Sebait Doa Di Hari Ulang Tahunku - Wengker

Alhamdulillah....
Beberapa puluh Tahun yang lalu ketika pertama kalinya aku melihat dunia. Tanpa terasa sekarang telah sampai usiaku dalam kedewasaan.
Ya Allah... Kini aku sudah dewasa, mencoba mengais hidup, mencoba menerjang hidup, jadikanlah aku menjadi khusuk dan tawadhu dalam menerima hikmah dan berkahMu.
Yaa Rabb...Hari ini bertambah usia dalam hitunganku dan berkurang pula usiaku dalam hitunganMu.

Tidak terasa.....
Hari demi hari terus berganti...
Minggu ke minggu terasa singkat sekali,...
Bulan pun kian berganti bulan,
Tahun berganti tahun,,
Yaa Rabb....
Singkat sekali rasanya...

Sudah beberapa puluh Tahun....
Ya Allah terima kasih sudah menambah umurku satu tahun lagi...
Entah berapa umur lagi yang nanti Engkau berikan kepada hambaMu ini tapi yang ku mohon berikan kesempatan untuk berbuat terbaik dalam menjalani episode kehidupan ini....

Ya Allah...
Terima kasih untuk setahun yang luar biasa yang Engkau berikan kepadaku...
Terima kasih untuk jalan yang Engkau lapangkan, dan segala kemudahan yang Engkau berikan.
Yaa Rabb....
Terima kasih untuk pelajaran yang Kau berikan,,bahwa semua akan indah pada waktunya...
Engkau bukakan mataku,,bahwa walaupun sering ku rasa pahit dan perih,,rancanganmu selalu yang terbaik dan indah.
Yaa Rabb..
Setahun ini aku banyak belajar tentang hidup...
Belajar bahwa semua yang ada di dunia ini hanya milikMu semata...
Semuanya bisa Kau ambil kapan saja dan Kau gantikan dengan kehendakMu...
Ya Allah...
Ajarkan padaku agar tidak meminta kembali apa yang hilang,,tapi ajarkan padaku untuk percaya bahwa apa yang Engkau berikan adalah yang terbaik...

Kupasrahkan setiap tarikan nafasku, setiap langkahku hanya kepadaMu sekarang dan selamanya.
Semoga hari ini menjadi sebuah optimisme baru,
Diambang batas hari ini, saya memasuki usia tahun berikutnya.

Hari itu..
Merupakan hari dimana aku menyetujui janji dalam hidupku..
Hari dimana aku belajar menghadapi kenyataan dari semua keadaan
Dan hari itu..
Merupakan hari ketika aku di lahirkan dan diperkenalkan dengan Dunia!!!

22 September
Hmm.. Sepertinya bertepatan dengan hari lahir ku, itu artinya usia ku beranjak bertambah Tahun lagi..
Terima Kasih Ya Allah...

Ya Rabb... Hari itu bertambah usia dalam hitunganku dan berkurang pula usiaku dalam hitunganMu...

Hanya Sebait Do'a dan Harapan di Hari Ulang Tahun ku ini ...

Ya Allah.....
Hari itu aku berkumpul dalam kehusukan dan keikhlasan dihadapan hamparan rezeki-Mu…

Ya Allah....
Kau ciptakan aku dari tiada,,menjadi ada…
Kemudian kau kembalikan ku kepada-Mu…

Ya Allah....
Kehidupan ku bejalan dan berputar sesuai dengan kehendak-Mu...

Ya Allah....
Hari itu telah sampai usiaku dalam kedewasaan jadikanlah aku menjadi khusuk dan tawadu dalam menerima hikmah dan berkah-Mu
Bertambah usia dalam hitunganku,,berkurang pula usiaku dalam hitungan-Mu...

Ya Allah....
Panjangkanlah usiaku agar aku dapat hidup dan menjadi bermanfaat bagi ummat-Mu yang lain...
Panjangkanlah usiaku agar aku dapat lebih memandang hidup dengan penuh makna dalam kebesaran-Mu...
Panjangkanlah usiaku agar aku dapat lebih bersyukur atas nikmat dan rezeki yang engaku anugerahkan kepadaku..

Ya Allah....
Jadikanlah aku orang-orang yang senantiasa bersyukur terhadap rezeki dan anugerah yang engkau berikan...

Ya Allah....
Terimakasih engkau telah mengangkatku menjadi makhluk dengan derajat yang tinggi...
Terimakasih engkau telah memberikan cahaya keimanan kepada ku agar ku dapat mengenal-Mu...

Dihari ulang tahunku ini,,aku ingin mengirim doa untuk kedua orang tuaku... Ayah dan Ibu yang sangat aku sayangi....

Ya Allah...
Ampunilah dosa kedua orangtuaku...
Rendahkanlah suaraku bagi mereka...
Perindahlah ucapanku di depan mereka...
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkan hatiku untuk mereka……

Ya Allah...
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya atas didikan mereka padaku
dan Pahala yang besar atas kasih sayang yang mereka limpahkan padaku,
dan peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku...

Ya Allah....
Berikan kesehatan, perlindungan dan cintaMu untuk mereka. Dalam setiap pinta dan doaku, berharap agar aku bisa menjadi anak yang dapat mereka banggakan. Aamiin.

Ya Allah....
Panjangkanlah usiaku agar aku dapat hidup dan menjadi bermanfaat bagi ummatMu yang lain.

Ya Allah....
Jadikanlah aku termasuk ke dalam hambaMu yang senantiasa bersyukur terhadap rezeki dan anugrah yang Engkau berikan.

Ya Allah....
Jadikanlah sisa hidupku sebagai kebahagiaan.

Ya Allah....
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,Izinkanlah mereka memberi doa doa untukku...
Tetapi jika sebaliknya,,maka izinkanlah aku memberi doa doa untuk mereka,
sehingga ku semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu, ampunan-Mu serta rahmat-Mu.

Sesungguhnya Engkaulah yang memiliki Kurnia Maha Agung,serta anugerah yang tak berakhir
dan Engkaulah yang Maha Pengasih diantara semua pengasih.

Semoga Allah selalu membimbingku.
Semoga Allah selalu meridhoiku.
Semoga Allah selalu mendampingiku.
Dalam setiap langkahku, doaku dan dalam semua kehidupanku.

Bismillah.....
Kembali ku azzamkan dalam tekadku untuk menjadi pemenang dalam kehidupanku. Akan kukobarkan semangat dalam jiwaku untuk menjadi yang terbaik untuk agamaku, keluargaku dan orang-orang yang aku cintai dan mencintaiku karena Allah.

Semoga aku bisa memanfaatkan sisa umurku dengan seoptimal mungkin dengan kebaikan-kebaikan dalam berbagai bentuk. Rabb dengan penuh harap aku memohon semoga Engkau meridhoi setiap hembusan nafasku, detakan nadi dan jantungku, desir rasaku, kejapan mataku, langkah kakiku dan setiap tindakan dari setiap komponen penyusun aku dan tubuhku.

Amin…

Terimakasih Allah…

Kiai Adlan Ali, Ulama Yang Tidak Pernah Melihat Langit

Wengker.com, Warta Nahdliyin - Sosok kiai sepuh yang sabar dan istiqamah ini sangat terkenang betul di benak para santri. Ketika mereka ditanya tentang “Bagaimana sosok Kiai Adlan menurut Panjenengan?” maka berbagai komentar yang hampir tak serupa senantiasa kami dengar. Ada yang menuturkan, "Beliau itu kiai yang tidak hanya hafal isi al-Quran tetapi juga menjalankannya”, “Kiai Adlan adalah kuncinya Kiai Hamid Pasuruan. Jadi kalau ingin mudah bertemu dengan Kiai Hamid harus sowan dulu ke Kiai Adlan.”

Bahkan Prof. Dr. KH. Thalhah Hasan menambahkan; “Di Tebuireng itu ada dua penghuni surga: Kiai Idris Kamali dan Kiai Adlan Ali. Beliau berdua sama-sama alim, wara', zuhud…"

Ada lagi kesan para santri yang membuat kami terkesan unik, “Kiai Adlan Ali itu kiai yang tidak pernah melihat langit.” Istilah ini menunjukkan saking tawadhu’nya Kiai Adlan. Ketika berjalan tidak pernah mengangkat kepala ke atas. Beliau senantiasa menunduk sopan.

Di Tebuireng, setiap bulan Ramadhan, Kiai Adlan membacakan kitab matan at-Taqrib. Tepat di posisi yang dulu digunakan Hadhratus Syaikh KH. M. Hasyim Asy’ari mengajar, Kiai Adlam duduk di sana, sedangkan para santri mengitarinya sebagai halaqah ilmiah. Dalam pengajian ini ada karomah Kiai Adlan yang tampak di setiap tahunnya. Ketika pembahasan tepat pada bab Istisqa’ (ritual memohon hujan), anehnya langit Tebuireng menjadi gelap. Dan tiba-tiba saja, bulan Ramadhan yang biasanya kemarau turun hujan deras mengguyur lahan pondok.

Langit pun malu oleh Kiai Adlan. Ia tidak pernah dipandang oleh Kiai Adlan. Ketika ia disindir lewat pembacaan bab istisqa’ maka, ia langung menangis menurunkan air mata hujannya. ( Sumber: Atunk/Fathurrahman Karyadi via fp SarungNu.com ).

Grop Band Wali Meriahkan 90 Tahun Gontor

Wengker.com, Ponorogo - Beragam acara digelar dalam rangka memeriahkan 90 tahun Pondok Modern Gontor Ponorogo, dari kompetisi sepak bola hingga mengundang grup band Wali. Menurut jadwal grup band wali akan tampil pada tanggal 28/8/2016.

Di kutip dari gontor.ac.id, kepastian kehadiran grup band Wali ini disampaikan oleh Ustadz Heru Wahyudi, ketua panitia Konser Wali Band di Gontor. Pihak grup band Wali sendiri menyatakan sebuah kehormatan tersendiri untuk tampil dalam acara di Pondok Gontor.

Dalam penampilanya nanti,wali merencanakan akan menampilkan 12 lagu. Selain Wali, pada acara nanti akan dibuka juga dengan penampilan grup band Festival Musik antar Pesantren yang akan digelar beberapa hari sebelumnya.

Sumber: gontor.ac.id

Polisi Meninggal Dunia Saat Jalankan Tugas

Wengker.com, KAUMAN – Seorang anggota polisi bernama Aiptu Kusmanto, Senin (1/8/2016) meninggal dunia saat menggrebek lokasi judi sabung ayam di Dusun Demalang, Desa Sumoroto , Ponorogo, Jawa Timur. korban meninggal saat mengejar pelaku judi yang kabur.

Kejadian bermula saat tujuh anggota Resmob Satreskrim Polres Ponorogo melakukan menggerebek lokasi perjudian di tepi sungai Dusun Demalang, Desa Sumoroto, Kecamatan Kauman, Ponorogo.

Mengetahui polisi datang, puluhan massa yang tengah bertaruh langsung kabur menyelamatkan diri. Tak ingin pelaku kabur, anggota polisi melakukan pengejaran.

Melihat para pelaku kabur, Aiptu Kusmanto yang ikut dalam penggerebekan melakukan pengejaran.

Namun sekitar 400 meter, diduga karena kelelahan korban terjatuh di pematang sawah dan meninggal di lokasi.

Salah satu warga, Dedi Kurniawan, mengatakan, melihat sendiri ketika ada kejar-kejaran. Dia juga menyaksikan bagaimana Kuswanto seperti menahan sakit di bagian jantung.

"Jadi saat kejar-kejaran, ada Polisi yang pegang dadanya. Langsung lemas dan meninggal selanjutnya di bawa ke RSUD," katanya.

Kematian korban kemudian dilaporkan ke Polres Ponorogo dan selanjutnya jasad dibawah ke Rumah Sakit Umum Daerah Harjono Ponorogo untuk divisum.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, diduga korban kelelahan dan terkena serangan jantung. Korban juga sempat mengeluh sebelum masuk kerja.

Sementara Kapolres Ponorogo, AKBP Harun Yuni Aprin, mengatakan, sangat berduka dengan adanya anggota yang meninggal saat bertugas. "Seluruh jajaran berduka, apalagi Aiptu Kuswanto meninggal saat bertugas," katanya.

Dia menuturkan dugaan sementara karena serangan jantung. Karena dari hasil analisa, Kuswanto sendiri memang mengeluh sakit.

Harun menjelaskan sakit yang dikeluhkan Kuswanto yakni tekanan darah yang tinggi dan kolesterol yang cukup tinggi. "Ini sudah berkaitan dengan medis. Dan beliau sebenarnya sedang mengikuti program pengendali berat badan. Tapi takdir tidak bisa diduga, harus meninggal saat bertugas".

Korban selanjutnya dibawa ke rumah duka di perumahan daerah Kelurahan Keniten, untuk disemayamkan.

Pernyataan Resmi Pagar Nusa Terkait Konflik MTA Di Boyolali

Wengker.com, Warta Nahdliyin - Boyolali, Ada simpang siur berita mengenai konflik antara warga dengan MTA di Dusun Bentangan, Desa Doplang, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Bagaimana sebenarnya konflik tersebut terjadi sehingga ada ratusan orang yang seolah siap angkat senjata disana? Berikut klarifikasi Iman Widodo, Koordinator Solidaritas Pagar Nusa Solo Raya sebagaimana disebarkan oleh fanspage Facebookresmi Pagar Nusa Klaten.

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Perlu kami beritahukan kepada saudara-saudara Pagar Nusa dan umat Islam bahwa:
1. Tidak ada rencana pengerahan pasukan sejumlah 15.000 orang dari Pagar Nusa Klaten untuk menghancurkan gedung MTA di Dusun Bentangan, Desa Doplang, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali dan melakukan penyerangan terhadap anggota MTA di desa tersebut, sebagaimana isu yang berkembang dikalangan tokoh Masyarakat, Ulama dan khalayak umum.

2. Tidak ada Konsolidasi ribuan anggota Pagar Nusa dari berbagai cabang se-Solo Raya di Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan untuk melakukan tujuan sebagaimana tersebut pada poin satu.

3. Konflik yang terjadi di Dusun Bentangan, Desa Doplang, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, sejak setahun terakhir dan memuncak pada hari sabtu, (23/07) murni dikarenakan masyarakat menolak kegiatan yang dilakukan oleh Majelis Tafsir Al-Qur’an (MTA) dan MTA tidak mengindahkan penolakan masyarakat tersebut. Jadi, ini sama sekali bukan konfliknya Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dengan Organisasi MTA.

4. Adapun kronologi kasus yang kami dapatkan di lapangan bermula dari anggota MTA yang akan membangun gedung MTA dan menyelenggarakan kegiatan MTA di dusun tersebut namun ditolak masyarakat berdasarkan rapat warga.

5. Namun anggota MTA, yang jumlah anggotanya didusun tersebut hanya terdiri dari 2 kepala keluarga, mengajukan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) ke Pemerintah dan disetujui Pemerintah dengan ijin mendirikan Gedung Serba Guna (Bukan gedung MTA dan untuk kegiatan MTA).

6. Sejak itu, Konflik antara masyarakat dan anggota MTA sering terjadi. Beberapa mediasi telah dilakukan pihak pemerintah Kabupaten Boyolali. Namun warga tetap menolak dan MTA tetap ngotot mengadakan kegiatan.

7. Konflik semakin memanas pada hari sabtu (16/07) dimana MTA mengadakan acara halal bi halal di dusun tersebut dengan mendatangkan massa dalam jumlah yang besar dari luar daerah. Bentrok tidak dapat dihindarkan antara masyarakat dan anggota MTA, yang menyebabkan korban luka dipihak Masyarakat.

8. Intimidasi dan ancaman berkembang di Masyarakat bahwa pada sabtu berikutnya (23/07) MTA akan mendatangkan Satgas Keamanannya sejumlah 1000 orang ke dusun tersebut.

9. Merasa terancam, pada hari kamis, (20/07) masyarakat meminta bantuan kepada Pagar Nusa Kartasura untuk mengantisipasi keadaan.

10. Pada hari sabtu (23/07) pasukan gabungan Pagar Nusa Kartasura dan Pagar Nusa Klaten merapat dan membentuk formasi di rumah-rumah warga dusun Bentangan. Sejak pukul 09.00 WIB, massa tak dikenal terlihat memenuhi 1 Masjid, 2 Mushola, jalan utama dusun, depan gedung yang digunakan pengajian MTA, dan belakang gedung.

11. Sekitar pukul 12.30 WIB pihak kepolisian dengan diikuti warga melakukan Sweeping terhadap massa yang tidak dikenal tersebut dan didapati berbagai macam senjata tajam, seperti : Pedang, clurit, anak panah, gear, gesper, ketapel, dll.

12. Sekitar pukul 13.00 WIB, massa tak dikenal yang sebelumnya menguasai Masjid dan 2 Musholla bersama massa yang terus mengalir datang, merangsek ke depan gedung yang digunakan pengajian MTA dengan diusung menggunakan truck.

13. Polisi menghalangi akses masuk warga dusun Bentangan yang terdiri dari sebagian besar ibu-ibu, disebelah barat gedung yang digunakan pengajian MTA. Supaya tidak terjadi bentrok fisik.

14. Warga dusun Bentangan yang terdiri dari sebagian besar ibu-ibu tersebut melakukan orasi penolakan atas massa tak dikenal yang menginjak-injak kampung mereka. Aksi ibu-ibu ini ditanggapi dengan ejekan penghinaan dari massa yang berada didepan gedung MTA, seperti: menjulurkan lidah, melambaikan tangan seperti orang menantang, mengacungkan 2 jempol kebawah, dll.

15. Massa tak dikenal semakin banyak memasuki gedung dari arah timur dengan diusung menggunakan truck dan mobil. Merasa ibu-ibu yang melakukan orasi terancam oleh kedatangan ribuan massa tak dikenal, warga yang masih terkonsentrasi di depan-depan rumah, berkomunikasi dengan pasukan Pagar Nusa dan simpatisan warga yang lain untuk segera merapat mengamankan ibu-ibu yang berorasi.

16. Bentrokan tidak sempat terjadi karena ibu-ibu dalam pendampingan Pagar Nusa dan simpatisan warga yang lain, serta Blockade dari Polisi yang membatasi pihak warga dan massa tak dikenal.

17. Pagar Nusa menyebar pasukan ke timur gedung untuk menyisir keadaan, mengantisipasi segala kemungkinan, karena jumlah massa tak dikenal semakin banyak berdatangan dari arah timur. Dan pada penyisiran ini dijumpai segerombolan kelompok preman yang cukup terkenal di Jakarta ikut merangsek masuk bersama massa tak dikenal lainnya. Diketahui juga, Ambulans berlogo MTA jg disiapkan di jalan dekat gedung.

18. Massa tak dikenal yang diusung berkali-kali menggunakan truck sebagian besar secara kompak menggunakan topi yang dimiringkan agak kesamping dan bersepatu. Banyak diantara mereka yang terlihat bertatto. Fakta ini menimbulkan tafsir yang berkembang di Masyarakat bahwa massa tak dikenal yang menduduki dusun mereka tersebut bukanlah jamaah pengajian, tetapi kelompok-kelompok preman yang diorganisir.

19. Pihak Polisi dan TNI menambah jumlah personil untuk mengantisipasi keadaan. Sampai sekitar pukul 15.30 WIB suasana terkendali dan tidak terjadi bentrokan. Seorang Tokoh dari Solo di ikuti beberapa simpatisan warga dan masyarakat dusun Bentangan, mendesak pihak kepolisian untuk segera membubarkan pengajian MTA. Setelah bernegosiasi dengan perwakilan warga, Wakapolres Boyolali meminta pihak penyelenggara pengajian MTA untuk segera membubarkan diri.

20. Setelah itu, pengajian MTA bubar. Dan jamaah mereka yang terdiri dari massa tak dikenal dengan jumlah ribuan itu, di pulangkan perlahan-lahan dengan menggunakan mobil dan truck. Dan ketika pulang ekspresi dan gesture tubuh mereka tetap melecehkan masyarakat dusun Bentangan sebagaimana diawal mereka lakukan.

21. Pada hari berikutnya berkembang isu bahwa, MTA akan mendatangkan massa yang lebih besar lagi pada sabtu (30/07) besok. Masyarakat semakin merasa terintimidasi.

22. Disisi lain ada Isu yang berkembang meluas ke berbagai sosial media bahwa terjadi konflik antara NU dan MTA di dusun Bentangan, desa Doplang, kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Berbagai simpatisan yang mengatasnamakan NU siap meluncur ke dusun tersebut untuk membantu masyarakat.

23. Pihak PCNU Boyolali berhasil mengklarifikasi bahwa konflik di dusun Bentangan sama sekali bukanlah konflik antara ormas NU dan MTA. Dan berbagai macam simpatisan dan elemen NU yang mau masuk ke Boyolali berhasil dikondisikan dan di tenangkan. Serta diberi pengarahan bahwa cara-cara premanisme bukanlah jati diri NU yang selama ini terkenal dengan ormas Islam yang ajarannya ramah terhadap masyarakat.

24. Dukungan dan Solidaritas juga semakin berkembang dari para pendekar Pagar Nusa di berbagai daerah, dimana sejumlah pasukan akan diturunkan ke Boyolali menjelang sabtu (30/07). Namun pasukan berhasil dikondisikan berkat konsolidasi dengan pimpinan pusat, berbagai pendekar yang disepuhkan, dan komunikasi antar pimpinan cabang, terutama di area Solo raya.

25. Pemerintah diwakili wakil Bupati Boyolali menyelenggarakan mediasi antara MTA dan Kepala Desa yang terkait, Rabu (27/07) di Kesbangpol Boyolali dan disepakati beberapa keputusan yang diantaranya:
(1). Kedua belah pihak sepakat utk menjaga kerukunan dan menjaga keutuhan NKRI. (2). Kedua belah pihak saling menginformasikan kpd jajaran sampai paling bawah bahwa wajib menjaga kerukunan dan keutuhan NKRI, (3). Pengajian MTA di dusun Bentangan sepakat untuk dipindahkan ke desa Randusari menerima secara tangan terbuka, (4). Pelaksanaan pemindahan terkait tempat dsbnya, pihak MTA akan berkoordinasi langsung kepada lurah Randusari bpk. Satu Budiyono. Dan kesepakatan antara MTA dg pihak desa Randusari tersebut telah disepakati secara tertulis hari ini, kamis (28/07).

26. Berdasarkan hal tersebut, dan kesepakatan antara Warga dusun Bentangan, Pagar Nusa, GP Ansor dan Banser se Solo Raya, rabu (27/7) Pagar Nusa Klaten dan Kartasura menarik pasukan dari konsentrasi pengamanan di dusun Bentangan, desa Doplang, kecamatan Teras, kabupaten Boyolali. Akan tetapi sebagaimana komitmen kami dari awal, kami akan terus mengawal dan melakukan pendampingan terhadap masyarakat dusun tersebut dari segala bentuk tindak intimidasi, ancaman dan premanisme sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

.
Gunung Jabalkat, Klaten 28-07-2016

.
Iman Widodo
Koordinator Solidaritas Pagar Nusa Solo Raya

Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
Winamp Windows Media Player iTunes basicBerry Real One Android iPhone