Home » , , , » LATIHAN KADER MUDA (LAKMUD)

LATIHAN KADER MUDA (LAKMUD)


Lakmud adalah pelatihan yang menekankan pada pembentukan watak, motivasi pengembangan diri dan rasa memiliki organisasi dan keterampilan berorganisasi serta upaya pembentukan standard kader.

B. Tujuan 

Umum : menciptakan kader IPPNU yang berpegang teguh terhadap ajaran Islam ahlussunnah wal jama’ah, mempunyai kesadaran sosial yang tinggi, memiliki pengetahuan yang mendalam dan ketrampilan yang memadai dalam berorganisasi.

Khusus :
  1. Memahami prinsip dan menumbuhkan sikap tanggungjawab terhadap terlaksana nya ajaran Islam ahlussunnah wal jama’ah secara utuh menurut NU yang dirujudkan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
  2. Memahami prinsip organisasi dan kepemimpinan.
  3. Mempunyai kemampuan untuk memahami dan memecahkan masalah serta tehnik pengambilan keputusan yang tepat.
  4. Mempunyai pengetahuan dasar dan sikap loyalitas yang tinggi terhadap cita-cita organisasi.
  5. Memiliki perangkat metode analisis sosial dasar.
  6. Memahami terhadap secara kritis problematika pendidikan di Indonesia
  7. Memiliki sensitivitas gender

C.  Out Put
Pemahaman dan kemampuan dasar tentang ideologi (sebagaimana tercantum dalam materi lkamud), wawasan keilmuan dan keterampilan teknik organisasi.

D.  Indikator
  1. Kader mampu berpikir tentang realitas
  2. Kader mampu menangkap makna baru yang didapat dari proses pendidikan kader
  3. Kader mampu mengaktualisasikan nilai-nilai ideologi dalam kehidupan sehari-hari
  4. Kader mampu mengaplikasikan skill organisasi (berkomunikasi secara efektif, memimpin persidangan dan rapat, mengelola organisasi, bekerjasama, memanage konflik)  
1.       Penyelenggara
LAKMUD diselenggarakan oleh PAC atau PK, atau diselenggarakan secara bersama oleh beberapa PAC. Jika PAC tidak mampu, maka LAKMUD boleh diselenggarakan oleh PC.
2.      Peserta
§  Peserta adalah pernah mengikuti makesta dengan menunjukkan bukti sertifikat
§  Pernah mengikuti forum-forum follow up Makesta minimal 2 kali pertemuan
§  Peserta sebanyak-banyaknya adalah 40 orang

3.      Waktu
Alokasi waktu penyelenggaraan 20 jam efektif ( 3 hari)

F.     Jadwal Pelatihan

Hari/
Jam
05.00 – 08.30
08.30 – 12.30
13.00 – 15.00
15.00 – 17.30
17.30 – 19.30
19.30 – 22.00
I


Registrasi
Pembukaan
Sholat Ashr berjama’ah dan coffee break

1.        Perkenalan
2.       Pre test
3.       Review pengalaman
Sholat Maghrib berjama’ah

Makan malam
4.       Kontrak belajar
5.        Analisa diri

II
Sholat shubuh berjama’ah

Makan pagi
6.       Ahlussunnah wal jama’ah
7.        Nahdlatul Ulama

Sholat Dzuhur berjama’ah,  dan Makan siang

7. Dinamika Kelompok
Sholat Ashr berjama’ah

8. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama - IPPNU

Sholat Maghrib berjama’ah, mujahadah

Makan malam
8.       Tradisi perilaku keagamaan NU
9.       Kepemimpinan
III
Sholat shubuh berjama’ah

Makan pagi
10.     Manajemen organisasi
11.      Komunikasi & kerjasama
Sholat Dzuhur berjama’ah dan Makan siang

13. Teknik diskusi dan persidangan (simulasi)
Sholat Ashr berjama’ah

Networking dan lobbying
Sholat Maghrib berjama’ah, mujahadah

Makan malam
14. Studi gender

15. Post test. Evaluasi
17. RTL
(waktu lebih dari pukul 22.00)
G.    Petunjuk Pelaksanaan Latihan
 
1.   Perkenalan
a.        Pokok bahasan :
   Perkenalan identitas peserta dan pelatih, seperti  nama, alamat, status, hobbi dll.
b.       Tujuan :
1.       Tercapainya suasanan interaksi yang hangat, akrab dan saling terbuka diantara sesama peserta dan antara peserta dan Pelatih, sehingga memungkinkan berlangsungnnya kegiatan pelatihan yang partisipatif.
2.      Tercapainya suasana yang membantu peserta untuk saling membuka diri dan saling memahami, sehingga mempermudah proses interaksi antara sesama peserta pada acara-acara berikutnya.
b.      Metode :
Permainan kartu bergambar, (game perkenalan yang disesuaikan)
c.       Media :
1.       Kertas manila
2.      Pulpen
3.      Kertas plano dan spidol
d.      Waktu :
60 menit
e.      Proses kegiatan :
1.       Panitia mempersilakan Peserta duduk melingkar tanpa ada yang menghalangi.
2.      Sebelum pelatih menerangkan maksud materi perkenalan, fasilitator diperkenalkan dengan iringan musik dibantu narasi.
3.      Pelatih menerangkan maksud dari materi perkenalan ini, setelah itu membagikan kertas kepada setiap peserta.
4.      Setiap peserta menggambarkan dirinya dalam bentuk apapun (sketsa, lukisan, kata-kata, dll) kedalam kertas itu, misalnya nama, tempat tinggal, pekerjaan, orang-orang disekitarnya, hobi dsb. Gambar tidak harus bagus yang penting kita dapat mengetahui sesuatu tentang orang yang menggambarkannya.
5.      Setelah selesai, semua kertas dikumpulkan menjadi satu, masing-masing peserta mengambil satu kartu lalu dia harus menebak gambar itu milik siapa dan menceritakan apa yang dilihat dalam kartu tersebut.
6.      yang merasa membuat kartu tersebut dipersilahkan kedepan untuk menambah keterangan gambarnya.
7.       Peserta lain diharapkan mengajukan pertanyaan mengenai gambar tersebut. Begitu seterusnya sampai semua kartu peserta terbacakan.
8.      Pelatih melalui pertanyaan-pertanyaan intensif merangsang tiap peserta uantuk bercerita mengenai dirinya sendiri.
9.      Setelah selesai semua untuk perkenalan, pelatih menjelaskan arti permainan tadi kemudian menutup acara.

2.  Pre-test
a.      Pokok bahasan :
1.       Pengetahuan tentang pemahaman ideologi
2.      Pengalaman organisasi :
q  Pelatihan yang pernah diikuti
q  Organisasi yang pernah diikuti
3.      Keinginan diri:
q  Tujuan dan harapan mengikuti Lakmud
q  Tujuan dan harapan menjadi anggota IPPNU
b.   Tujuan :
1.       Mengetahui sejauh mana pengetahuan dasar peserta tentang IPPNU, NU serta organisasi pelajar yang lain.
2.      Mengetahui  keinginan dan harapan peserta dalam mengikuti pelatihan ini
c.   Metode :
1.   Angket
2.   Brainstorming
d.   Media:
1.       Kertas manila (3 warna)
2.      Kertas plano
3.      Spidol
e.   Waktu:
      Alokasi waktu 60 menit
f.        Proses kegiatan :
1.       Pelatih membagikan 3 kartu warna (merah,  kuning, hijau) yang telah terisi dengan beberapa pertanyaan kepada setiap peserta.
2.      Pelatih memberikan waktu selama 15 menit untuk menyelesaikan  jawaban dimasing-masing kartu.
3.      Setelah semua selesai, Pelatih meminta kepada peserta untuk mengumpulkan semua jawaban kedepan sesuai dengan warna kartu.
4.      Pelatih mengidentifikasi kartu-kartu tersebut sesuai dengan kategorinya masing-masing.
5.      Setelah teridentifikasi berdasarkan kategorinya, Pelatih memberikan kesempatan kepada peserta untuk menanggapi .
6.      Kegiatan pada point 5 dan 6 dilakukan untuk 3 kertas warna, dimasing-masing kertas warna yang sama.
7.      Pelatih menyimpulkan hasil dari kegiatan tersebut setelah itu menutup acara.
3.      Kontrak Belajar
a.      Pokok bahasan
1.        Garis besar dan pokok-pokok materi latihan
2.       Kebutuhan serta harapan pribadi dan kelompok tentang pelatihan serta perangkat pelatihan
3.       Jadwal tentatif dan tata tertib latihan
b.      Tujuan
1.        Peserta mampu mengidentifikasi dan merumuskan kebutuhan terhadap materi latihan
2.       Peserta dan pelatih menetapkan kesepatakan bersama tata cara pelaksanaan latihan
c.       Metode
1.       Diskusi
2.      Brainstorming
d.      Media
1.       Papan tulis white board
2.      Spidol dan kertas plano
3.      Flip chart
e.       Waktu :
60 menit efektif
f.        Proses kegiatan
1.        Pelatih menjelaskan tentang tujuan dan target LAKMUD secara singkat. Demi terlaksananya pelatihan yang partisipatif maka, partisipasi dan peran aktif seluruh peserta sangat dibutuhkan. Oleh karena itu kesepakatan pelatihan harus dibuat bersama-sama
2.       Pelatih membagi kartu kepada seluruh peserta, kemudian peserta menuliskan harapan dan kebutuhan selama proses pelatihan.
3.       Pelatih mengidentifikasi kartu-kartu peserta sesuai dengan kategorinya dengan cara menempelkan kartu tersebut di papan.
4.      Selanjutnya pelatih dan peserta membahas aturan main tentatif pelatihan
5.       Pelatih menutup acara

4.     Kontrak Belajar
a.      Pokok bahasan
1.       Garis besar dan pokok-pokok materi latihan
2.      Kebutuhan serta harapan pribadi dan kelompok tentang pelatihan serta perangkat pelatihan
3.      Jadwal tentatif dan tata tertib latihan
b.      Tujuan
1.       Peserta mampu mengidentifikasi dan merumuskan kebutuhan terhadap materi latihan
2.      Peserta dan pelatih menetapkan kesepatakan bersama tata cara pelaksanaan latihan
c.       Metode
1.       Diskusi
2.      Brainstorming
d.      Media
1.       Papan tulis white board
2.      Spidol dan kertas plano
3.      Flip chart
e.      Waktu :
90 menit efektif
f.        Proses kegiatan
1.       Pelatih menjelaskan tentang tujuan dan target LAKMUD secara singkat. Demi terlaksananya pelatihan yang partisipatif maka, partisipasi dan peran aktif seluruh peserta sangat dibutuhkan. Oleh karena itu kesepakatan pelatihan harus dibuat bersama-sama
2.      Pelatih membagi kartu kepada seluruh peserta, kemudian peserta menuliskan harapan dan kebutuhan selama proses pelatihan.
3.      Pelatih mengidentifikasi kartu-kartu peserta sesuai dengan kategorinya dengan cara menempelkan kartu tersebut di papan.
4.      Selanjutnya pelatih dan peserta membahas aturan main tentatif pelatihan
5.      Pelatih menutup acara

5.      Analisa Diri
a.      Pokok bahasan :
Mengenal diri, atau akan keinginan diri, sadar akan kekurangan dan kelebihan diri dan orang lain serta sadar akan perlunya keterbukaan.
b.      Tujuan :
Agar peserta dapat lebih rendah hati, setiap orang menghargai kekurangan dan kelebihan masing-masing, yang akhirnya menciptakan suasana terbuka diantara semua peserta.
c.       Metode :
1.       Role play
2.      Brainstorming
d.      Media :
1.       Kertas plano dan spidol
2.      Kertas HVS
3.      LCD
e.      Waktu :
 Alokasi waktu 90 menit
f.        Proses Kegiatan
1.       Pelatih menjelaskan sekilas tentang esensi materi analisa diri.
2.      Pelatih membagi peserta menjadi beberapa kelompok dengan cara menyebutkan nama hewan (contoh: 1-4= kucing, kambing, sapi, bebek)
3.      Setiap angka diminta berkumpul dengan sesama jenisnya dengan bersuara hewan yang disebut
4.      Setelah peserta berkumpul dengan kelompoknya, pelatih membagikan kertas plano untuk diisi dengan kelebihan dan kekurangan kelompok lain. (contoh: kelompok kucing menyebutkan kelemahan dan kelebihan kelompok kambing, dan seterusnya)
5.      Dari sini pelatih bisa menanyakan kepada peserta tentang perasaan kelompoknya melakukan aktivitas ini. Pelatih menekankan bahwa setiap orang juga memiliki kelebihan dan kekuarangan masing-masing. Selanjutnya pelatih meminta kepada peserta untuk  membuat daftar :
q   Membuat daftar kekuatan dan kelemahan dirinya, lalu direnungkan apakah kelemahan itu dapat diperbaiki,
q   Setelah peserta memiliki daftar tersebut, mereka diminta untuk berbicara berpasangan dengan temah sebelahnya. Dalam pembicaraan itu masing-masing mengemukakan isi daftar kekuatan dan kelemahan yang sudah dibuat.
6.      Selanjutnya pelatih memberikan ulasan garis besar dari kegiatan ini diakhiri dengan penutup.


a.      Pokok bahasan :
1.      Sejarah Ahlussunnan Wal Jama’ah
2.     Pokok-Pokok ajaran ahlusunnah wal jamaah (Pengertian madzhab dan sistem bermadzhab, Pengertian Taqlid, Ittiba', Ijtihad dan istinbath dalam Nahdlatul Ulama, Memahami karakteristik 4 madzhab pada masalah fiqih
b.      Tujuan :
1.       Memahami pengertian madzhab dan sistem bermadzhab
2.      Memahami tentang taqlid, ittiba’, ijtihad dan istinbath dalam Nahdlatul Ulama serta aplikasinya dalam kehidupan
c.       Metode :
1.       Ceramah dan tanya jawab (60 menit)
2.      Diskusi (60 menit)
d.      Media :
1.        LCD
2.       Kertas plano dan spidol
e.   Waktu :
Alokasi waktu 120 menit (pemaparan narasumber:60 menit, diskusi: 60 menit)
 f.    Proses kegiatan :
1.      Pelatih membuka acara kemudian memberikan  penjelasan singkat tentang pokok bahasan materi, selanjutnya pelatih mengadakan brainstorming sekitar pokok bahasan materi.
2.     Pelatih membacakan biodata nara sumber, selanjutnya mempersilahkan narasumber  menyampaikan materi di lanjutkan dengan dialog.
3.     Pelatih mengarahkan menuju kesimpulan, kemudian mempersilahka nara sumber meningalkan  ruangan.
4.     Selanjutnya membagi peserta dalam beberapan kelompok diskusi, kemudian dipersilahkan peserta untuk mendiskusikan beberapa pokok masalah yang diberikan oleh pelatih.
5.     Hasil diskusi dipresentasikan di depan forum dipandu pelatih.
6.     Kemudian pelatih mengulas garis besar hasil diskusi yang diakhiri dengan penutup

7.      Ke-NU-an
a.   Pokok bahasan :
1.       Mabadi' Khoiru ummah
2.      Khittoh NU
3.      Analisis perkembangan dan dinamika perjuangan NU
b.      Tujuan :
1.        Mengerti dan memahami mabadi’ khoiro ummah serta 5 gerakan NU
2.       Mengerti dan memahami khittoh NU serta bagaimana menerapkannya.
c.       Metode :
1.         Ceramah dan tanya jawab
2.        Diskusi
d.      Media :
1.        LCD
2.       Kertas plano dan  spidol
e.      Waktu :
      120 menit
f.    Proses kegiatan :
1.       Pelatih membuka acara kemudian memberikan  penjelasan singkat tentang pokok bahasan materi, selanjutnya pelatih mengadakan brainstorming sekitar pokok bahasan materi.
2.      Pelatih membacakan biodata nara sumber, selanjutnya mempersilahkan narasumber  menyampaikan materi di lanjutkan dengan dialog.
3.      Pelatih mengarahkan menuju kesimpulan, kemudian mempersilahka nara sumber meningalkan  ruangan.
4.      Selanjutnya membagi peserta dalam beberapan kelompok diskusi, kemudian dipersilahkan peserta untuk mendiskusikan beberapa pokok masalah yang diberikan oleh pelatih.
5.      Hasil diskusi dipresentasikan di depan forum dipandu pelatih.
6.      Kemudian pelatih mengulas garis besar hasil diskusi yang diakhiri dengan penutup.

 

8.     Ke-IPPNU-an

a.      Pokok bahasan :
1.       Dinamika perkembangan IPPNU
2.      Peristiwa-peristiwa dan keputusan penting dari kongres ke kongres
3.      Kebijakan-kebijakan strategis IPPNU
b.   Tujuan :
1.       Mengetahui kelahiran IPPNU secara sosiologis dan strategis
2.      Mengetahui perjalanan IPPNU dari kongres ke kongres dengan keputusan pentingnnya.
3.      Memahami kebijakan strategis IPPNU ke depan

c.      Metode :
1.       Ceramah
2.      Dialog
3.      Brainstorming
d.       Media :
1.       LCD
2.      Kertas plano dan spidol
e.      Waktu :
120 menit
f.        Proses Kegiatan
1.       Pelatih membuka acara, kemudian menjelaskan secara singkat tentang materi yang akan dibahas sesuai dengan pokok bahasan.
2.      Pelatih memperkenalkan nara sumber, selanjutnya pelatih mengadakan warming up (pemanasan) dengan cara memberikan pertanyaan seputar materi sesuai dengan pokok bahasan. Hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terhadap materi yang bersangkutan, sehingga nara sumber dapat mempertajam pemaparan materi sesuai dengan kadar pengetahuan peserta.
3.      Pelatih mempersilahkan kepada nara sumber untuk memaparkan materi, dilanjutkan dengan dialog.
4.      Pelatih mengulas secara garis besar pokok hasil dialog, selanjutnya pelatih mempersilahkan kepada nara sumber meninggalkan ruangan, kemudian diakhiri dengan penutup.

a.   Pokok bahasan :
1.       Tradisi NU, pengertian dan dasar hukumnya  (tahlil, qunut, diba'iyah, ziarah kubur, haul, tarawih 20  rakaat, adzan 2 dlm jumat, talqin dll)
2.      Fadzilah dan penerapannya
3.      Khilafiyahnya
b.      Tujuan :
Mengerti dan memahami tradisi NU serta dasar hukumnya berikut fadzilah dan penerapannya
c.      Metode :
1.       Ceramah
2.      Dialog
3.      Observasi (kunjungan ke tokoh ulama setempat)
4.      Praktek kerja (tahlil, yasinan)
d.      Media :
1.       Objek observasi
2.      Kertas plano dan spidol
e.   Waktu :
                  Alokasi waktu 120 menit
f.    Proses kegiatan :
1.       Pelatih membuka acara, kemudian menjelaskan secara singkat tentang materi yang akan dibahas sesuai dengan pokok bahasan.
2.      Pelatih mengajak peserta ke masjid/musholla untuk membaca tahlil dan yasin
3.      setelah itu, pelatih mengajak peserta mengunjungi tokoh ulama setempat untuk berdialog dan diskusi tentang tradisi keagamaan NU.
4.      Pelatih memperkenalkan nara sumber, selanjutnya pelatih mengadakan warming up (pemanasan) dengan cara memberikan pertanyaan seputar materi sesuai dengan pokok bahasan. Hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terhadap materi yang bersangkutan, sehingga nara sumber dapat mempertajam pemaparan materi sesuai dengan kadar pengetahuan peserta.
5.        Pelatih mempersilahkan kepada nara sumber untuk memaparkan materi, dilanjutkan dengan dialog.
6.       Pelatih mengulas secara garis besar pokok hasil dialog, selanjutnya pelatih mempersilahkan kepada nara sumber meninggalkan ruangan, kemudian diakhiri dengan penutup

10.     ManajemenOrganisasi

a.   Pokok bahasan :
1.       Pengertian, fungsi dan manfaat manajemen
2.      Manajemen organisasi non profit
3.      Manajemen kepanitiaan
b.   Tujuan :
1.       Mengerti dan memahami fungsi, manfaat dan bentuk-bentuk manajemen
2.      Mengetahui bagaimana memilih dan menerapkan manajemen yang tepat
c.   Metode :
1.       Brainstorming
2.      Diskusi
3.      Game
 d. Media :
1.       LCD
2.      Kertas plano
3.      Spidol
e.   Waktu :
Alokasi waktu 120 menit
 f.     Proses kegiatan :
1.       Pelatih membuka acara, kemudian menjelaskan secara singkat tentang materi yang akan dibahas sesuai dengan pokok bahasan.
2.      Pelatih memperkenalkan nara sumber, selanjutnya pelatih mengadakan warming up (pemanasan) dengan cara memberikan pertanyaan seputar materi sesuai dengan pokok bahasan. Hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terhadap materi yang bersangkutan, sehingga nara sumber dapat mempertajam pemaparan materi sesuai dengan kadar pengetahuan peserta.
3.      Pelatih mempersilahkan kepada nara sumber untuk memaparkan materi, dilanjutkan dengan dialog.
4.      Pelatih mengulas secara garis besar pokok hasil dialog, selanjutnya pelatih mempersilahkan kepada nara sumber meninggalkan ruangan, kemudian diakhiri dengan penutup.

11.      Kerjasama
a.      Pokok bahasan :
1.       Pengertian dan tujuan kerjasama
2.      Bentuk-bentuk kerjasama
3.      Etika kerjasama
b.      Tujuan :
1.       Memahami pengertian dan tujuan kerjasama
2.      Memahami bentuk-bentuk kerjasama serta etika kerjasama
c.       Metode :
1.       Permainan
2.      Dinamika kelompok
3.      Brainstorming
4.      Diskusi
5.      Simulasi
d.      Media :
1.       Kertas double folio
2.      Lem
3.      kertas plano
4.      spidol
e.      Waktu :
Alokasi waktu 120 menit
f.        Proses kegiatan :
1.       Pelatih membuka acara kemudian menerangkan prosesi permainan
2.      Pelatih membagi kelompok
3.      Setiap kelompok mendapat kertas double folio sebanyak jumlah peserta dalam kelompok itu.
4.      Dalam waktu 15 menit bahan yang telah diberikan harus dibentuk sesuai dengan keinginan kelompok
5.      Ketentuannya produk itu harus setinggi mungkin dan tidak boleh mempergunakan peralatan lain selain yang diberikan.
6.      Ketentuan berikutnya selama bekerja tidak ada yang boleh bicara tapi dapat berkomunikasi dengan gerak-gerik atau bahasa isyarat, mimik dan bunyi-bunyian.
7.      Amati cara kerja kelompok
8.      Pelatih mempersilahkan memulai kerja selama 15 menit
9.      Setelah 15 menit selesai, semua harus berhenti dan masing-masing kelompok meletakkan hasil karyanya ditengah ruangan.
10.   Setiap peerta diberi kesempatan untuk memberikan reaksi atas produk-produk itu, mengungkapkan perasaan dan pendapat secara bergantian
11.    Kemudian Pelatih meminta seluuh peserta membentuk lingkaran besar dengan mengadakan evaluasi
12.   Pelatih menyimpulkan hasil permainan itu dalam pokok bahasan materi
13.   Pelatih menutup acara.
a.   Pokok bahasan :
1.     Pengertian, tujuan dan  macam-macam diskusi dan persidangan
2.    Etika diskusi dan persidangan
3.    Perangkat dan teknik diskusi dan persidangan
4.   Teknik menciptakan diskusi dan persidangan yang produktif
b.   Tujuan :
1.       Memahami pengertian, tujuan, macam serta etika diskusi.
2.      memahami perangkat dan teknik persidangan
3.      Memahami bagaimana menciptakan diskusi yang produktif
c.   Metode :
1.       Brainstorming
2.      Diskusi
3.      Role Playing
4.      Praktek diskusi dan sidang
d.   Media :
1.       Kertas plano
2.      Spidol
e.      Waktu :
Alokasi waktu 120 menit

f.        Proses kegiatan :
1.       Pelatih membuka acara dan menerangkan secara singkat tentang pokok bahasan materi yang dilanjutkan dengan memperkenalkan nara sumber kepada peserta.
2.      Pelatih mengadakan brainstorming dengan cara menyampaikan beberapa pertanyaan yang terkait dengan pokok bahasan, hal ini ditujukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta pada materi tersebut sebelum pemateri menyampaikan materinya secara utuh. selanjutnya mempersilahkan kepada nara sumber untuk menyampaikan materi, dilanjutkan dengan dialog.
3.      Pelatih mengulas garis besar hasil dialog dan mengarahkan kepada kesimpulan
4.      Selanjutnya untuk memperdalam materi, pelatih mengajak peserta untuk melakukan suatu diskusi kelompok dengan membahas beberapa issue yang disedikan oleh pelatih.
5.      Selama dalam proses diskusi, pelatih memantau dan menilai mulai dari bentuk diskusi, penataan model, jalannya diskusi, partisipasi anggota diskusi dan peranan ketua kelompok diskusi dalam mengendalikan situasi diskusi.
6.      Setelah selesai, Pelatih memberikan ulasan tentang kelebihan dan kekurangan dari masing-masing prosesi diskusi yang telah dipraktekkan oleh masing-masing kelompok.
7.      Selanjutnya pelatih memberikan saran-saran dan diakhiri dengan menutup acara.

13.    Komunikasi

a.      Pokok bahasan :
1.       Pengertian dan tujuan komunikasi
2.      Unsur-unsur komunikasi
3.      Bagaimana menciptakan komunikasi yang efektif
4.      Komunikasi verbal dan non verbal
5.      Etika komunikasi
b.      Tujuan :
1.       Mengerti dan memahami tujuan serta komponen-komponen komunikasi
2.      Mengetahui dan bisa menerapkan bagaimana komunikasi yang baik dan produktif.
c.       Metode :
1.       Ceramah
2.      Brainstorming
3.      Diskusi
d.      Media :
1.       LCD
2.      Kertas plano
3.      Spidol
e.      Waktu
            Waktu 120 menit
f.   Proses Kegiatan
1.      Pelatih menerangkan secara singkat tentang pokok bahasan materi yang dilanjutkan dengan memperkenalkan nara sumber kepada peserta.
2.     Pelatih mengadakan brainstorming dengan cara menyampaikan beberapa pertanyaan yang terkait dengan pokok bahasan, hal ini ditujukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta pada materi tersebut sebelum pemateri menyampaikan materinya secara utuh. selanjutnya mempersilahkan kepada nara sumber untuk menyampaikan materi, dilanjutkan dengan dialog.
3.     Pelatih mengulas garis besar hasil dialog dan mengarahkan kepada kesimpulan
4.     Pelatih menutup acara.

14. Evaluasi
a.      Pokok bahasan
1.       Review dan evaluasi akhir penyelenggaraan latihan
2.      Post test
b.      Tujuan
1.    Mampu mengorganisir dan mengungkapkan kembali pengalaman latihan peserta sejak awal sampai akhir pelatihan, sehingga mengetahui kelebihan dan kekurangan selama latihan berlangsung.
2.   Mampu memberikan umpan balik dan kritikan terhadap proses pelaksanaan latihan ini serta saran-saran mereka untuk perbaikan pelaksanaan latihan di masa yang akan datang
c.   Metode
1.       Angket
2.      Kuesioner
3.      Audio visual
d.        Media
1.       Komputerisasi
2.      Papan tulis white board dan spidolnya
3.      Kertas plano dan spidolnya
4.      Formulir isian evaluasi dan soal-soal post test
e.   Waktu
90 menit efektif
f.    Proses kegiatan
1.       Pelatih membuka acara, kemudian memberikan penjelasan singkat tentang evaluasi pelatihan dan tujuannya.
2.      Pelatih membagi peserta ke dalam beberapa kelompok diskusi, kemudian masing-masing kelompok merumuskan beberapa kekurangan dan kelebihan dari masing-masing sessi yang berkaitan dengan prosesi pelatihan, misalnya infrastruktur pelatihan, materi, pelatih, metoda, nara sumber, peserta, suasana, sistem kelekatan dll.
3.      Hasil diskusi di tuangkan dalam kertas plano kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok.
4.      Pelatih memandu untuk mengidentifikasi masing-masing permasalahan, sehingga menjadi entry point bagi peserta di dalam menyelenggarakan pelatihan berikutnya.
5.      Selanjutnya pelatih menyimpulkan secara garis besar hasil diskusi.
6.      Untuk melihat daya serap materi pelatihan selama proses pelatihan, maka pelatih memberikan post test kepada peserta.
7.      Diakhiri dengan penutupan acara.

a.   Pokok bahasan
1.    Rencana tindak lanjut latihan
2.       Rumusan strategi tindak lanjut untuk pengembangan kemampuan peserta 
b.   Tujuan
1.    Menyadari pentingnya suatu tindak lanjut latihan sebagai bentuk perwujudan dari pengetahuan, keterampilan dan pengalaman yang diperolehnya selama latihan
2.   Mampu menyusun suatu rencana tindak lanjut tentatif yang dapat dan mungkin dilaksanakannya pasca latihan pelatih
c.    Metode
1.    Angket
2.   Diskusi
d.   Media
1.    Papan tulis white board dan spidolnya
2.   Kertas plano dan spidolnya
3.   Lembar rancangan kegiatan pasca latihan
e.    Waktu
               120 menit efektif
f.    Proses kegiatan
1.        Pelatih membuka acara, kemudian memberikan penjelasan singkat tentang rencana tindak lanjut sebagai bentuk peningkatan pengalaman bagi pelatih yang akan terjun memandu latihan di wilayahnya
2.       Agar hasil rencana tindak lanjut tepat sasaran, maka sebaiknya rencana tindak lanjut di buat forum segitiga yakni peserta, pelatih, dan pimpinan struktural yang bersangkutan.
3.       Selanjutnya forum diserahkan kepada pimpinan struktural yang bersangkutan untuk bersama-sama melakukan rancangan kegiatan lanjutan bagi peserta latihan.
4.      Hasil pembahasan tersebut kemudian dituangkan dalam plano dan menjadi ketetapan kegiatan yang harus dilaksanakan
5.       Pelatih memberikan penegasan secara garis besar atas hasil perumusan rencana tindak lanjut, kemudian diakhiri dengan penutupan acara oleh pelatih.


LAKMUD adalah pelatihan yang menekankan pada pembentukan watak, motivasi pengembangan diri dan rasa memiliki organisasi dan keterampilan berorganisasi. Disamping itu LAKMUD merupakan ukuran formal pembentukan standarisasi kader.
Untuk itulah setelah peserta mengikuti LAKMUD maka tanggungjawab PAC atau PC sebagai pelaksana untuk melakukan perawatan kaderdengan pertemuan-pertemuan yang bertujuan:
1.       Memantapkan dan menumbuhkembangkan hasil materi LAKMUD
2.      Memahami prinsip-prinsip dan menumbuhkan sikap tanggungjawab terhadap terlaksananya ajaran Islam Ahlussunnah wal jama’ah secara utuh menurut NU yang diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
3.      Mengerti prinsip-prinsip organisasi dan kepemimpinan.
4. Mempunyai kemampuan untuk memahami dan memecahkan masalah serta teknik pengambilan keputusan yang tepat.
5.      Mempunyai pengetahuan dasar dan sikap loyalitas yang tinggi terhadap cita-cita organisasi.
6.      Menghasilkan kader-kader yang memiliki integritas kepribadian berwawasan luas, kritis, serta mampu mengembangkan organisasi.




1.  Dua minggu pasca LAKMUD, PAC atau PC sebagai pelaksana mengundang peserta yang sudah lulus dalam mengikuti LAKMUD.
2.  Acara dibuka oleh PAC atau PC pelaksana dan seterusnya dipandu oleh tim pelatih atau fasilitator.
3.   Tim Pelatih dan Fasilitator memulai dan memberikan pengantar yang mampu meyakinkan peserta bahwa acara tersebut menjadi kebutuhan bagi mereka, dan selanjutnya fasilitator melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang sederhana untuk menggugah apa yang didapatkan pada waktu lakmud.
4.      diadakan pertemuan dua minggu sekali selama empat kali pertemuan
5.      dalam setiap pertemuan selalu dilakukan review dan refleksi terhadap proses pelatihan sebelumnya
6.      Adapun waktu dan materi yang bisa disampaikan adalah seperti tabel dan keterangan berikut:


Waktu pelaksanaan
Materi
Metode
Alokasi Waktu
Media
Pertemuan pertama
Ideologi
+ out door (tadabbur alam)
180 menit
Perlengkapan outbond
Pertemuan kedua
-          Manajemen konflik
-          Scientific Problem Solving
+ game
180 menit

180 menit
Game
LCD
Pertemuan ketiga
-          Study gender

-       + sosio drama

180 menit
LCD
Pertemuan keempat
-          Studi problematika pendidikan di Indonesia
-   Studi
     Kasus
180 menit
Scenario

LCD


setiap materi terdapat penugasan seperti diskusi kelompok, studi kasus, dan lain-lain


(pengembangan materi dan praktek dari kegiatan awal LAKMUD)

2.     Manajemen Konflik
a.      Pokok bahasan
1.       Pengertian manajemen konflik
2.      Macam/model- model konflik
3.      Tahap-tahap penyelesaian konflik
b.      Tujuan  :
Mengerti dan memahami pengertian konflik, manajemen konflik dan bagaimana  menyelesaikannya.
c.       Metode :
1.       Brainstorming
2.      Study kasus
3.      Ceramah
d.      Media :
1.       OHP
2.      Kertas plano dan spidol

e.      Waktu
               Alokasi waktu 180 menit
f.        Proses Kegiatan :
1.       Pelatih membuka acara dan membagi peserta dalam beberapa kelompok
2. Pelatih membagikan beberapa kasus pada masing-masing kelompok untuk diselesaikan.
3.  Pelatih memberikan waktu selama 15 menit kepada masing-masing kelompok untuk  menyelesaikan kasus yang diberikan.
4Setelah semua selesai, pelatih memberikan kesempatan selama 10 menit pada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
5.      Pelatih menjelaskan hasil dari diskusi kedalam materi pokok bahasan.
6.      Pelatih memandu dialog.
7.      Pelatih menutup sessi.

2.     Scientific Problem Solving (SPS)
a.      Pokok bahasan:
15.   Pengertian dan fungsi SPS
16.   Pengertian masalah dan langkah-langkah pemecahan masalah
17.   Konsep dasar pengambilan keputusan
18.   Praktek studi kasus
b.      Tujuan:
15.   Memahami pengertian  dan fungsi SPS
16.   Memahami apa itu masalah, cara menganalisa serta bagaimana langkah-langkah pemecahannya.
17.   Memahami konsep dasar pengambilan keputusan.
c.        Metode:
15.   Study kasus
16.   Curah pendapat
17.   Ceramah
d.      Media :
               Kertas plano, spidol
e.      Waktu :
Alokasi waktu 180 menit
f.        Proses kegiatan :
1.       Pelatih membuka acara dan membagi peserta dalam 2 kelompok besar
2. Pelatih membagikan beberapa kasus pada masing-masing kelompok untuk diselesaikan.
3.    Pelatih memberikan waktu selama 15 menit kepada masing-masing kelompok untuk  menyelesaikan kasus yang diberikan.
4. Setelah semua selesai, Pelatih memberikan kesempatan selama 10 menit pada masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
5.      Pelatih menjelaskan hasil dari diskusi kedalam materi pokok bahasan.
6.      Pelatih memberi kesempatan beberapa pertanyaan.
7.      Pelatih menutup acara.


a.      Pokok Bahasan :
1.       Pengertian dan tujuan studi gender
2.      Perbedaan sex, gender dan feminisme
3.      Pengertian sex role, gender role, gender stereotype
4.      Bentuk-bentuk ketidakadilan gender


b.      Tujuan :
1.       Mengerti dan memahami gender, sex dan feminisme
2.      Mengetahui aliran-aliran feminisme
c.       Metode :
1.       Brainstorming
2.      Diskusi
3.      Ceramah dan dialog
d.      Media :
1.       OHP
2.      Kertas plano dan spidol
e.      Waktu :
Alokasi waktu 180 menit efektif
f.        Proses kegiatan :
1.       Pelatih membuka acara kemudian memberikan  penjelasan singkat tentang pokok bahasan materi studi gender.
2.      Pelatih membacakan biodata narasumber,  selanjutnya mempersilahkan narasumber menyampaikan materi.
3.      Pelatih memandu dialog atau curah pendapat.
4.      Pelatih menyimpulkan materi studi gender dan hasil dialog, kemudian mempersilahka nara sumber meningalkan  ruangan.
5.      Pelatih memandu diskusi tentang pendalaman materi, sebelum itu Pelatih membagi peserta dalam 4 kelompok.
6.      Pelatih memandu merumuskan hasil diskusi  kelompok dengan metode curah pendapat yang ditulis pada papan plano.
7.      Pelatih menutup acara


a.      Pokok bahasan :
Komponen-komponen pendidikan (peserta didik, pendidik,materi, metode, tujuan)
Sistem pendidikan nasional
Problematik pendidikan di Indonesia
b.      Tujuan :
Memahami komponen-komponen pendidikan
Memahami system pendidikan nasional
c.       Metode :
Brainstorming
Ceramah dan dialog
d.      Media :
OHP
Kertas plano dan spidol
e.      Waktu :
Alokasi waktu 180 menit efektif
f.           Proses kegiatan :
1.       Pelatih membuka acara dan menerangkan secara singkat tentang pokok bahasan materi yang dilanjutkan dengan memperkenalkan nara sumber kepada peserta.
2.      Pelatih mengadakan brainstorming dengan cara menyampaikan beberapa pertanyaan yang terkait dengan pokok bahasan, hal ini ditujukan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta pada materi tersebut sebelum pemateri menyampaikan materinya secara utuh. selanjutnya mempersilahkan kepada nara sumber untuk menyampaikan materi, dilanjutkan dengan dialog.
3.      Selesai dialog, pelatih mengulas secara garis besar hasil dialog dan mengarahkan pada kesimpulan.
4.      Pelatih memberikan saran-saran dan dilanjutkan dengan menutup acara.



Catatan: - Jika waktu memungkinkan, disarankan untuk menambah materi lokal
                - Sebelum acara dimulai, review materi dilakukan
Comments
0 Comments

0 k o m e n t a r:

Post a Comment

>>> Please do not use anonymous ....
>>> Berikan data anda dengan benar.....
>>> Berikan komentar anda sebagai bukti bahwa anda adalah pengunjung dan bukan robot......
>>> Komentar ANONIM tidak akan ditanggapai oleh admin......
>>> Sorry, Admin will not respond to anonymous comments are not clear. so thank you

Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
Winamp Windows Media Player iTunes basicBerry Real One Android iPhone