Aswaja Fm Indonesia On Play Store

Wengker.com, Warta Nahdliyin - Sebuah terobosan baru dilakukan oleh Crew Radio Aswaja Fm Ponorogo (milik PCNU PONOROGO) dengan memberikan kemudahan kepada para pendengarnya sehingga bisa didengarkan dimanapun berada selama ada koneksi internet. Alhamdulillah kini telah hadir aplikasi Aswaja Fm Indonesia di Play Store yang dapat d download secara gratis, dan aplikasi ini bersih dari iklan iklan yang biasanya muncul di layar android, sehingga tidak mengganggu kenyamanan para penggunanya, didukung lagi dg ringannya aplikasi ini karena hanya sekitar 2 Mb sehingga tidk menguras memory android anda. Semoga dengan hadirnya aplikasi ini bisa lebih bermanfaat serta bisa menjadi media dakwah Aswaja NU untuk ummat dimanapun berada.
Aplikasi Aswaja Fm Indonesia ini bisa di download langsung di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.aswajafmindonesia.radio

Pemuda ini tewas dihajar masa karena mencuri "Sebuah Jeruk"

Wengker.com, PONOROGO - Krisnanda Arifin (36), warga Jalan Pramuka, Kelurahan Kertosari, Kota Ponorogo, tewas setelah dihajar massa lantaran dituduh mencuri buah-buahan di salah satu warung di Jalan Suromenggolo, Kota Ponorogo, Selasa (7/2/2017).

"Korban meninggal setelah dirawat semalam di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Hardjono Ponorogo, Selasa (7/2/2017) sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum dibawa ke rumah sakit, korban kami amankan di Jalan Suromenggolo karena dikeroyok warga, Senin (6/2/2017)," kata Kapolsek Kota Ponorogo AKP Suyanto, Selasa ( 7/2/2017).

Menurut Suyanto, sesuai informasi, Krisnanda dituduh mencuri buah-buahan di salah satu warung di Jalan Suromenggolo. Dia dikeroyok massa karena lari saat pemilik warung meneriaki korban sebagai pencuri.

"Pemilik warung berteriak maling sehingga korban yang lari langsung dimassa warga di Jalan Suromenggolo, Kelurahan Nologaten, Kota Ponorogo," kata Suyanto.

Setelah dikeroyok, korban kemudian diamankan polisi. Tak lama kemudian, korban yang diduga mengalami keterbelakangan mental itu langsung dilarikan ke rumah sakit.

Atas peristiwa itu, polisi akan memanggil saksi-saksi dan pemilik terkait pengeroyokan yang membuat korban tewas.

Tak hanya itu, polisi sudah meminta dokter mengotopsi jenazah korban untuk mengetahui penyebab tewasnya Krisnandi.

"Tindak lanjut peristiwa ini kami akan meminta keterangan saksi untuk mengetahui siapa saja yang terlibat dalam pengeroyokan itu. Kami juga akan meminta jenazah korban diotopsi," kata Suyanto.

Setelah diotopsi, lanjut Suyanto, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Sumber : Songgolangit

Para Ulama Ingin Kedaulatan Bangsa Kembali Ditegakkan

Wengker.com, Mojokerto - Pertemuan para ulama, habaib, profesional dan tokoh-tokoh hari ini sangat luar biasa. Dari sisi yang hadir, ada ulama-ulama sepuh seperti KH. Maruf Amin, KH. Sholahuddin Wahid, KH. Soleh Al-Qasim, KH. Maksum (Bondowoso), KH. Nasiruddin (Tuban), Gus Munip (Langitan), Gus Zaim (Lasem), Gus Akomadhien (Brebes), Dr. KH. Fauzi Tidjani (Madura), dan puluhan ulama lainnya. Ada pula para habaib: Habib Husen Al-Idrus, Habib Soleh, Habib Muhsin Al-Jufri, dan lain-lain.

Beberapa akademisi, rektor dan tokoh: Prof. Dr. Muhammad Nuh (Mantan Mendiknas), Prof. Dr. M. Bisri (Rektor Univ. Brawijaya), Prof. Dr. Imam Suprayogo (mantan Rektor UIN Malang), Prof. Dr. Ahmad Zahro, Dr. H. Marzuki Ali, Ir. H. Heppy Trenggono, dan lain-lainnya. Sekitar 200an ulama, habaib dan akademisi berkumpul dari segala penjuru tanah air.

Diskusinya sangat produktif, dinamis dan semua kalimat yg keluar dari para ulama-ulama benar-benar visioner, nasionalis dan kental sekali komitmen keumatan & kebangsaannya.

Saya merasakan suasana kebatinan yg luar biasa dahsyat, ada energi yg sedang bergerak melalui para ulama pengasuh pesantren ini.

Saya melihat jg suatu sinergi yg mulai dibangun dan dirancang yg menembus batas sekat golonganisme umat: tidak ada sekat ormas, sekat salaf modern, dll. Semuanya berbicara ke depan utk umat dan bangsa: untuk Indonesia.

Beberapa rumusan dan 'teriakan' telah didengungkan menyikapi kondisi terkini keumatan dan kebangsaan: politik, sosial, budaya, ekonomi bahkan hingga keamanan dan pertahanan bangsa.

Prof. Dr. Bisri, Rektor Univ. Brawijaya Malang mengatakan perlunya sinergi akademisi perguruan tinggi dan santri. Banyak hasil riset perguruan tinggi yang bisa dimanfaatkan oleh pesantren. Beliau juga menegaskan bahwa akses pesantren kpd perguruan tinggi harus dibuka, karena menurut pengakuannya SDM pesantren rata-rata lebih unggul. Selama ini mereka tidak banyak diberi kesempatan. Ini tidak adil.

Sementara itu, Prof. Dr. M. Nuh menyoroti tentang pentingnya pemetaan peran dan strategi keumatan. Potensi besar jika pemetaannya tidak tepat dan tidak strategis maka selamanya umat Islam akan kalah. Ia juga menandaskan lagi perlunya sinergi perguruan tinggi dg pesantren hukumnya adalah wajib. Maka, ia mendorong para rektor untuk membuka akses seluas-luasnya kepada santri. Salah satu harapan bangsa ini ke depan adalah para santri.

Habib Muhsin Al-Hamid dalam sambutannya menginginkan agar forum-forum spt ini harus terus digalakkan. Menurutnya ini adalah jembatan hati umat, yang jika kiblatnya adalah Rasulullah akan ketemu dan bersatu. Tapi jika kiblatnya adalah semata akal pikiran pasti akan berbeda.

Habib juga menyoroti bahwa umat islam ini pny masalah, tapi tdk pernah selesai, krn ulamanya tdk pernah ketemu. Yang penting adalah ketemu hati, baru pikiran. Maka, hrs ada orang yg amanah utk menghimpun potensi dan mempersatukan umat ini. l

Potensi umat yang harus digarap adalah maritim, peternakan, agrobisnis. Bidang-bidang ini yang selama ini diabaikan umat, padahal kita punya kekuatan di situ dan strategis. Ini soal kedaulatan bangsa dan umat sekaligus.

Habib yang punya TV Nabawi ini menyoroti pula tentang lemahnya umat dalam media. Sehingga, umat selalu menjadi korban media dan semua yang terjadi pada umat dikapitalisasi oleh media mereka.

KH. Maruf Amin mengingatkan para ulama tentang dua tanggungjawab: yaitu tanggungjawab keumatan dan kebangsaan. Ia pun menegaskan bahwa jika dulu merenut kemerdekaan melalui gerakan politik, skrg ini umat gerakannya adalah politik dan ekonomi.

Umat melalui saluran yang ada harus mendesak pemerintah untuk membuat regulasi yang berpihak pada umat. Pemerintah hrs didesak dan dikawal terus dalam hal ini.

Gerakan yang dilakukan oleh ulama ada 4, yaitu: gerakan perlindungan, gerakan penguatan, gerakan penyatuan & gerakan pengabdian. Ulama jgn melepaskan diri pada gerakan kebangsaan.


Suasana negeri saat ini memprihatinkan. Maka, perlu mendesak Presiden untuk menyelenggarakan dialog nasional untuk menyelamatkan negeri. Jika Presiden tdk berkenan, maka MUI dan para ulama yang akan adakan. Akan ada deklarasi semua ormas Islam komitmen pada NKRI dan Pancasila.

Telah pula dibentuk *Dewan Tinggi Ekonomi Umat* terdiri dari para kiai pengasuh pesantren berkolaborasi dengan para pengusaha dan profesional. Suatu gerakan pemberdayaan ekonomi yang berbasis pesantren. KH. Mahfudz Syubari pengasuh PP Raudhatul Jannah bersama Prof. Dr. KH. Muhammad Nuh (mantan Mendiknas), Prof. Dr. Imam Suprayogo (Mantan Rektor UIN Malang), Habib Muhsin (Owner Nabawi TV), KH. Maksum (Bondowoso), Dr. H. Marzuki Ali, Heppy Trenggono, dan lain-lain didaulat utk mengawal gerakan ini.

Telah pula dibentuk formatur sementara Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I), sebuah Yayasan yang nanti akan mendorong kemajuan pesantren dan memobilisasi potensi pesantren baik dari sisi pendidikan, SDM, ekonomi dan jejaring kerjasam-kerjasama.

KH. DR (HC) Sholahuddin Wahid didaulat menjadi Ketua Dewan Pembina bersama Prof. Dr. KH. Amal Fathullah Zarkasyi (Gontor), KH. Mahfudz Syubari (Mojokerto), Habib Soleh Al-Jufri, KH. Akbar, Dr. KH. Muzammil Basyuni dan Prof. Dr. KH. Ahmad Zahro.
Sedangkan Dr. H. Marzuki Ali dan Ir. Heppy Trenggono didaulat sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketum. Adapun Sekretaris Umum dipercayakan kepada KH. Bahrul Hayat, Ph.D (Mantan Sekjen Kemenag) dan Drs. KH. Rusli Effendi, M.Si sebagai Wakil Sekum. Bendahara Umum diamanatkan kepada KH. Anang Rikza Masyhadi, MA dari PM Tazakka Batang.

Disepakati pula tentang perlunya penguatan karakter dan mental umat melalui pendidikan keagamaan yang berkesinambungan baik melalui jalur formal pendidikan dan pesantren maupun melalui informal. Ulama harus menjadi kendali moral dan karakter kebangsaan. Ulama harus ambil peran strategis. Ulama harus dijaga muruah dan wibawanya.
Banyak hal didiskusikan, yang tidak mungkin disebut satu per satu di sini. Namun, pertemuan selama kurang lebih 6 jam baik pada sesi umum maupun sesi khusus terbatas, saya menyaksikannya sebagai suatu komitmen yang luar biasa.
Ya, intinya para ulama menyerukan kepada semua elemen bangsa khususnya Pemerintah untuk mengembalikan lagi kedaulatan bangsa.
Ya Rabb, berilah kami kekuatan untuk mengemban amanah ini; mengawal dan membimbing umat dan bangsa yang besar ini.
Pacet, Mojokerto
23 R. Tsani 1438
21 Januari 2017
*Anang Rikza Masyhadi*
_Pondok Modern Tazakka Batang Jawa Tengah_

Laporan Penganiayaan Palsu Seorang Gadis Mahasiswi Ponorogo


Wengker.com, Kriminal Ponorogo - Seorang mahasiswi bernisial Risky Ayu Putri Ambarwati (21) tak menyangka laporan palsunya berujung di kantor polisi.
Mahasiswi semester tiga salah satu perguruan swasta di Ponorogo ini ditetapkan sebagai tersangka lantaran membuat laporan palsu tentang penganiayaan yang menimpanya pada pertengahan Desember 2016 lalu.
"Hasil penyelidikan polisi ternyata laporan yang dibuat Risky adalah palsu. Risky pun mengaku penganiayaan tersebut tidak pernah terjadi. Risky juga mengakui bahwa dirinya sendiri yang melukai tangannya dengan benda tajam," ujar Kasubag Humas Polres Ponorogo, AKP Sudarmanto, Jumat ( 6/1/2017).
Kendati menjadi tersangka, namun Risky tidak ditahan. Ia hanya dikenakan wajib lapor dua kali dalam seminggu.

Kasus itu bermula ketika Risky mengadukan tindak kekerasan yang dialaminya ke Mapolsek Ponorogo, Rabu (17/12/2016).
Saat itu, Risky membuat laporan bahwa dirinya dianiya seseorang yang tidak dikenal seusai pulang dari kuliah.
Dalam laporannya, peristiwa itu terjadi saat Risky hendak pulang ke rumahnya di Dukuh Maron, Desa Jenangan, Kecamatan Sampung, Ponorogo.
Risky mengaku saat itu ia sedang mengendarai motor. Ketika tiba di Jalan Pramuka atau di depan GOR bukutangkis Ponorogo, tiba-tiba dia diserang oleh seseorang yang tidak dikenal hingga tubuhnya mengalami luka-luka.
Dia kemudian melapor ke polisi dan menyatakan telah dianiaya seseorang yang tidak dikenal.
Selain itu, Risky juga melapor mendapat ancaman melalui pesan singkat dari seseorang. Namun hasil penyelidikan polisi menunjukkan bahwa pelaku yang mengancam melalui pesan singkat itu adalah Risky sendiri.
Caranya, Risky mengirim pesan bernada ancaman kepada dirinya sendiri dengan nama orang lain karena tersangka memiliki dua ponsel.
Sudarmanto menambahkan, motif Risky membuat laporan palsu itu karena urusan asmara.
Rupanya, Risky mencoba untuk mendapat simpati dari seorang pria idamannya dengan meneror dirinya sendiri.

Menurut Sudarmanto, Risky menyukai seorang pria, namun tidak berani mengungkapkannya karena malu.
Untuk itu, ia membuat skenario dengan meneror dirinya sendiri melalui pesan singkat dan berpura-pura telah dianiaya.
"Hal Itu semua dilakukan untuk mendapatkan simpati dari pria yang dicintainya," kata Sudarmanto. (kompas.com)

Menyebut Indonesia Kalah Di Thailand Karena Sholat, Lelaki Ini Langsung Ditangkap Polis


Wengker.com,  BATAM – Sabam Parulian, terduga penista agama langsung ditangkap setelah membuat pernyataan kontroversial berbaru sara di grup Facebook Wajah Batam. Sabam menyebut Timnas Indonesia kalah di leg kedua Final Piala AFF 2016 melawan Thailand lantaran pemain Timnas salat sebelum bertanding.

Ocehan Sabam membuat sebagian anggota grup Facebook Wajah Batam kesal dan marah. Pasalnya, pernyataan Sabam dianggap SARA hingga memicu perdebatan di antara sesama anggota grup.

Sabam kemudian dilaporkan ke Polresta Barelang. Tak butuh waktu lama, polisi langsung menciduk Sabam. Bahkan, dia sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dari penyidik.

Kapolresta Batelang, Kombes Pol Helmy Santika mengatakan, apa yang dilakukan Sabam Parulian telah melanggar dan membuat masyarakat marah. “Dia dilaporkan oleh warga,” kata Helmy.

Warga Sagulung tersebut terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian. Ia dijerat dengan pasal 12 dan diancam dengan kurungan 12 tahun penjara.

“Dia sudah dalam pengawasan polisi dan telah menjadi tersangka. Dia dikenai pasal 28 dengan ancaman 12 tahun penjara,” ujar Helmy.



Dikatakan Helmy, tersangka telah mengakui perbuatannya dan menyampaikan permohonan maaf kepada umat Islam atas statusnya di Facebook yang menyakiti dan melukai hati umat Islam.

“Atas persoalan ini yang bersangkutan mengaku khilaf dan minta maaf,” tambah Helmy.

Helmy menambahkan, selain melakukan penyidikan terhadap tersangka, pihaknya juga akan mengumpulkan MUI, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

“Kita imbau kepada masyarakat untuk berhenti menebar kebencian atas nama apa pun, jangan menebar kebencian atas nama sara, dan hati-hati menggunakan media sosial,” pungkas Helmy.

Sumber pojoksatu.id
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
Winamp Windows Media Player iTunes basicBerry Real One Android iPhone