Berkah Zakat dan Sedekah Keluargaku Kembali Utuh dan Rezekipun Berlimpah.

Wengker.com , Namaku Miati, saat ini aku bekerja sebagai BMI di Hong Kong. Akhir bulan ini genap sudah delapan tahun masa kerjaku di negeri beton. Dan akhir bulan ini pula aku memutuskan untuk pulang seterusnya ke kampung halaman.

Aku sudah sangat merindukan anakku dan juga keluargaku. Aku ingin membuka lembaran baru yang sempat rapuh oleh tergerusnya waktu dan disana pula aku menemukan kembali kedamaian hati yang sempat hilang karena kesibukan dunia kerjaku.

Aku bukan pertama kalinya bekerja sebagai BMI di Hong Kong, sebelumnya aku pernah bekerja di Singapura selama dua tahun dan Malaysia dua tahun. Di dua negara tersebut alhamdulillah aku mendapatkan majikan yang baik. Tetapi entah kenapa hasil jerih payahku selama bekerja empat tahun mengalir begitu saja tanpa ada perubahan yang berarti.

Aku memutuskan mengadu nasib ke Hong Kong, dengan harapan siapa tahu dengan bekerja di Hong Kong mendapatkan gaji yang lebih besar dari Singapura dan Malaysia akan merubah perekonomian keluarga, bisa menabung dan membuka usaha di tanah air.

Tidak terasa enam tahun sudah aku bekerja di Hong Kong, majikanku yang baik semakin membuatku betah untuk berlama-lama di Hong Kong.Tetapi lagi-lagi hasil jerih payahku selama enam tahun menguap begitu saja, entah bagaimanapun caranya mengatur keuangan yang baik tetap saja gali lobang tutup lobang. Sepeda motor dan sapi yang aku beli hanya sebagai pemandangan sesaat yang kemudian aku jual untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Anehnya setiap dua tahun sekali aku cuti pulang kampung, aku selalu kebingungan untuk mencar bekal pulang. Terpaksa aku pinjam teman dan pinjam Bank. Hal ini terus berlanjut selama enam tahun masa kontrak kerjaku. Dan setiap pulang cuti aku sudah terbiasa kerja bakti untuk mengembalikan uang ke teman dan melunasi hutang Bank.
Kadang aku merasa bosan dan hatiku ngenes dengan keadaanku seperti ini. Kerja bertahun-tahun hasilnya begini-begini saja.

Di suatu waktu aku iseng -iseng beli majalah islami dan aku baca-baca isinya, tepatnya majalah Iqro (majalah terbitan Dompet Dhuafa Hong Kong). Di setiap lembar isinya aku buka-buka dan menemukan halaman yang berisi tentang zakat dan sedekah. Terbesit hati ini untuk segera berzakat dan sedekah tetapi uang saya minim dan aku berniat zakat setelah gajian.

Alhamdulillah aku mulai belajar rutin berzakat, pertama memang menurut aku sangat berat tetapi aku terus melakukannya. Banyak perubahan positif setelah aku mulai berzakat dan aku pun berniat bersedekah melalui Dompet Dhuafa Hong Kong sebesar $HK1000. Ujian datang menghampiriku. HP ku hilang di depan tempat pengiriman uang setelah aku cari-cari lama tetap saja tidak ketemu. Antara bimbang apakah uang yang akan aku sedekahkan melalui Dompet Dhuafa Hong Kong aku gunakan untuk membeli HP baru ataukah tetap bersedekah?
Bismillah aku niat dan memantapkan diri untuk bersedekah.

Tidak disangka-sangka seminggu kemudian majikanku membelikan HP baru untukku. Dan setelah itu rezeki yang dulu seret alhamdulillah sekarang lancar dan mengalir deras. Dulu setiap cuti pulang kampung majikan hanya membelikan ticket pesawat dari Hong Kong-Jakarta tetapi tidak sampai Lampung dimana daerah tujuanku. Dan dari Jakarta-Lampung aku beli ticket sendiri pun sebaliknya dan ini berlangsung selama 3 kali aku cuti pulang. Tetapi lagi-lagi Allah membukakan pintu rezeki dari arah yang tidak di sangka-sangka. Gajiku yang dulu $3920 sekarang majikanku rutin memberiku gaji $4500 cash setiap bulan, belum lagi bonus-bonus dadakan dari majikan. Dan tiket pesawat yang selama tiga kali cuti pulang yang biasanya aku beli sendiri diganti oleh majikan, majikanku ngasih uang sebesar $7000 cash.

Hal yang membuatku sangat terharu adalah majikanku ngasih uang long service sebesar $35,000. Memang aku sangat berharap majikanku ngasih uang long service tetapi jikalau pun majikanku tidak memberi pun aku akan menerima dengan lapang dada karena memang peraturan di Hong Kong yang berubah. Tetapi alhamdulillah Allah berkehendak lain.

Sungguh dalam  waktu dua tahun ini aku benar-benar merasakan nikmat dari yang tiada terkira.Alloh seperti mengganti hasil kerjaku yang selama enam tahun yang entah tidak tahu kemana hasilnya dengan gajiku selama dua tahun terakhir yang berlimpah.

Aku sungguh sangat malu sama Alloh, jangankan untuk berzakat kadang untuk sedekah $20 saja aku merasa keberatan. Janji Allah itu pasti karena rezeki yang kita sedekahkan tidak akan membuat kita jatuh miskin tetapi justru Allah akan menambah rezeki dari arah mana saja tanpa disangka-sangka.

Anakku di Indonesia diterima di pondok pesantren gontor dan sekarang bisa menimba ilmu di sana. Kakakku yang terkena kanker payudara alhamdulillah sembuh padahal sudah lama sekali mengidapnya bahkan mobil dan harta lain sudah ludes untuk biaya pengobatan, aku rutin kirim uang ke keluarga di kampung dan hutang-hutang ke teman serta bank pun lunas.

Sujud syukurku kepada Allah karena hanya kepada Allah sebaik-baik tempat meminta. Suamiku yang dulu meninggalkanku dan menikah dengan wanita lain tetapi hanya bertahan dua tahun tanpa kehadiran anak setelah bercerai dari istrinya kini kembali kepadaku dan meminta maaf. Umurku pun tidaklah lagi muda dan ada anak yang membutuhkan bimbingan. Aku pun menerimanya kembali dan kami akan membuka lembaran baru menatap masa depan yang lebih cerah. Sungguh keajaiban zakat dan sedekah merubah segalanya terutama dalam kehidupanku. Semoga aku tetap istiqamah untuk zakat dan sedekah dan semoga Allah meridhoi, aamiin.(Ruli)

Sumber DDHK

Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
Winamp Windows Media Player iTunes basicBerry Real One Android iPhone