Kapolres Ponorogo Pastikan Tidak Ada Penculikan Anak Diwilayahnya

Wengker.com, Ponorogo - Kepala Kepolisian Resort (Polres) Ponorogo,  AKBP SuryoSudarmadi, SIK, M.H memastikan, berita penculikan anak dibawah umur yang beredar di media sosial merupakan berita palsu atau HOAX. Setelah diklarifikasi keberapa pihak, pesan berantai melalui Whatsapp tersebut sengaja disebarkan orang tidak bertanggung jawab supaya masyarakat resah dan cemas.

Terbukti kata Kapolres, berita yang beredar di media sosial tentang penculikan itu semuanya palsu atau  penipuan. Polisi di berbagai daerah termasuk Ponorogo  sedang melacak pembuat berita hoax itu.

“Tak terkecuali di Ponorogo, di Ponorogo sendiri tercatat ada dua berita penculikan yang terbukti hoax, pertama yang di sebarkan oleh salah satu member  yang katanya ada penculik di sekitar Sumoroto tapi nyatanya itu hanya hoax belaka,” AKBP Suryo Sudarmadi, SIK, M.H,” kepada Media Online, Rabu (23/3/2017). 

AKBP Suryo Sudarmadi meminta masyarakat, jangan menelan mentah-mentah berita tersebut apalagi langsung di copas dan di sebar oleh situs-situs web di Ponorogo.

"Untuk itu kami memberikan informasi yang akurat yang sesuai dengan keadaan di lapangan. tidak asal copas dari media lain yang isinya tidak semua benar. Bisa di katakan cuma cari untung saja. Masyarakat dihimbau untuk tidak terprovokasi dengan melakukan kekerasan terhadap orang tak dikenal disekitarnya. Tapi tentu diharapkan tetap waspada dari pelaku-pelaku kejahatan kriminalitas,” pungkasnya. (Agus Yoga)
Sumber RRI.CO.ID


Pemuda ini tewas dihajar masa karena mencuri "Sebuah Jeruk"

Wengker.com, PONOROGO - Krisnanda Arifin (36), warga Jalan Pramuka, Kelurahan Kertosari, Kota Ponorogo, tewas setelah dihajar massa lantaran dituduh mencuri buah-buahan di salah satu warung di Jalan Suromenggolo, Kota Ponorogo, Selasa (7/2/2017).

"Korban meninggal setelah dirawat semalam di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Hardjono Ponorogo, Selasa (7/2/2017) sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum dibawa ke rumah sakit, korban kami amankan di Jalan Suromenggolo karena dikeroyok warga, Senin (6/2/2017)," kata Kapolsek Kota Ponorogo AKP Suyanto, Selasa ( 7/2/2017).

Menurut Suyanto, sesuai informasi, Krisnanda dituduh mencuri buah-buahan di salah satu warung di Jalan Suromenggolo. Dia dikeroyok massa karena lari saat pemilik warung meneriaki korban sebagai pencuri.

"Pemilik warung berteriak maling sehingga korban yang lari langsung dimassa warga di Jalan Suromenggolo, Kelurahan Nologaten, Kota Ponorogo," kata Suyanto.

Setelah dikeroyok, korban kemudian diamankan polisi. Tak lama kemudian, korban yang diduga mengalami keterbelakangan mental itu langsung dilarikan ke rumah sakit.

Atas peristiwa itu, polisi akan memanggil saksi-saksi dan pemilik terkait pengeroyokan yang membuat korban tewas.

Tak hanya itu, polisi sudah meminta dokter mengotopsi jenazah korban untuk mengetahui penyebab tewasnya Krisnandi.

"Tindak lanjut peristiwa ini kami akan meminta keterangan saksi untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam pengeroyokan itu. Kami juga akan meminta jenazah korban diotopsi," kata Suyanto.

Setelah diotopsi, lanjut Suyanto, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Sumber : Songgolangit

Laporan Penganiayaan Palsu Seorang Gadis Mahasiswi Ponorogo


Wengker.com, Kriminal Ponorogo - Seorang mahasiswi bernisial Risky Ayu Putri Ambarwati (21) tak menyangka laporan palsunya berujung di kantor polisi.
Mahasiswi semester tiga salah satu perguruan swasta di Ponorogo ini ditetapkan sebagai tersangka lantaran membuat laporan palsu tentang penganiayaan yang menimpanya pada pertengahan Desember 2016 lalu.
"Hasil penyelidikan polisi ternyata laporan yang dibuat Risky adalah palsu. Risky pun mengaku penganiayaan tersebut tidak pernah terjadi. Risky juga mengakui bahwa dirinya sendiri yang melukai tangannya dengan benda tajam," ujar Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, Jumat ( 6/1/2017).
Kendati menjadi tersangka, namun Risky tidak ditahan. Ia hanya dikenakan wajib lapor dua kali dalam seminggu.

Kasus itu bermula ketika Risky mengadukan tindak kekerasan yang dialaminya ke Mapolsek Ponorogo, Rabu (17/12/2016).
Saat itu, Risky membuat laporan bahwa dirinya dianiya seseorang yang tidak dikenal seusai pulang dari kuliah.
Dalam laporannya, peristiwa itu terjadi saat Risky hendak pulang ke rumahnya di Dukuh Maron, Desa Jenangan, Kecamatan Sampung, Ponorogo.
Risky mengaku saat itu ia sedang mengendarai motor. Ketika tiba di Jalan Pramuka atau di depan GOR bukutangkis Ponorogo, tiba-tiba dia diserang oleh seseorang yang tidak dikenal hingga tubuhnya mengalami luka-luka.
Dia kemudian melapor ke polisi dan menyatakan telah dianiaya seseorang yang tidak dikenal.
Selain itu, Risky juga melapor mendapat ancaman melalui pesan singkat dari seseorang. Namun hasil penyelidikan polisi menunjukkan bahwa pelaku yang mengancam melalui pesan singkat itu adalah Risky sendiri.
Caranya, Risky mengirim pesan bernada ancaman kepada dirinya sendiri dengan nama orang lain karena tersangka memiliki dua ponsel.
Sudarmanto menambahkan, motif Risky membuat laporan palsu itu karena urusan asmara.
Rupanya, Risky mencoba untuk mendapat simpati dari seorang pria idamannya dengan meneror dirinya sendiri.

Menurut Sudarmanto, Risky menyukai seorang pria, namun tidak berani mengungkapkannya karena malu.
Untuk itu, ia membuat skenario dengan meneror dirinya sendiri melalui pesan singkat dan berpura-pura telah dianiaya.
"Hal Itu semua dilakukan untuk mendapatkan simpati dari pria yang dicintainya," kata Sudarmanto. (kompas.com)

Menyebut Indonesia Kalah Di Thailand Karena Sholat, Lelaki Ini Langsung Ditangkap Polis


Wengker.com,  BATAM – Sabam Parulian, terduga penista agama langsung ditangkap setelah membuat pernyataan kontroversial berbaru sara di grup Facebook Wajah Batam. Sabam menyebut Timnas Indonesia kalah di leg kedua Final Piala AFF 2016 melawan Thailand lantaran pemain Timnas salat sebelum bertanding.

Ocehan Sabam membuat sebagian anggota grup Facebook Wajah Batam kesal dan marah. Pasalnya, pernyataan Sabam dianggap SARA hingga memicu perdebatan di antara sesama anggota grup.

Sabam kemudian dilaporkan ke Polresta Barelang. Tak butuh waktu lama, polisi langsung menciduk Sabam. Bahkan, dia sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dari penyidik.

Kapolresta Batelang, Kombes Pol Helmy Santika mengatakan, apa yang dilakukan Sabam Parulian telah melanggar dan membuat masyarakat marah. “Dia dilaporkan oleh warga,” kata Helmy.

Warga Sagulung tersebut terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian. Ia dijerat dengan pasal 12 dan diancam dengan kurungan 12 tahun penjara.

“Dia sudah dalam pengawasan polisi dan telah menjadi tersangka. Dia dikenai pasal 28 dengan ancaman 12 tahun penjara,” ujar Helmy.



Dikatakan Helmy, tersangka telah mengakui perbuatannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam atas statusnya di Facebook yang menyakiti dan melukai hati umat Islam.

“Atas persoalan ini yang bersangkutan mengaku khilaf dan minta maaf,” tambah Helmy.

Helmy menambahkan, selain melakukan penyidikan terhadap tersangka, pihaknya juga akan mengumpulkan MUI, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

“Kita imbau kepada masyarakat untuk berhenti menebar kebencian atas nama apa pun, jangan menebar kebencian atas nama sara, dan hati-hati menggunakan media sosial,” pungkas Helmy.

Sumber pojoksatu.id

Data Korban Peledakan Bom Samarinda

Wengker.com, Korban Kriminal - Otoritas Polri melalui Densus 88 Antiteror sampa minggu (13/11) pukul 14.00 WIB masih menyelidiki insiden peledakan di Gereja Oikumene Samarinda Kaltim yang terjadi pukul 10.30 WIB.
Gereja Oikumene terletak di Jalan Cm Kusumo RT 03 No. 32 Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda.
"Petugas menerim laporan telah terjadi pelemparan yang di duga bom rakitan," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar kepada SP, Minggu (13/11) siang.
Pendeta Elmun Rumahorbo menyebutkan ledakan terjadi pada saat puncak pembacaan doa terakhir menjelang bubar jemaah, dan terjadi ledakan di halaman gereja. Api menyembur ke dalam gereja.
Seorang saksi, Pasya Maningar (11) melihat pelaku menyalakan korek api di depan gereja. Selanjutnya saksi masuk ke dalam gereja sambil menggendong adiknya sambil memberitahukan jemaah terkait adanya orang asing di halaman gereja. Selanjutnya pastur keluar dan sebelum sampai pintu ledakan terjadi di halaman gereja.
Ditambahkan, Gultom (35) saksi lain menyebutkan pada saat jemaah melaksanakan pembacaan doa terakhir, terdengar suara ledakan sebanyak tiga kali di halaman gereja yg menimbulkan kobaran api dan merusak empat unit R2. "Korban empat orang anak-anak yang sedang bermain di teras gereja dibawa ke RS. Moeis," ujar Gultom.
Saksi lain, Roni yang sedang duduk di depan Toko Sumber Jaya mendengar ledakans ebanyak satu kali. Dia kemudian melihat ada seorang laki-laki dengan perawakan rambut gondrong, celana gantung dengan mengenakan kaos hitam berlari dari halaman gereja ke arah pelabuhan Dermaga Sumalindo. Saksi ikut mengejar orang yang dicurigai tersebut sampai pelaku tertangkap di pinggir sungai mahakam.
Pelaku JO diketahui pernah menjalani hukuman pidana sejak tanggal 4 mei 2011 berdasarkan putusan Pengadilan Negeri jakarta Barat nomor: 2195 / pidsus/2012/PNJKT.BAR tanggal 29 Feb 2012 dengan hukuman 3 tahun 6 bulan kurungan. JO dinyatakan bebas bersyarat setelah mendapatkan remisi Idul Fitri tanggal 28 Juli 2014. Saat ini pelaku sdh diamankan di Polresta Samarinda.
Adapun data Korban :
1. Intan olivia, cm. Kusumo gg jati 3 RT. 27 Kelurahan. Harapan Baru Loa Janan Ilir. Mengalami luka bakar pada sekujur tubuhnya.
2. Alvaro Aurelius Tristan Sinaga (4), aspol loa janan km 4, anak dri PNS an. Novita Sagala (PNS polresta samarinda).  Mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.
3.Triniti hutahaya (3) cm. Kusumo Sengkotek Gg jati, blok M, RT. 27 mengalami luka disekujur tubuhnya.
4. Anita Kristobel Sihotang (2), Jl. Cm kusumo Gg Jati 4 kel. Harapan baru. Mengalami luka bakar.
Beritasatu.com

Peledakan Bom Di Gereja Samarinda, Pelaku Tertangkap - Ini Kronologinya


Wengker.com, Kriminal Teroris - Pelaku peledakan bom di Gereja Oikumene Jalan Cipto Mangunkusumo No 32 RT 03, Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, ditangkap saat berenang di sungai mahakam. Dia berupaya kabur usai beraksi.

Keterangan dari saksi mata di lokasi, seorang pria yang belum diketahui identitasnya itu, masuk ke halaman gereja yang berada persis di pinggir jalan, sambil membawa tas. Tidak ada yang curiga dengan gerak gerik pria itu.

"Tidak ada yang curiga. Ini kan gereja di wilayah terbuka. Kita kira yang masuk ke halaman, kan mau ibadah," kata pendeta Samion (53) kepada media online di lokasi kejadian, Minggu (13/11). Saat itu, di halaman memang penuh anak-anak yang sedang bermain menunggu orangtua mereka selesai ibadah. Begitu tas yang diletakkan di halaman meledak, pelaku lantas melarikan diri ke arah sungai dan melompat ke sungai.

"Jadi orang teriak-teriak itu pelakunya, saya ikut mengejar dengan warga di sekitar. Asap sempat mengepul tebal di halaman, percikan apinya sempat membakar atap tapi bisa dipadamkan," ujar Samion.

"Itu motor pelaku ditinggal di halaman. Motornya Honda Karisma, itu terbakar dan rusak di halaman gereja Pak. Yang saya lihat tadi ada 6 luka-luka, 2 paling parah," tambahnya.

Saksi mata lainnya, Samuel Tulung (50), yang juga menangkap pria itu mengatakan, pria terduga peledakan memang ditangkap di sungai mahakam. "Saya kebetulan mau lewat depan gereja, ada orang-orang lari-lari. Pelakunya itu sudah berenang sampai ke tengah. Saya minta kapal motor di tengah sungai, mengejar," kata Samuel.

"Saya berdua dengan warga lain, tangkap pelaku. Sempat menarik kaki saya, saya pukul mukanya, akhirnya dia lepaskan. Saya bilang jangan dipukuli, ini serahkan ke polisi, supaya diungkap jaringannya," terang Samuel.

Seperti diketahui, ledakan terjadi sekira pukul 10.00 WITA pagi tadi, di depan Gereja Oikumene. Saat ledakan, jemaat gereja sedang beribadah. Gegana Brimob Polda Kalimantan Timur, Polresta Samarinda, dan Polsekta Samarinda Seberang, mengamankan lokasi kejadian.
Merdeka.com

Abu Jandal, Panglima ISIS Asal Malang Tewas


Wengker.com, Kriminal - Panglima ISIS khusus pasukan asal Indonesia, Salim Mubarok Attamimi alias Abu Jandal al-Yemeni al-Indonesi dikabarkan tewas dalam pertempuran di Mosul, Irak. Mabes Polri dan keluarga Abu Jandal memastikan kebenaran informasi tersebut.
"Iya benar (Abu Jandal) sudah meninggal. Dapat kabarnya kemarin (8/11)," kata kakak Abu Jandal, Fauziah di Pasuruan kemarin.
Salim diketahui pernah tinggal di Malang, Jawa Timur, dan kerap menggelar pengajian yang meresahkan warga. Dia memakai nama yang berbau Arab yakni Abu Jandal Al-Yemeni, yang tidak lain nama pengawal Osama bin Laden.
Di tahun 2014, Abu Jandal menantang Panglima TNI dan Polri, termasuk Densus 88 dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama untuk turun ke medan perang bergabung dengan tentara koalisi menghadapinya.
Tantangan tersebut direkam video berdurasi 4 menit 1 detik dan diunggah di YouTube, Kamis (25/12/2016) dengan nama akun al-faqir ibnu faqir.
Dia juga pernah mengunggah video ke YouTube tentang ajakan orang Indonesia agar bergabung ISIS. Video berdurasi 20 menit itu diunggah 6 Agustus 2014 berjudul "Ucapan Selamat Ied dari Bumi Khilafah". Video yang diunggah oleh Al-Hayat Media Center itu dibuat di sebuah masjid di Suriah.
Selain itu juga terdapat video yang mengupas tentang sosok Salim, yang di antaranya pernah berjualan susu murni di Malang. Video itu menunjukkan serangkaian foto pribadi salah satunya sedang mengokang senapan serbu AK-47.
Di bulan Maret tahun 2015, Kepolisian berhasil membekuk Helmi Alamudi (51), salah satu penyandang dana untuk memberangkatkan WNI ke Suriah. Dia merupakan salah satu jaringan ISIS di Malang.
Awal tahun 2016, kabar tewasnya Abu Jandal sempat santer dikabarkan. Namun hal ini tak terbukti kebenarannya.
Hingga akhirnya sepak terjang Abu Jandal berakhir diduga dalam sebuah pertempuran di Mosul, Irak, beberapa waktu lalu. Keluarga mendapat kabar duka ini pada Selasa (8/11/2016) malam.
Namun keluarga hingga sekarang belum bersedia buka suara terkait detail kematian Abu Jandal. Informasi kematian Abu Jandal tak mengejutkan pihak keluarga. Mereka terlihat tenang-tenang saja. Hanya saja, ibu Abu Jandal, yaitu Farida yang dikabarkan shock mendengar anaknya tewas.
"Namanya seorang ibu, siapa pun ibu kalau dengan anaknya meninggal ya pasti shock," terang Fauziah, dikutip merdeka.
Ditanya soal istri dan anak Abu Jandal, pihak keluarga enggan mengabarkan keberadaan mereka. "Sudah lama tak ada kontak (komunikasi). Ada di mana, kita keluarga tidak tahu. Kalau ini (rumah di Jalan Irian Jaya A/33) rumah orang tua," sahut adik Abu Jandal, Mubarok.
Hingga kemarin, Mabes Polri juga belum mengetahui pasti penyebab Abu Jandal tewas. Kemungkinan Abu Jandal tewas akibat perang.
"Sebab kematian masih di ditelusuri akibat situasi di sana," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar.
Selain Abu Jandal, polisi juga masih terus mencari dua WNI yang menjadi petinggi ISIS lainnya. Mereka adalah Bahrun Naim dan Bahrunsyah.

Perempuan Diperkosa Di Kantor Polisi

Wengker.com, Kriminal - Nasib tragis menimpa seorang perempuan muda di Afghanistan. Alkisah, pada Senin lalu, Mariam (18), nama perempuan itu, menyambangi kantor polisi dekat rumahnya di Distrik Zareh, Provinsi Balkh, Afghanistan Utara.
Ia datang bersama ayahnya, Khairuddin, untuk melaporkan kasus pemerkosaan yang dialaminya. Namun naas, bukannya membuat laporan justru Mariam kembali diperkosa oleh seorang polisi berpangkat komisaris di ruangannya.
"Ketika saya pergi dengan ayah untuk melaporkan kasus pemerkosaan, dia (komisaris polisi) memerintahkan ayah saya untuk menunggu di luar. Dia lalu membawa saya ke ruangannya, dan saya langsung diperkosa," kata Mariam, seperti dilansir Reuters, Selasa, 8 November 2016.
Setelah puas memperkosa dirinya, polisi yang diketahui bernama Akram Zareh (60) ini memintanya untuk tutup mulut dan diancam akan dibunuh jika berbicara.
Sebagai informasi, Afghanistan salah satu negara paling berbahaya di dunia bagi kaum perempuan. Penelitian menunjukkan bahwa 8 dari 10 perempuan di Afghanistan mengalami pelecehan seksual, baik fisik maupun psikologis.
Akan tetapi, hanya beberapa ribu kasus saja yang dilaporkan setiap tahunnya. Atas alasan sosial dan budaya, sangat sulit bagi perempuan Afghanistan untuk melaporkan kasus kepada seorang petugas laki-laki.
Menurut penelitian, ketika mereka melapor dan mengajukan keluhan, jarang ditangani dengan baik oleh aparat keamanan setempat. Salah satunya yang dialami oleh Mariam. Menangapi tudingan tersebut, Zareh, langsung membantahnya.
"Saya seorang polisi yang jujur. Usia saya sudah 60 tahun. Dia (Mariam) sudah seperti anak saya sendiri. Ini persekongkolan terhadap saya," klaim dia.
Sementara itu, untuk mencari keadilan, Khairuddin membawa putrinya ke Kabul, ibu kota Afghanistan, untuk meminta keadilan.
"Putri saya mengatakan dia akan membakar diri hidup-hidup, karena dia tidak bisa keluar dari rumah dan tidak bisa berinteraksi dengan siapa pun karena malu," ujar Khairuddin.
Viva.co.id

Konser Tipe-X dan Endang Soekamti Di Alon-Alon Ponorogo Ricuh

Wengker.com, Ponorogo - Konser masik beraliran SKA dan Punk yang dibawakan band TIPE-X dan Endang Soekamti di Alun-Alun Ponorogo, berakhir ricuh. Dari awal TIPE-X tampil sampai ditutup Endang Soekamti, Rabu (2/11/2016) diwarnai kericuhan dan saling jotos.

Aksi baku hantam beberapa penonton karena saling bersenggolan. Bahkan polisi terpaksa membubarkan penonton yang handak adu jotos. Pun belasan penonton perempuan pingsan dan dievakuasi ke ambulance.

Tidak berhenti disitu, puluhan orang kemduian menggeruduk ruangan Sat Reskrim Polres Ponorogo. Pasalnya barang-barang mereka hilang diambil copet yang juga beraksi di konser.

"Barang saya hilang semua. Handphone dan dompet berisi uang serta surat penting," kata Khoirul Anwar, salah satu korban copet.

Khoirul mengatakan tersadar dirinya dicopet saat TIPE-X membawakan lagu keempat. Saat itu dia hendak mengabadikan moment dan mengambil handphone dari tas. Namun posisi tasnya sudah terbuka.

"Hilang semua. Makanya langsung ke Polres. Eh ternyata banyak yang kecopetan," tambahnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Rudy Darmawan, membenarkan bahwa banyak copet beraksi di konser TIPE-X dan Endang Soekamti. Saat ini pihaknya sedang mendalami kasus pencopetan massal tersebut.

"Kami masih mendalami. Kalau ada yang kecopetan lagi bisa melapor. Kami juga sedang mendata," katanya, Kamis (3/11/2016) dini hari.
Berita Jatim.com

Dukun 70 Tahun Cabuli Tiga Gadis Dibawah Umur - Ponorogo

Wengker.com, Kriminal Ponorogo - Seorang kakek berusia 70 tahun berinisial S mencabuli tiga gadis di bawah umur, di Ponogoro, Jawa Timur. Sang kakek melakukan aksinya dengan modus bisa menggandakan uang melalui bantuan seekor tokek ajaib.
Dalam aksinya, sang kakek menyamar sebagai dukun sakti yang mampu mendatangkan benda-benda berharga dengan bantuan tokek ajaib. Untuk mendatangkan tokek ajaib itu, sang kakek meminta sejumlah syarat untuk melakukan ritual khusus.

Ketiga korban yang tergiur dengan iming-iming sang kakek lantas menuruti syarat yang ditentukan dengan mengikuti ritual khusus tersebut. Namun saat mengikuti ritual itu, mereka tidak menyangka akan disetubuhi sang kakek sebagai syaratnya.

Segala daya pun dilakukan untuk menolak ajakan sang kakek. Tetapi kakek tersebut memaksa dan mengancam akan membuat mata gadis-gadis itu menjadi buta jika berani menolak dan melapor orangtua masing-masing.

Karena tokek ajaib tersebut tidak kunjung datang setelah ritual selesai dilakukan, korban akhirnya melapor ke orangtua masing-masing. Dari sinilah, kasus pemerkosaan itu terkuak dan sang kakek akhirnya dilaporkan ke polisi.

Tidak menunggu lama, polisi lalu menangkap sang kakek di rumahnya. Dari tumah tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa tiga buah tokek, keris, pedang, batu akik, dan beberapa alat perdukunan lainnya.

Akibat perbuatannya, sang kakek langsung dijebloskan ke tahanan Polda Jawa Timur dan dijerat pasal perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Sindonews.com

ISIS Deklarasi Siap Berperang Dengan Indonesia Dan Malaysia

Wengker.com, Kriminal - Kini telah beredar video yang mendeklarasikan perang antara kelompok militan ISIS dengan Indonesia dan Malaysia.
Menurut Strait Times, sebuah rekaman video beredar di jagat maya yang memperlihatkan seorang pria bersenjata, dikelilingi sejumlah pemuda dan anak-anak yang turut memegang senjata.
"Kami bukan lagi warga negara Malaysia dan Indonesia. Kami telah membebaskan diri," ucap pria bersenjata itu menggunakan campuran bahasa Malaysia dan Arab.
Seorang pria berjanggut yang memegang paspor Malaysia kemudian ditampilkan, sembari pria bersenjata yang sebelumnya mengancam akan melakukan perlawanan militer yang tak tertandingi.
"Dengan izin dan bantuan-Nya, kami akan datang dengan kekuatan militer yang tak tertandingi," katanya.
Ia lalu mendesak pemerintah dan pemimpin negara yang tidak mengikuti prinsip Islam untuk mundur dan membiarkan supremasi Islam mengambil alih.
Terlihat sejumlah pemuda dan anak-anak dalam video itu kemudian membakar setumpuk paspor, diikuti sorakan dari orang-orang dalam video tersebut.

Video itu diketahui dirilis belum lama setelah serangan global terjadi di beberapa titik di dunia, pada bulan Ramadan ini.
Bahkan, disebutkan bahwa video tersebut muncul bertepatan saat insiden bom bunuh diri terjadi di Mapolresta Surakarta, Solo, pada Selasa (5/7/2016).

Pernah Ancam TNI, Polri dan Banser NU
Akhir 2014 lalu muncul video anggota ISIS (Islamic State of Iraq and Syam) di Youtube yang melontarkan ancaman dan provokasi terhadap TNI, Polri dan Banser NU
Video berdurasi 4 menit 1 detik yang diunggah di Youtube tersebut menampilkan seorang pria mengenakan pakaian serba hitam dan penutup kepala (kupluk) yang dilipat ke atas.
Pria berkumis dan berjanggut itu sambil sesekali mengarahkan telunjuknya ke arah kamera mengancam Panglima TNI, Polri, dan Banser NU yang menginginkan untuk membantu pasukan koalisi dalam memerangi ISIS.
Sumber Serambi Indonesia

Teror Bom Bunuh Diri Di Halaman SPKT Mapolresta Solo

Wengker.com, Kriminal - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Condro Kirono membenarkan bahwa ledakan bom di depan SPKT Markas Polresta Solo pada Selasa (5/7/2016) adalah serangan bom bunuh diri.

Condro menjelaskan, saat itu pagi sekitar pukul 07.30 WIB, ada seseorang yang mencurigakan masuk ke halaman Mapolresta Solo.

"Pelaku mencurigakan. Anggota Polresta yang siaga mencegatnya. Dia (pelaku) berusaha berbalik arah dan meledakkan diri," kata Condro kepada Media Online, Selasa.

Akibat ledakan itu, pelaku tewas di lokasi kejadian. Sementara itu, satu anggota polisi terluka. Condro mengatakan, ledakan tersebut terbilang kecil dan tidak memakan korban jiwa lainnya selain pelaku.

Dalam kesempatan itu, Condro mengimbau kepada warga Solo agar tenang. Sebab, tidak ada rangkaian kejadian setelah peristiwa di depan Mapolresta Solo.

"Solo sekarang sudah tenang. Tidak ada rangkaian kejadian setelah kejadian satu ini saja. Kita harapkan masyarakat tenang. Anggota Polri didukung TNI dan pemda siaga dan memberikan pengamanan," tandas Irjen Condro Kirono.
Sumber Kompas

Teror Bom Di Komplek Masjid An Nabawi Madinah

Wengker.com, Teror Bom - Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roojiun. Sebuah ledakan yang diduga bom meledak di dekat kompleks Masjid Nabawi, selasa(5/7/2016). Pelaku peledakan dilakukan oleh seseorang yang meledakan dirinya dan diketahui pelaku meninggal dunia.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak Kerajaan Arab Saudi dan keterangan mengenai jumlah korban dari ledakan tersebut.

Sementara halaman Facebook Haramain mengutip dari Jaringan Al Arabiya menyebutkan bahwa lokasi tepat ledakan berada di sebuah pos polisi yang berada dekat kompleks masjid Nabawi.

Selain itu halaman Facebook Haramain juga mengunggah sejumlah foto yang memperlihatkan kepulan asap hitam didekat masjid Nabawi dan memperlihatkan jasad yang tergeletak didekat api yang menyala.

Gara Gara Surat Cinta, Guru Di Aniaya Rekannya - Ponorogo

Wengker.com, Kriminal - Selalu ada cerita dibalik cinta, dan ceritanya selalu membikin geli di perut. Seperti yang dialami oknum guru di wilayah Kecamatan Sambit, kabupaten Ponorogo yang tega menganiaya oknum guru wanita rekan kantor, karena kesal dengan ulahnya yang dianggap tidak tau tempat.

Sebut saja Romeo 44 (bukan nama sebenarnya) seorang guru Madrasah warga Desa Gajah, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo ini terpaksa harus berurusan dengan Polisi lantaran telah menganiaya Mawar 45, (bukan nama sebenarnya) karena memberikan selembar kertas yang diduga sebuah surat cinta saat ada istri, Jumat (10/06/2016)

Informasi yang berhasil dihimpun media online, kejadian penganiayaan itu berawal saat Romeo sedang bersama istrinya, namun tiba - tiba Mawar yang merupakan salah seorang guru wanita di Madrasah tersebut memberikan selembar kertas yang disuga surat cinta kepada Romeo.

Akibatnya, Romeo yang saat itu bersama sang istri langsung tersinggung. Bahkan dia sempat menganiaya Mawar dengan memukul kepalanya dengan sebuah batu. Tak hayal, kepala korban mengalami robek dan mengeluarkan darah. Lantaran penganiayaan itu dianggap sudah keterlaluan, saat itu juga Romeo dilaporkan oleh Mawar ke Polisi.

Kasubag Humas Polres Ponorogo AKP Harijadi, memvenarkan bahwa pihknya telah menerima laporan terhadap aksi kekerasan dan penganiayaan oleh oknum guru di Kecamatan Sambit kepada rekanya. Penganiayaan itu bermula dari ketersinggungan pelaku, lantaran memberikan secarik kertas, saat ada istri pelaku disampingnya.

"Pelaku tersinggung dengan ulah Mawar, korban mengambil batu dan memukulkan ke kepala korban,"kata AKP Harijadi.

Kejadian penganiayaan itu dilakukan tersangka di lingkungan sebuah Madrasah desa Gajah, dan aksi kekerasan yang dilakukan guru kepada guru itu terjadi pada pukul 09.00 WIB. Bahkan kejadian itu juga berlangsung didepan sejumlah guru lainnya.

"Akibat perbuatannya, Romeo dijerat dengan pasal 351 ayat 1 KUHP dengan sanksi pidana hukuman penjara dua tahun delapan bulan,"terang AKP Harijadi.

Sedangkan dari beberapa informasi, diduga diantara keduanya terjalin hubungan asmara. Tapi karena Romeo takut hubungan gelapnya dengan Mawar diketahui istrinya, maka dari itu terjadilah tindak penganiayaan itu. Romeo melakukan penganiayaan usai diberi secarik kertas oleh Mawar. Dia naik pitam karena saat diberi secarik kertas itu, sang istri ada disampingnya.
Sumber kotareyognews.net

Seorang Kakek Di Jenangan Cabuli Anak Usia 12 Tahun

Wengker.com, Asusila Ponorogo - Awal bulan puasa Ramadhan Kota Reyog dihebohkan kasus pencabulan di bawah umur. Kasus ini menambah panjang deretan kasus asusila di Kabupaten Ponorogo yang terkenal dengan julukan Kota Santri tersebut.

Karena tidak terima anak semata wayangnya dibuat mainan oleh seorang kakek, akhirnya orang tua bocah kelas VI Sekolah Dasar (SD) itu melaporkan sang kakek ke Mapolres Ponorogo, Kamis (9/6) sekitar pukul 08.00 WIB.

Korban bernama AP (12 th), pelajar kelas VI, warga Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Ponorogo Jatim. Sedangkan pelakunya adalah seorang kakek buruh tani bernama JIA (55 th), warga Dukuh Pohijo RT. 04/ RW. 02, Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, Ponorogo Jatim.

Menurut Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Harijadi, pelaku melakukan persetubuhan dengan korban sebanyak dua kali. “JIA memperdayai korban AP sebanyak dua kali di rumah pelaku dan di sebuah tempat penginapan yang berada di sekitar Telaga Ngebel,” terang AKP Harijadi.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa akta kenal lahir, satu stel pakaian milik korban dan 2 buah HP milik korban dan pelaku. “Kami juga amankan sebuah sepeda motor yang dipakai mereka berdua,” ungkapnya.

Dia menambahkan berdasarkan keterangan Yadi selaku orang tua korban dan Mardjuki selaku Ketua RT setempat, bahwa sekitar sebulan yang lalu pelaku kenal dengan korban.

“Pelaku setelah intens berhubungan lewat HP, karena masih ada hubungan saudara dari orang tua korban, kemudian korban diajak ke rumah pelaku dan melakukan hubungan intim dan korban diberi uang 100 ribu rupiah,” tambahnya.
Sumber Citizen6.net

Mesum Dini Hari Di Bendo, Sawoo, Ponorogo

Wengker.com, Asusila -Bulan Ramadhan yang seharusnya dimanfaatkan untuk menambah ibadah, namun berbeda dengan lima orang pelajar ini, mereka justru menggelar pesta seks di sebuah warung yang berada di utara sungai Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Selasa(07/06/2016) malam.

Kalima pelajar yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) tersebut adalah AN(14) pelajar klas VIII  SMP warga Jalan Kyai Mojo, Kelurahan Kauman Ponorogo, F WP(16) pelajar kelas IX SMP warga Jalan Jaenal Arifin, Kelurahan Kauman Ponorogo, KDC(17) pelajar kelas VIII SMP warga  Jalan Sentot Prawirodirjo, Kelurahan Kauman, Ponorogo, EW (17) pekerja salon di Surabaya, warga Desa Tajug, Kecamatan Siman, Ponorogo dan IA( 15) pelajar klas VIII SMP warga Desa Tajug, Kecamatan Siman.

“Awalnya ada laporan dari warga Ngindeng, bahwa mereka telah mengamankan lima orang anak dibawah umur yang sedang melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh pasangan suami istri. Petugas Polsek Sawoo kemudian langsung meluncur ke TKP dan membawa kelimanya ke Mapolsek,”ucap Kasubbag Humas Polres Ponorogo AKP Harjadi.

Kelimanya diketahui berbuat mesum oleh warga sekitar sekitar pukul 22.00 WIB, yang kemudian warga Desa Ngindeng melakukan penggerebegan dan berhasil mengamankan kelimanya saat melakukan mesum di sebuah warung yang berada di utara Sungai Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Ponorogo.

Berhasil mengamankan para pelaku, warga kemudian melaporkanya ke Polsek Sawoo. Yang setelah itu dengan mengendarai mobil Polsek, kelimanya diarak oleh puluhan warga Ngindeng yang mengendarai sepeda motor menuju Mapolsek Sawoo untuk dimintai keterangan.

Untuk melengkapi pemeriksaan kemudian orangtua dari kelimanya dipanggil ke Polsek Sawoo. Yang setelah itu kelima anak ini diserahkan kepada orangtua masing-masing.
Sumber KanalPonorogo

Kontra Hukum Kebiri - Masihkah Mau Bela Pelaku

Wengker.com, Kriminal - Hukuman kebiri bagi pelaku kekerasan seksual yang bakal diberlakukan pemerintah melalui Perpu menuai banyak pujian. Salah satunya dari psikolog sekaligus pengurus Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Jombang Dimas Cokro Pamungkas.

Kepada wengker.com, salah satu pengurus badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) ini gembira dengan hukuman kebiri bagi pelaku kekerasan seksual. Namun demikian dalam pelaksanaan nanti harus tetap dalam koridor hukum yang berlaku.

"Menurut saya pribadi hukuman ini sangat bagus, bagus sekali, tinggal dikawal implementasinya, harus benar-benar sesuai prosedur. Jangan sampai salah eksekusi pada orang yang sebenarnya tidak bersalah," katanya.

Pria yang pula pemerhati perilaku kalangan selebritas ini juga menganggap wajar masih adanya pro kontra jika hukuman kebiri diberikan pada pelaku. Hal tersebut menunjukan ada perhatian terhadap kejahatan yang kini mengincar hampir semua usia kaum hawa.

"Pro - kontra dalam masyarakat itu wajar, malah bagus berarti semua mau berfikir berdasarkan pemahaman masing-masing, ada yang melihat dari sisi agama, HAM dan lain - lain," lanjutnya.

Namun di sisi lain, Ketua Qurrota A'yun Psychology Consultant ini juga mempertanyakan pihak yang kontra terhadap hukuman kebiri. Apalagi beban psikis yang mesti ditanggung korban sangat berat.

"Sebenarnya kita balik saja pola pikir kita bagi yang kontra hukuman ini dengan alasan HAM. Kenapa kita harus memikirkan HAM seorang penjahat yang dia sendiri sama sekali tidak memikirkan HAM korbannya ? Bagaimana si korban yang harus menanggung beban psikis selama hidupnya, apa ada jaminan si korban bisa bangkit psikologinya ? juga andai yang jadi korban pemerkosaan itu adalah ibu, adik atau anak si pembela HAM pelaku, apakah mereka masih bisa berteriak untuk memperjuangkan HAM buat pelaku ?," paparnya.

Warga Siman Tertangkap Mencuri Hp Tetangga

Wengker.com, Kriminal Ponorogo - Sungguh tak terpuji apa yang dilakukan KE(20), warga Desa Patihan Kidul kecamatan Siman kabupaten Ponorogo. Pasalnya, dia tega nyolong Hand Phone (HP) yang masih kinyis - kinyis milik tetangganya sendiri Eny Ambar Sari (32), Jumat (20/05/2016).

Eni Ambar Sari baru mengetahui hand phone merk samsung galaxy grand 2 miliknya amblas pada, Jum,at (20/05/2016) sekitar pukul 04.00 WIB. Setelah mencari kesana kemari namun tak kunjung ketemu, warga Jl. Tanjung Desa Patihan Kidul kecamatan Siman ini akhirnya bergegas ke Polsek setempat guna melaporkan kejadian tersebut.

Mendapat laporan, jajaran unit reskrim Polsek Siman langsung bergerak mendatangi lokasi dan guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi juga melakukan investigasi kepada korban tentang kemungkinan dan kecurigaan korban terhadap pelaku.

Dan didapat keterangan bahwa kecurigaan mengarah ke tetangganya korban sendiri bernama KE. Tak beselang lama Polisi akhirnya melakukan penangkapan dan penggeledahan di rumah tersangka dan ternyata benar. Barang bukti yang dilaporkan oleh korban ketemu dirumah tersangka karena masih disimpan pelaku.

Pelaku KE tak bisa berbuat apa - apa ketika Polisi mendapati barang curian yang dia simpan. Dia langsung diglandang ke Polsek setempat untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya.

Kasubag Humas Polres Ponorogo AKP Harijadi membenarkan bahawa telah terjadi curas di wilayah siman.

"Korban saat ini telah diamankan polisi bersama barang bukti sebuah hand phone merk Samsung Galaxy grand 2 dan uang 650 ribu rupiah," terangnya.

Atas kasus tersebut tersangka berinisial KE dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun.

Pelaku Karaoke Smule Sambil Nge Seks, Akhirnya Minta Maaf

Wengker.com, Banyuwangi - Beberapa waktu lalu netizen sempat dihebohkan dengan video karaoke via Smule antara akun Kainbiru dan IgorAgathSebasti. Banyak orang geram lantaran pemilik akun IgorAgathSebasti diduga sambil berhubungan badan ketika berkaraoke lagu Ngobong Ati yang sangat populer di Banyuwangi tersebut.

Krishna Adi, ketua Ikatan Keluarga Banyuwangi Taiwan (Ikawangi Taiwan) berusaha mencari pemilik akun IgorAgathSebasti dengan sayembara berhadiah Rp 1 juta. Pencarian tersebut akhirnya membuahkan hasil, pemilik akun IgorAgathSebasti diketahui keberadaannya di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

“Barusan perwakilan di Kupang sudah menemui yang bersangkutan dan divideo serta difoto,” ungkap Krishna ketika dihubungi , Selasa (17/5).

Menurut Krishna, ketika ditemui perwakilan warga Banyuwangi, perempuan itu menangis sesenggukan. Dia mengakui semua kesalahannya dan berjanji tak akan mengulanginya lagi.

“Dia minta maaf sambil menangis,” tambah

Lanjut dia, warga Banyuwangi menerima permintaan maaf dari wanita tersebut dan tak lagi menyimpan dendam. Akan tetapi, secara hukum kasus itu tetap dilanjutkan.

“Kami memaafkan karena sesama manusia, tapi proses hukum tetap berlanjut karena laporan pengaduan sudah masuk ke Polresta Kupang, NTT,” pungkas Krishna.

Tentu saja, berbuat iseng pernah dilakukan banyak orang. Tapi, kalau isengnya kelewatan seperti pemilik akun IgorAgathSebasti bisa berakibat fatal bahkan sampai ke ranah hukum. Maka dari itu jika ingin berbuat konyol di media sosial dipikir lagi ya!

Ini dia Klarifikasi dan permintaan maaf kepada masyarakat indonesia khususnya warga banyuwangi karena telah melecehkan lagu  banyuwangi Ngobong Ati sambil melakukan perbuatan tidak senonoh.
Sumber Setenpo.info
Lihat videonya ..... https://youtu.be/MYoitKSn0L8

Korban Smule, ML Sambil Karaoke

Wengker.com, Medsos - Tren karaoke online menggunakan aplikasi Smule sat ini tengah digandrungi banyak orang. Mereka gemar bernyanyi bisa mencari teman duet tanpa harus bertemu langsung. Mulai lagu yang mengundang tawa hingga berderai air mata tersedia di Smule.

Tapi baru-baru ini masyarakat Banyuwangi digemparkan dengan video Smule yang menampilkan duet dua perempuan dengan akun akun Kainbiru dan IgorAgathSebasti. Keduanya menyanyikan lagu berbahasa daerah Banyuwangi berjudul Ngobong Ati. Parahnya, saat karaoke ternyata pemilik akun IgorAgathSebasti diduga sedang berhubungan badan dengan seorang laki-laki.

Jika dilihat sekilas, pemilik akun IgorAgathSebasti tidak terlihat berhubungan badan. Bahkan, lawan karaokenya, akun Kainbiru tidak menyadari sama sekali dan mengawali duet itu dengan salam. Hingga karaoke berakhir, Kainbiru juga tak menunjukkan gelagat kecurigaan.

Sumber Ponoragan.com

Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
Winamp Windows Media Player iTunes basicBerry Real One Android iPhone