Cara Membuka Tik Tok Setelah Diblokir

Wengker.com,,Tips tik tok - bagi para penggemar rik tok, tentunya menyayangkan pemblokiran server tik tok di Indonesia,, tapi g usah kawatir dengan pemblokiran itu,, sobat wengker masih bisa membuka tik tok seperti biasanya dg cara yg mudah,,, simak video berikut ini
https://youtu.be/WZyaf5qoufQ

Pencari Ilmu Harus Kejar Barokah

Wengker.com, Nahdliyin - Di era milenial saat ini, menambah wawasan diri sangat mudah. Ragam wadah informasi cukup gampang diakses guna menajamkan cakrawala berpikir. Namun, bukan berarti seorang pencari ilmu tidak butuh peran guru atau kiai.

Demikian ditegaskan Kiai Abdul Basid Mansur saat menyampaikan mauidhah hasanah di acara Haflatul Imtihan Nurul Islam, Tambak Sari, Rubaruh, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

"Memang mudah sekarang dalam menyerap keilmuan di tengah canggihnya informasi,” katanya Kamis (28/6).

Kendati demikian, salah satu yang berjasa dapat melejitkan barakah ilmu adalah guru atau kiai. “Jadi, tidak cukup kita belajar mandiri tanpa melibatkan seorang yang lebih alim dari kita," tegas Pengasuh Pesantren Nurul Jadid, Bungbaruh, Kadur, Pamekasan itu.

Magister teologi Islam tersebut mengetengahkan napak tilas keilmuan para guru atau kiai-kiai besar, yang selama mengenyam ilmu mengutamakan pengabdian kepada yang mendidiknya.

"Bahkan banyak santri atau pelajar yang selama mondok atau bersekolah biasa-biasa tapi sekeluarnya menjadi orang besar. Ketika ditelisik, rata-rata mereka takdim ke guru atau kiainya," tegas Kiai Basid.

Diterangkan, saat ini banyak orang pintar, cerdas, dan berkeahlian. Namun, banyak pula dari mereka yang minim manfaat kepada orang lain. Bahkan, kurang bermanfaat bagi masyarakat.

"Kendati demikian, bukan berarti kita hanya hormat pada guru tapi tidak semangat belajar. Tapi, harus berimbang antara ngambri barakah dengan menajamkan wawasan keilmuan dengan banyak membaca," tegas alumnus Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep itu.

Pada kesempatan itu, Kiai Basid tampak juga melepas rindu pada guru hadisnya sewaktu mondok di Annuqayah, KH Mohammad Jazuli Muthar.

Kiai Basid juga mengapresiasi budaya haflatul imtihan yang sudah mendarah daging bagi lembaga pendidikan Islam setiap akhir tahun.

"Ini sebagai wujud syukur orang tua terhadap ilmu yang diperoleh anaknya di madrasah agar menjadi ilmu yang barakah," tukasnya. (Hairul Anam/Ibnu Nawawi)

Tetapkan Tiga Tersangka Atas Pembakaran Bendera NU

Wengker.com, Warta Nahdliyin - Polres Nganjuk, Jawa Timur akhirnya menetapkan tiga tersangka atas kasus perobekan banner dan pembakaran terhadap bendera Nahdlatul Ulama (NU) beberapa waktu lalu.

Ketiga tersangka ini merupakan oknum dari perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang sebelumnya terlibat konflik dengan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa (PN). Kini ketiga tersangka tersebut ditahan di Mapolres Nganjuk guna proses hukum lebih lanjut.

"Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus perobekan banner dan pembakaran bendera NU penyidik Satreskrim Polres Nganjuk menetapkan tiga tersangka. Ketiganya berinisial EDS (19), JRW (19) dan IGF (16)," jelas anggota Humas Polres Nganjuk, Aiptu Achmad Arifin, Selasa (26/6).

EDS merupakan warga Desa Kebonagung, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk dan JRW warga Desa Teken Glagahan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk serta IGF warga Desa Pehserut, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk.

"Sebelum menetapkan tersangka polisi sudah memeriksa sembilan saksi. Hingga tiga orang ini ditetapkan jadi tersangka," ujarnya.

Ketiga tersangka punya peran masing-masing dalam rangkaian perobekan dan pembakaran bendera NU. Dalam peristiwa tersebut EDS bertindak sebagai penyopot bendera dan IGF oknum yang membakar bendera. Sementara itu JRW pelaku perobekan banner yang terdapat gambar KH Hasyim Asy'ari.

 "Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," pungkas Arifin.

NU Jangan Terpancing Emosi

Sebelumnya diberitakan A’wan Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, H Babun Suharto mengungkapkan sejumlah kesepakatan telah dicapai antara NU dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Nganjuk Jawa Timur. Hal tersebut sebagai imbas aksi  pembakaran  bendera NU oleh oknum pesilat PSHT di kawasan setempat.

Menurut H Babun, kata kuncinya untuk membuat suasana aman dan kondusif adalah pemenuhan kesepakatan, baik oleh NU maupun PSHT. Dikatakanya, kabar kasus tersebut begitu cepat meluas dan telah menjadi konsumsi publik, sehingga apa yang terjadi usai insiden itu, masyarakat terus memantau.

“Makanya kita berharap agar kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai, dipenuhi, termasuk janji polisi  untuk menindak tegas pelakunya,” ungkapnya, Senin (25/6).

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember ini mengaku bersyukur bahwa NU tidak pernah berulah. Lembaga-lembaga maupun badan otonom NU yang berbasis otot seperti Banser dan Pagar Nusa, tak pernah terlibat dalam aksi kepongahan terhadap kelompok lain. Justru Banser senantiasa bersikap mengayomi dan memberikan payung kesejukan bagi kelompok lain. “Tapi NU jangan disalahi. Jangan bangunkan macan tidur,” ungkapnya.

Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin juga mengimbau agar kader NU dan PSHT bisa menahan diri agar kasus tersebut tidak melebar. Walaupun kejadian tersebut diakuinya cukup menyakitkan bagi NU, tapi tidak perlu dibesar-besarkan dan harus segera diakhiri dengan damai.

“PWNU Jawa Timur juga cukup cekatan dengan mengimbau segenap cabang NU untuk tidak terpancing emosi dan ikut-ikutan marah,” ucapnya. (Syarief Rahman/Aryudi Abdul Razaq/Kendi Setiawan)

Sejarah Ketupat

Wengker.com, Tradisi - Beliau adalah Sunan Kalijaga yang pertama kali memperkenalkan pada masyarakat Jawa.
Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali BAKDA, yaitu bakda Lebaran dan bakda Kupat yang dimulai seminggu sesudah Lebaran.
Arti Kata Ketupat.
Dalam filosofi Jawa, ketupat memiliki makna khusus. Ketupat atau KUPAT merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat.
Ngaku lepat artinya mengakui kesalahan.
Laku papat artinya empat tindakan.
Ngaku Lepat.
Tradisi sungkeman menjadi implementasi ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa.
Sungkeman mengajarkan pentingnya menghormati orang tua, bersikap rendah hati, memohon keikhlasan dan ampunan dari orang lain.
Laku Papat.
1. Lebaran.
2. Luberan.
3. Leburan.
4. Laburan.
Lebaran.
Sudah usai, menandakan berakhirnya waktu puasa.
Luberan.
Meluber atau melimpah, ajakan bersedekah untuk kaum miskin.
Pengeluaran zakat fitrah.
Leburan.
Sudah habis dan lebur. Maksudnya dosa dan kesalahan akan melebur habis karena setiap umat islam dituntut untuk saling memaafkan satu sama lain.
Laburan.
Berasal dari kata labur, dengan kapur yang biasa digunakan untuk penjernih air maupun pemutih dinding.
Maksudnya supaya manusia selalu menjaga kesucian lahir dan batinnya.
FILOSOFI KUPAT - LEPET
KUPAT
Kenapa mesti dibungkus janur?
Janur, diambil dari bahasa Arab " Ja'a nur " (telah datang cahaya ).
Bentuk fisik kupat yang segi empat ibarat hati manusia.
Saat orang sudah mengakui kesalahannya maka hatinya seperti kupat yang dibelah, pasti isinya putih bersih, hati yang tanpa iri dan dengki.
Kenapa? karena hatinya sudah dibungkus cahaya (ja'a nur).
LEPET
Lepet = silep kang rapet.
Mangga dipun silep ingkang rapet, mari kita kubur/tutup yang rapat.
Jadi setelah ngaku lepat, meminta maaf, menutup kesalahan yang sudah dimaafkan, jangan diulang lagi, agar persaudaraan semakin erat seperti lengketnya ketan dalam lepet.
Betapa besar peran para wali dalam memperkenalkan agama Islam. Umat muslim sudah seharusnya memuliakan budaya atau ajaran yang telah disampaikan para wali di Indonesia ini.
Inilah cikal bakal munculnya kalimat Mohon maaf lahir dan bathin, disaat 'Idul Fitri, serta lahirnya tradisi halal bihalal di Indonesia.
Semoga bermanfaat. Aamiin.

Gelar Pencak Dor di acara Haflah Akhirussanah Ponpes Lirboyo Kediri

Wengker.com, Warta Nahdliyin - Dalam rangka Haflah alhirussanah pondok pesantren Lirboyo Kediri Jatim, ribuan pendekar dan Masyarakat umum dari seluruh wilayah, Karisidenan Kota/Kabupaten Kediri,Tulungagung,Blitar,Nganjuk dan sekitarnya. Sabtu malam 21-04-2018 berkumpul menyaksikan tarung bebas / Pencak Dor para pendekar di arena Ponpes Lirboyo (kediri), tepatnya di lapangan aula muktamar.
Acara seremonial usai, suasana mencekam dan tegang mulai nampak ketika kegiatan ini dimulai. Para pendekar terbaik akan bertarung, adu jotos, tendangan atau bantingan , cekikan yang terkesan liar menjadi suguhan yang menarik . Hanya satu misi yang mereka bawa kehormatan perguruan silat/beladiri masing-masing.
Pencak dor mulai muncul sejak era - 60 an ini memang sangat di gemari oleh khalayak ramai di Kediri Raya.Tak kurang puluhan ribu penonton hadir memadati arena setiap kali acara ini digelar.
Pencak dor sendiri diiniasiasi oleh Kiai Agus Maksum Jauhari atau yang biasa dipanggil Gus Maksum cucu dari pendiri pondok Pesantren Lirboyo Kediri KH. Abdul Karim. Tujuannya adalah terjalinnya silaturahmi sesama pendekar dan media dakwah pemuda.
Pendirian arena pencak dor ini dilatarbelakangi oleh kegelisahan Gus Maksum melihat makin maraknya aksi perkelahian antar remaja di Kediri kala itu.
Tak jarang dari perkelahian tersebut menimbulkan korban, sifat arogan pemuda yang sulit terkontrol menjadi salah satu penyebabnya.
Sejalan dengan makin maraknya aksi tersebut, maka Gus Maksum mempunyai ide adanya suatu arena untuk bertarung satu lawan satu dengan fair.
Biasanya mereka dipertemukan dalam gelanggap pencak dor ukuran 8 x 4 meter. Gelanggang tersebut mirip ring tinju. Bedannya kalau ring tinju dikelilingi tali, pencak dor tidak. Pagar pembatas arena adalah batang bambu sebagai pembatas tepi untuk pertarungan para pendekar.
Gus Maksum bermaksud pencak dor ini bisa menyelesaikan perselisihan dengan adil tanpa mengurangi rasa persaudaraan, karena dalam pencak dor ini peserta yang bertarung dapat kembali menjalin persaudaraan lagi setelah selesai.
Bahkan ketika usai bertanding mereka bisa saling mengenal lebih dekat dengan lawannya yang ia ajak baku hantam. Tak jarang kadang mereka bertukar pengalaman seputar dunia persilatan dengan canda tawa benar-benar tanpa dendam.
Pencak dor dilahirkan di Pesantren Lirboyo Kediri yang juga pesantren salaf yang berdiri sejak pada 1910 santri. Di era tahun 1960 an juga dikenal sebagai tempat pengkaderan para pendekar silat dari kalangan santri.
Para pendekar ini diasuh oleh almarhum Gus Maksum yang dikenal sakti dan dikenal di kalangan pesilat tanah air . Di pesantren Lirboyo ini pula selain melahirkan santri-santri hebat yang menguasai kitab-kitab klasik kuno juga melahirkan santri yang menguasai ilmu kanuragan dan seni bela diri.
Meski tarung bebas, namu keselamatan tetaplah nomor satu. Salah satunya untuk menjaga keselamatan para peserta, setiap pertandingan dikawal dua orang wasit yang memiliki kemampuan lebih. Tugas mereka adalah melerai mereka yang bertanding jika kondisi tak memungkinkan untuk dilanjutkan pertarungan.
Para wasit benar-benar-benar harus militan, sebab yang mereka wasiti bertarung bebas mengeluarkan jurus yang dimiliki, mulai dari pencak, tinju , karate hingga judo, boxing, muathai. Para pendekar menggunakan keahlian bela diri masing-masing untuk menjatuhkan lawan. "
Diatas Lawan, Dibawah Kawan"
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
Winamp Windows Media Player iTunes basicBerry Real One Android iPhone