selanjutnya dijadikan salah satu rekomendasi Konferwil II PSNU Jateng untuk menjadi Mars dan Hymne resmi Pagar Nusa yang berlaku nasional.

Dua lagu ini dinyanyikan pertama kali dalam Pembukaan Rapimnas dan Apel Akbar Pagar Nusa Jateng di Semarang, akhir Maret lalu, dan kembali dinyanyikan di Pembukaan Konferwil II PSNU Jateng yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Azzuhri, Ketileng, Semarang, Kamis (14/5) lalu. Kang Harun, sang penggubah lagu menjelaskan, ia merasa tergugah melihat Pagar Nusa belum memiliki Mars dan Hymne. Padahal Mars itu sangat diperlukan sebagai lagu pengiring gerakan berbaris. Hymne sebagai lagu pembentuk semangat juang, juga harus ada di setiap organisasi besar.

Karena itu ia meminta restu Ketua PP PSNU Pagar Nusa untuk menggubah Mars dan Hymne. Atas restu yang dia dapatkan itu, pada acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PSNU Pagar Nusa yang digelar selama tiga hari di Pesantren Azzuhri Semarang, dia manfaatkan waktu itu untuk menyusun syair dan iramanya. “Setelah mendapat restu dari Ketua PSNU Pagar Nusa pusat, saya menyusun Mars dan Hymne ini di sela acara Rapimnas,” tutur Guru SMPN 2 Reban, Batang, Jateng yang juga menjadi pengurus pusat Pagar Nusa ini. Lebih lanjut ia menerangkan, Mars Pagar Nusa menggunakan tangga nada Diatonis Mayor dengan birama 4/4 bertempo vivas (cepat). Adapun Hymne Pagar Nusa dengan tangga nada Diatonis Minor birama 4/4 tempo vivas.

         

Melalui Istikhoroh dan Diskusi

Harun mengungkapkan, untuk membuat Mars dan Hymne tersebut,  ia melakukan sholat istikhoroh untuk mendapat pilihan syair yang bagus. Juga mendiskusikan rancangan syairnya kepada para pendekar Pagar Nusa yang bisa dia temui. “Saya membuatnya karena cinta paga Pagar Nusa. Makanya saya cepat mendapat petunjuk lewat sholat istikhoroh. Tapi saya juga mendiskusikan dengan teman dalam penyusunan syairnya,” ucap pendekar yang mengajar di sekolah Maarid ini seraya bercanda. Meskipun dijadikan rekomendasi Konferwil, Harun memohon masukan, dan saran atas dua lagu yang dibuatnya itu, karena masih memungkinkan untuk disempurnakan. Dan ia meminta Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa nanti membuat pengumuman terbuka untuk meminta masukan dari para anggota Pagar Nusa sebelum memutuskan Mars dan Hymne buatannya tersebut sebagai lagu resmi.

         

Inilah syair Mars dan Hymne Pagar Nusa usulan Jateng:



MARS PAGAR NUSA 

Kami para ksatria bangsa, keluarga besar Nahdlatul Ulama

Tangguh tanggon para pendekarnya, berakhlaqul karimah anggotanya

Kami para ksatria bangsa, keluarga besar Nahdlatul Ulama

Tangguh tanggon para pendekarnya, pasukan intinya gagah perwira


REFF 

Pagar Nusa, garda depan, benteng ulama, pantang menyerah

Ahlussunnah wal jamaah iqtiqodnya

Membela kebenaran, tegakkan keadilan

Selalu, siap setia, pagarnya NU dan bangsaaa….





HYMNE PAGAR NUSA (THE HEROES SONG OF PAGAR NUSA) 

Bintang Sembilan, bersinar terang, trisula pusaka menembus duina..

Teriring doa Asmaul Husna, terangkum dalam tali jiwa

Menggetar seluruh sukma, terungkap, la gholiba illa billah

Musuh jangan dicari, musuh datang pantang berlari


REFF 

Sak dumuk bathuk sak nyari bumi, itulah tekad kami

Pecahing dada wutahing ludira, selalu kan kujaga

Pagarnya NU dan bangsa, sebagai….syafaatku

Setelah tiada….u……a….. Laaaa

La Ghaliba Illa Billah



(Muhammad Ichwan/Anam)
Sumber Info

Lirik Lagu Rapuh - Padi

Kularut luruh dalam keheningan hatimu, Jatuh bersama derasnya tetes airmata, Kau benamkan wajahmu yang berteduhkan duka, Melagukan kepedihan di dalam jiwamu, Tak pernah terpikirkan olehku, Untuk tinggalkan engkau seperti ini, Tak terbayangkan jikaku beranjak pergi, Betapa hancur dan harunya hidupmu, Sebenarnya ku tak ingin berada disini, Di tempat jauh yang sepi memisahkan kita, Kuberharap semuanya pasti akan berbeda, Meski tak mungkin menumbuhkan jiwa itu lagi, Aku tak mengerti apa yang mungkin terjadi, Sepenuh hatiku aku tak mengerti

Kata Mutiara Dalam Lirik Lagu Iwan Fals

1.“Berhentilah jangan salah gunakan, kehebatan ilmu pengetahuan untuk menghancurkan”
(Puing – album Iwan Fals Sarjana Muda 1981)
2.“Hei jangan ragu dan jangan malu, tunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita mampu”.
(Bangunlah Putra-Putri Pertiwi – album Sarjana Muda 1981)
3."Cepatlah besar matahariku, menangis yang keras janganlah ragu, hantamlah sombongnya duniabuah hatiku, doa kami dinadimu”.
(Galang Rambu Anarki – album Iwan Fals Opini 1982)
4.“Jalan masih teramat jauh, mustahil berlabuh bila dayung tak terkayuh”.
(Maaf Cintaku - album Iwan Fals Sugali 1984)
5.“Jangan kau paksakan untuk tetap terus berlari, bila luka di kaki belum terobati”.
(Berkacalah Jakarta - album Iwan Fals Sugali 1984)
6.“Riak gelombang suatu rintangan, ingat itu pasti kan datang, karang tajam sepintas seram, usah gentar bersatu terjang”.
(Cik - album Iwan Fals Sore Tugu Pancoran 1985)
7.“Aku tak sanggup berjanji, hanya mampu katakan aku cinta kau saat ini, entah esok hari, entah lusa nanti, entah”.
(Entah - album Iwan Fals Ethiopia 1986)
8.“Mengapa bunga harus layu?, setelah kumbang dapatkan madu, mengapa kumbang harus ingkar?, setelah bunga tak lagi mekar”.
(Bunga-Bunga Kumbang-Kumbang -album Iwan Fals Ethiopia 1986)
9.“Ternyata banyak hal yang tak selesai hanya dengan amarah”.
(Ya Ya Ya Oh Ya - album Iwan Fals Aku Sayang Kamu 1986)
10.“Dalam hari selalu ada kemungkinan, dalam hari pasti ada kesempatan”.
(Selamat Tinggal Malam - album Iwan Fals Aku Sayang Kamu 1986)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
11.“Kota adalah hutan belantara akal kuat dan berakar, menjurai didepan mata siap menjerat leher kita”.
(Kota - album Iwan Fals Aku SayangKamu 1986)
12.“Jangan kita berpangku tangan, teruskan hasil perjuangan dengan jalan apa saja yang pasti kita temukan”.
(Lancar - album Iwan Fals Lancar 1987)
13.“Jangan ragu jangan takut karang menghadang, bicaralah yang lantang jangan hanya diam”.
(Surat Buat Wakil Rakyat - album Iwan Fals Wakil Rakyat 1987)
14.“Kau anak harapanku yang lahir di zaman gersang, segala sesuatu ada harga karena uang”.
(Nak - album Iwan Fals 1910 1988)
15.“Sampai kapan mimpi mimpi itukita beli?, sampai nanti sampai habisterjual harga diri”.
(Mimpi Yang Terbeli - album Iwan Fals 1910 1988)
16.“Seperti udara kasih yang engkau berikan, tak mampu ku membalas, Ibu”.
(Ibu - album Iwan Fals 1910 1988)
17.“Memang usia kita muda namun cinta soal hati, biar mereka bicara telinga kita terkunci”.
(Buku Ini Aku Pinjam - album Iwan Fals 1910 1988)
18.“Dendam ada dimana mana di jantungku, di jantungmu, di jantung hari-hari”.
(Ada Lagi Yang Mati - album Iwan Fals 1910 1988)
19.“Hangatkan tubuh di cerah pagi pada matahari, keringkan hati yang penuh tangis walau hanya sesaat”.
(Perempuan Malam - album Iwan Fals Mata Dewa 1989)
20.“Kucoba berkaca pada jejak yang ada, ternyata aku sudah tertinggal, bahkan jauh tertinggal”.
(Nona - album Iwan Fals Mata Dewa1989)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
21.“Oh ya! ya nasib, nasibmu jelas bukan nasibku, oh ya! ya takdir, takdirmu jelas bukan takdirku”.
(Oh Ya! - album Iwan Fals Swami 1989)
22.“Wahai kawan hei kawan, bangunlah dari tidurmu, masih ada waktu untuk kita berbuat, luka di bumi ini milik bersama, buanglah mimpi-mimpi”.
(Eseks eseks udug udug (Nyanyian Ujung Gang) - album Iwan Fals Swami 1989)
23.“Api revolusi, haruskah padam digantikan figur yang tak pasti?”.
(Condet - album Swami 1989)
24.“Kalau cinta sudah di buang, jangan harap keadilan akan datang”.
(Bongkar - album Iwan Fals Swami 1989)
25.“Kesedihan hanya tontonan, bagi mereka yang diperkuda jabatan”.
(Bongkar - album Iwan Fals Swami 1989)
26.“Orang tua pandanglah kami sebagai manusia, kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta”.
(Bongkar - album Iwan Fals Swami 1989)
27.“Satu luka perasaan, maki puji dan hinaan, tidak merubah sang jagoan menjadi makhluk picisan”.
(Rajawali - album Kantata Takwa 1990)
28.“Kesadaran adalah matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala, dan perjuangan adalah pelaksanaan kata kata”.
(Paman Doblang - album Kantata Takwa 1990)
29.“Mereka yang pernah kalah, belum tentu menyerah”.
(Orang-Orang Kalah - album KantataTakwa 1990)
30.“Aku rasa hidup tanpa jiwa, orang yang miskin ataupun kaya sama ganasnya terhadap harta”.
(Nocturno - album Kantata Takwa 1990)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
31.“Orang orang harus dibangunkan, kenyataan harus dikabarkan, aku bernyanyi menjadi saksi”.
(Kesaksian - album Kantata Takwa 1990)
32.“Ingatlah Allah yang menciptakan, Allah tempatku berpegang dan bertawakal, Allah maha tinggi dan maha esa, Allah maha lembut”.
(Kantata Takwa - album Kantata Takwa 1990)
33.“Kebimbangan lahirkan gelisah, jiwa gelisah bagai halilintar”.
(Gelisah - album Kantata Takwa 1990)
34.“Bagaimanapun aku harus kembali, walau berat aku rasa kau mengerti”.
(Air Mata - album Kantata Takwa 1990)
35.“Alam semesta menerima perlakuan sia sia, diracun jalan napasnya diperkosa kesuburannya”.
(Untuk Bram - album Iwan Fals Cikal 1991)
36.“Duhai langit, duhai bumi, duhai alam raya, kuserahkan ragakupadamu, duhai ada, duhai tiada, duhai cinta, ku percaya”.
(Pulang Kerja - album Iwan Fals Cikal 1991)
37.“Dimana kehidupan disitulah jawaban”.
(Alam Malam - album Iwan Fals Cikal1991)
38.“Ada dan tak ada nyatanya ada”.
(Ada - album Iwan Fals Cikal 1991)
39.“Aku sering ditikam cinta, pernah dilemparkan badai, tapi aku tetap berdiri”.
(Nyanyian Jiwa - album Swami Il 1991)
40.“Aku mau jujur jujur saja, bicara apa adanya, aku tak mau mengingkari hati nurani”.
(Hio - album Swami Il 1991)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
41.“Bibirku bergerak tetap nyanyikan cinta walau aku tahu tak terdengar, jariku menari tetap tak akan berhenti sampai wajah tak murung lagi”.
(Di Mata Air Tidak Ada Air Mata - album Iwan Fals Belum Ada Judul 1992)
42.“Mengapa besar selalu menang?, bebas berbuat sewenang wenang, mengapa kecil selalu tersingkir?, harus mengalah dan menyingkir”.
(Besar Dan Kecil - album Iwan Fals Belum Ada Judul 1992)
43.“Angin pagi dan nyanyian sekelompok anak muda mengusik ingatanku, aku ingat mimpiku, aku ingat harapan yang semakin hari semakin panjang tak berujung”.
(Aku Disini - album Iwan Fals Belum Ada Judul 1992)
44.“Jalani hidup, tenang tenang tenanglah seperti karang”.
(Lagu Satu - album Iwan Fals Hijau 1992)
45.“Sebentar lagi kita akan menjual air mata kita sendiri, karenaair mata kita adalah air kehidupan”.
(Lagu Dua - album Iwan Fals Hijau 1992)
46.“Kita harus mulai bekerja, persoalan begitu menantang, satu niat satulah darah kita, kamu adalahkamu aku adalah aku”.
(Lagu Tiga - album Iwan Fals Hijau 1992)
47.“Kenapa kebenaran tak lagi dicari?, sudah tak pentingkah bagi manusia?”
(Lagu Empat- album Iwan Fals Hijau 1992)
48.“Kenapa banyak orang ingin menang?, apakah itu hasil akhir kehidupan?”.
(Lagu Empat- album Iwan Fals Hijau 1992)
49.“Anjingku menggonggong protes pada situasi, hatiku melolongprotes pada kamu”.
(Lagu Lima - album Iwan Fals Hijau 1992)
50.“Biar keadilan sulit terpenuhi, biar kedamaian sulit terpenuhi, kamiberdiri menjaga dirimu”.
(Karena Kau Bunda Kami - album Dalbo 1993)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
51.“Apa jadinya jika mulut dilarangbicara?, apa jadinya jika mata dilarang melihat?, apa jadinya jika telinga dilarang mendengar?, jadilahrobot tanpa nyawa yang hanya mengabdi pada perintah”.
(Hura Hura Huru Hara - album Dalbo1993)
52.“Tertawa itu sehat, menipu itu jahat”.
(Hua Ha Ha - album Dalbo 1993)
53.“Nyanyian duka nyanyian suka,tarian duka tarian suka, apakah adabedanya?”
( Terminal – single 1994)
54.“Waktu terus bergulir, kita akanpergi dan ditinggal pergi”.
(Satu Satu – album Iwan Fals OrangGila 1994)
55.“Pelan-pelan sayang kalau mulai bosan, jangan marah-marah nanti cepat mati, santai sajalah”.
(Menunggu Ditimbang Malah Muntah – album Iwan Fals Orang Gila 1994)
56.“Mau insaf susah, desa sudah menjadi kota”.
(Menunggu Ditimbang Malah Muntah – album Iwan Fals Orang Gila 1994)
57.“Pertemuan dan perpisahan, dimana awal akhirnya?, dimana bedanya?”.
(Doa Dalam Sunyi – album Iwan Fals Orang Gila 1994)
58.“Jika kata tak lagi bermakna, lebih baik diam saja”.
(Awang Awang – album Iwan Fals Orang Gila 1994)
59.“Bagaimana bisa mengerti?, sedang kita belum berpikir, bagaimana bisa dianggap diam?, sedang kita belum bicara”.
(Awang Awang – album Iwan Fals Orang Gila 1994)
60.“Aku bukan seperti nyamuk yang menghisap darahmu, aku manusia yang berbuat sesuai aturan dan keinginan”.
(Nasib Nyamuk – album Iwan Fals &Sawung Jabo Anak Wayang 1994)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
61.“Oh susahnya hidup, urusan hati belum selesai, rumah tetangga digusur raksasa, pengusaha zaman merdeka”.
( Oh – single 1995)
62.“Aku disampingmu begitu pasti,yang tak kumengerti masih saja terasa sepi”.
( Mata Hati – album Iwan Fals Mata Hati 1995)
63.“Sang jari menari jangan berhenti, kupasrahkan diriku digenggaman-Mu”.
(Lagu Pemanjat – album Iwan Fals Lagu Pemanjat 1996)
64.“Lepaslah belenggu ragu yang membelit hati, melangkah dengan pasti menuju gerbang baru”.
(Songsonglah – album Kantata Samsara 1998)
65.“Berani konsekuen pertanda jantan”.
(Nyanyian Preman – album Kantata Samsara 1998)
66.“Dengarlah suara bening dalamhatimu, biarlah nuranimu berbicara”.
(Langgam Lawu – album Kantata Samsara 1998)
67.“Matinya seorang penyaksi bukan matinya kesaksian”.
(Lagu Buat Penyaksi – album Kantata Samsara 1998)
68.“Bertahan hidup harus bisa bersikap lembut, walau hati panas bahkan terbakar sekalipun”.
(Di Ujung Abad - album Iwan Fals Suara Hati 2002)
69.“Jangan goyah percayalah teman perang itu melawan diri sendiri, selamat datang kemerdekaan kalau kita mampu menahan diri”.
(Dendam Damai - album Iwan Fals Suara Hati 2002)
70.“Berdoalah sambil berusaha, agar hidup jadi tak sia-sia”.
(Doa - album Iwan Fals Suara Hati 2002)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
71.“Harta dunia jadi penggoda, membuat miskin jiwa kita”.
(Seperti Matahari - album Iwan Fals Suara Hati 2002)
72.“Memberi itu terangkan hati, seperti matahari yang menyinari bumi”.
(Seperti Matahari - album Iwan Fals Suara Hati 2002)
73.“Jangan heran korupsi menjadi jadi, habis itulah yang diajarkan”.
(Politik Uang – album Iwan Fals Manusia Setengah Dewa 2004)
74.“Gelombang cinta gelombang kesadaran merobek langit yang mendung, menyongsong hari esok yang lebih baik”.
(Para Tentara – album Iwan Fals Manusia Setengah Dewa 2004)
75.“Terhadap yang benar saja sewenang wenang, apalagi yang salah”.
(Mungkin – album Iwan Fals Manusia Setengah Dewa 2004)
76.“Begitu mudahnya nyawa melayang, padahal tanpa diundang pun kematian pasti datang”.
(Matahari Bulan Dan Bintang – album Iwan Fals Manusia Setengah Dewa 2004)
77.“Dunia kita satu, kenapa kita tidak bersatu?”.
(Matahari Bulan Dan Bintang – album Iwan Fals Manusia Setengah Dewa 2004)
78.“Urus saja moralmu urus saja akhlakmu, peraturan yang sehat yang kami mau”.
(Manusia Setengah Dewa – album Iwan Fals Manusia Setengah Dewa 2004)
79.“Di lumbung kita menabung, datang paceklik kita tak bingung”.
(Desa – album Iwan Fals Manusia Setengah Dewa 2004)
80.“Tutup lubang gali lubang falsafah hidup jaman sekarang”.
(Dan Orde Paling Baru – album Iwan Fals Manusia Setengah Dewa 2004)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
81.“Buktikan buktikan!, kalau hanya omong burung beo pun bisa”.
(Buktikan – album Iwan Fals Manusia Setengah Dewa 2004)
82.“Dunia politik dunia bintang, dunia hura hura para binatang”.
(Asik Nggak Asik – album Iwan Fals Manusia Setengah Dewa 2004)
83.“Dewa-dewa kerjanya berpesta,sambil nyogok bangsa manusia”.
(17 Juli 1996 – album Iwan Fals Manusia Setengah Dewa 2004)
84.“Tanam-tanam pohon kehidupan, siram siram sirami dengan sayang, tanam tanam tanam masa depan, benalu-benalu kita bersihkan”.
( Tanam-Tanam Siram-Siram – single 2006 - album Iwan Fals Keseimbangan 2010 )
85.“Ada apa gerangan mengapa mesti tergesa gesa, tak bisakah tenang menikmati bulan penuh danbintang”.
( Haruskah Pergi – 2006 - Iwan Fals& Indra Lesmana)
86.“Persoalan hidup kalau diikuti tak ada habisnya, soal lama pergi soal baru datang”.
( Selancar – 2006 - Iwan Fals & IndraLesmana )
87.“Jaman berubah perilaku tak berubah, orang berubah tingkah laku tak berubah”.
(Rubah – album Iwan Fals 50:50 2007)
88.“Satu hilang seribu terbilang, patah tumbuh hilang berganti”.
(Pulanglah – album Iwan Fals 50:50 2007)
89.“Hidup ini indah berdua semua mudah, yakinlah melangkah jangan lagi gelisah”.
(KaSaCiMa – album Iwan Fals 50:50 2007)
90.“Tak ada yang lepas dari kematian, tak ada yang bisa sembunyi dari kematian, pasti”.
(Ikan-Ikan – album Iwan Fals 50:50 2007)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
91.“Ada kamu yang mengatur ini semua tapi rasanya percuma, ada juga yang janjikan indahnya surga tapi neraka terasa”.
(Cemburu – album Iwan Fals 50:50 2007)
92.“Hukum alam berjalan menggilas ludah, hukum Tuhan katakan “Sabar!”.
( Kemarau – uncassette)
93.“Yang pasti hidup ini keras, tabahlah terimalah”.
( Joned – uncassette)
94.“Oh negeriku sayang bangkit kembali, jangan berkecil hati bangkit kembali”.
( Harapan Tak Boleh Mati – uncassette)
95.“Oh yang ditinggalkan tabahlahsayang, ini rahmat dari Tuhan kita juga pasti pulang”.
(Harapan Tak Boleh Mati – uncassette)
96.“Tuhan ampunilah kami, ampuni dosa-dosa kami, ampuni kesombongan kami, ampuni bangsakami, terimalah disisi-Mu korban bencana ini”.
( Saat Minggu Masih Pagi – uncassette)
97.“Nyatakan saja apa yang terasawalau pahit biasanya, jangan disimpan jangan dipendam, merdekakan jiwa”.
( Nyatakan Saja – uncassette)
98.“Usiamu tak lagi muda untuk terus terusan terjajah, jangan lagi membungkuk bungkuk agar dunia mengakuimu”.
( Merdeka – uncassette)
99.“Kau paksa kami untuk menahan luka ini, sedangkan kau sendiri telah lupa”.
( Luka Lama – uncassette)
100. “Oh Tuhan tolonglah, lindungi kami dari kekhilafan, oh ya Tuhan tolonglah, Ramadhan mengetuk hati orang orang yang gila perang”.

Anggun - Mimpi

Dalam hitam kelap malam. Kuberdiri melawan sepi. Di sini di pantai ini. Telah terkubur sejuta kenangan. Dihempas keras gelombang. Dan tertimbun batu karang. Yang tak kan mungkin dapat terulang. Wajah putih pusat pasi. Tergores luka di hati. Matamu membuka kisah. Kasih asmara yang telah ternoda. Hapuskan semua khayalan. Lenyapkan satu harapan. Kemana lagi harus mencari. Kau sandarkan sejenak beban diri. Kau taburkan benih kasih. Hanyalah emosi. Melambung jauh terbang tinggi. Bersama mimpi. Terlelap dalam lautan emosi. Setelah aku sadar diri. Kau tlah jauh pergi. Tinggalkan mimpi yang tiada bertepi. Kini hanya rasa rindu. Merasuk di dada. Serasa sumpah melayang pergi. Terbawa arus kasih membara.

Cinta Sejati - Ari Lasso

Aku jatuh cinta padamu. Sejak pertama kita bertemu . Diam menghuni relung hati . Kau tak pernah perduli . Tuhan mengapa kau anugerahkan. Cinta yang tak mungkin tuk bersatu Kau yang telah lama kucintai . Ada yang memiliki . Chorus: Cinta sejati. Tak akan pernah mati . Selalu menghiasi ketulusan cinta ini. Jalan hidup telah membuat kita. Harus senantiasa bersama. Lewati Segala suka duka . Tiada cinta bicara. Chorus: Dan kau. Selalu hanya diam membisu . Meskipun engkau tahu . Batapa dalam cintaku. Aku jatuh cinta padamu

Demi Cinta - Padi

Tautan waktu berjalan, iring langkah kita bersama Mendewasakan semua rasa, perasaan jiwa Tak akan mungkin memungkiri, menyangkal arti cinta Biar angin menentang, pun langit terhempas Menyangsikan cinta dalam keras kehidupan Naif terlahir, kewajaran kodrati lelapkan semua Demi cinta, bersandinglah (di dalam sisi hidupku ini) Demi cinta berjanjilah (melangkah kita bersama) Perlahan kita mulai belajar, melaraskan batin Meluaskan ruang, tingkap pengertian Tak pernah kumerasakan, penat menjadi beban Biar pernah mengalir, pun meski terluka Damai... kita... bersama... sucikan cinta

Cahaya Mata - Padi

Teduhkanlah hatiku
Lelahkanlah jiwaku
Duhai engkau cahaya mataku
Yang menuntun jalanku
Yang memandu hidupku
Yang meredupkan pedih penatku
Tersenyumlah..
Bahagialah..
Sungguh engkau
Yang melumpuhkan hatiku
Yang melipurkan rinduku
Senyuman itu menyenangkan aku

Selamat Malam - Power Metal

Bagi sobat gasud dot com yang suka lagu lagu dari Power Metal dan ingin bisa memainkan musiknya bisa melihat pada lirik lagu Selamat Malam berikut ini

Sekian lama sudah kita berjalan
Namun tiada jua hati kita menyatu
Walau sebenarnya telah aku katakan
Cobalah mengerti apa yang ku rasakan
Akan terhapus hilang dari ingatan
Keangkuhan hatimu wujudkan keinginan...

Slama ini.. S
aat ini..

Walau telah ku coba untuk memahamimu
Kau tak jua mengerti akan diri ini
Harusakah kita saling bertegang diri
Ataukah kita saling berharap hati
Tak kan terhapus hilang dari ingatan
Keangkuhan hatimu wujudkan keinginan...

Reff :
Selamat malam cerita lalu bersamamu
Meski hatiku masih tersimpan bayanganmu
Lupakanlah kenangan lalu bersamamu
Akan ku simpan senyummu di dalam anganku
Walau telah ku coba untuk memahamimu
Kau tak jua mengerti akan diri ini
Haruskah kita saling bertegang diri
Ataukah kita saling berharap hati
Tak kan terhapus hilang dari ingatan
Keangkuhan hatimu wujudkan keinginan

Back to Reff (2x)

Besar Dan Kecil - Iwan Fals

Kau seperti bus kota atau truk gandengan Mentang-mentang paling besar klakson sembarangan Aku seperti bemo atau sandal japit Tubuhku kecil mungil biasa terjepit Pada siapa ku mengadu Pada siapa ku bertanya Kau seperti buaya atau dinosaurus Mentang-mentang menakutkan makan sembarangan Aku seperti cicak atau kadal buntung Tubuhku kecil mrengil sulit dapat untung Pada siapa ku mengadu Pada siapa ku bertanya Mengapa besar selalu menang Bebas berbuat sewenang-wenang Mengapa kecil selalu tersingkir Harus mengalah dan menyingkir Apa bedanya besar dan kecil Semua itu hanya sebutan Ya.. walau di dalam kehidupan Kenyataannya harus ada besar dan kecil

Lirik Lagu Iwan Fals - Maaf Cintaku

Ingin kuludahi mukamu yang cantik Agar kau mengerti bahwa kau memang cantik Ingin kucongkel keluar indah matamu Agar engkau tahu memang indah matamu Harus kuakui bahwa aku pengecut Untuk menciummu juga merabamu Namun aku tak takut untuk ucapkan Segudang kata cinta padamu Mengertilah....... Perempuanku.......... Jalan masih teramat jauh Mustahil berlabuh Bila dayung tak terkayuh Maaf cintaku Aku menggurui kamu Mengertilah Perempuanku Jalan masih teramat jauh Mustahil berlabuh Bila dayung tak terkayuh Maaf cintaku Aku nasehati kamu Maaf cintaku Aku menggurui kamu Maaf cintaku Aku nasehati kamu Maaf cintaku Aku menggurui kamu

BIDADARI - POWER METAL

Intro: D Bm F#m G (2x)
D G

D Bm
Langit cerah membias cahaya
F#m G C G/B
Diatas debur ombak menari
D Bm
Kibasan rambutmu terurai
F#m G C G/B
Kala kutatap indah matamu

Em Em/D# Em Em/D#
Walau hadirku untuk semenjak
G
Kau berikan tembang-tembang
A
Lagu cinta

Int: D Bm F#m G (2x)

D Bm
Meninggalkan satu kenangan
F#m G C G/B
Terukir dalam dinding hatiku
D Bm
Taburkan luka lama ini
F#m C C G/B
Dengar sinar emas sang pelangi
Em Em/D#
Ijinkan diri
Em Em/D#
Bila mengagumi
G A
Kan kunikmati damai alam surgawi

Reff I:
D A Bm G
Bidadari
D A Bm G
Kau datang mempesona
D A Bm G
Bidadari
D A G
Berikan mawar cinta

D G
Bila hadirmu kembali
Em A
Nyalakan lilin dijiwaku
D G
Ingin ku raih dirimu
Em A
Kubawa pergi keduniaku

Int: D A Bm G (3x)
D A G

Reff II:
E B C#m A
Bidadari
E A Bm G
Kau datang mempesona
E B C#m A
Bidadari
E B A
Berikan mawar cinta

Coda: A

Power Metal - Pengakuan

Gasud.com, sang gagal maksud

Em                           C D Em
Rintik hujan menetes ke bumi
                     D Bm Em
Membasahi senja hari
Em                           Em
Dalam remang cahaya mentari
Em                           
Kumemandang resahnya insani

C       D        C           D
Kelu kutermenung sesak di kalbu
B                    E        G
Sejenak kutertegun kusebut namaMu
B                E
Yang sering terlupa…

Em
Oh tuhan…
Yang terlupa…
Tuhan…
Yang terlupa…

Em      C           Em      G              
Dalam kelam kugapai cahyaMu
Em     C        Em  G
Menyinari sanubari
Em      C           Em        G
Nur Illahi sadarkan sombongku
Em           C               Em   G
Yang telah lama lekat di jiwaku

C       D
Lemah kuberdiri
C        D
Kugapai imanku
B           D#m        Em        G
Serentak ku bersujud kusebut namaMu
A            B   E
Oh yang terlupa…

Em      
Tuhan…
Em
Yang terlupa…

G G# Am Bb Bm B


Reff:
C
Kaulah penguasa alam
             C
Langit dan bumi sujud padaMu
Bm
Kau yang Maha memberi
       Bm              G
Segala nikmat kepada kami
C
Kau yang Maha Melihat
       C
Akan semua perbuatan kami
Bm                 Em
Kau yang Maha Mendengar
          Bm  
Doa dan keluh kesah kami
D
Kaulah yang Maha Suci
            D                E
Ampunkan sombong dan khilaf kami

Tuhan…
Yang terlupa…

Cinta Di Antara Kita - Nike Ardilla & Deddy Dores


Gasud.com, sebuah tembang lawas dari Almarhumah Nike Ardila yang masih enak didengar ini semoga bisa menjadi hiburan untuk telinga kita. 

Diujung malam yang sepi
Ku terpaku merenungi kegagalan hidup ini jadi belenggu dalam diriku
Kemana harus kucari kekasih yang telah pergi
Siang malam tiada henti seakan semua semakin menyiksa.

**
Cinta dalam hidupku, kini seakan mati
Untuk pertama yang pernah ada kini entah kemana

Reff: 
Tuhan tunjukkanlah jalan...
Agar kulupakan semua
Kegagalan hidup ini biar berlalu dalam hidupku
Selamat jalan kasih...
Selamat datang bahagia
Biarlah semua yang dulu kujadikan pedoman hidupku

back to **
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
Winamp Windows Media Player iTunes basicBerry Real One Android iPhone