Silaturrahmi Ketua Umum Pagar Nusa Kepada Tokoh Pencak Silat Untuk Redakan Pertikaian

Wengker.com, Warta Nahdliyin - Ketua Umum Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Emha Nabil Haroen akan menemui sejumlah pemimpin perguruan silat lain di Tanah Air. Silaturahmi ini untuk meredakan pertikaian antar anggota perguruan yang kerap terjadi di lapangan.

Gus Nabil mengatakan, sejak terpilih sebagai Ketua Umum PSNU Pagar Nusa dalam kongres III di Jakarta, 3-5 Mei 2017, dia sudah menyiapkan sejumlah program kerja. Di antaranya melakukan road show silaturahmi kepada para pemimpin perguruan silat di Tanah Air untuk membangun komitmen bersama memajukan dunia pencak silat. “Termasuk meredakan konflik antar-perguruan yang kerap terjadi di lapangan,” ucap Nabil di Kediri, Selasa, 23 Mei 2017.

Mantan Sekretaris Umum PSNU Pagar Nusa ini berujar, konflik antar-pendekar yang terjadi selama ini sebenarnya lebih banyak dipicu persoalan pribadi. Mereka yang bertikai kemudian membawa nama perguruan silat masing-masing dan berkembang menjadi pertikaian antar-perguruan. Apalagi kemudian aksi ini diikuti anggota perguruan silat lain sebagai bentuk solidaritas dan membela kehormatan lembaga.

Nabil menuturkan konflik anggota Pagar Nusa dengan anggota perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Trenggalek, Tulungagung, Blitar, dan Nganjuk menjadi contoh masih banyaknya kesalahpahaman pendekar akan arti solidaritas. “Karena itu, kami akan mengajak para pemimpin perguruan membuat kesepakatan bersama tentang cara menindak anggota yang terlibat pertikaian. Salah satunya menyerahkan kepada polisi,” katanya.

Dia berharap road show silaturahmi ini akan membangun kesamaan sikap para pemimpin perguruan silat dalam membina anggotanya. Selain itu, pengembangan prestasi pesilat Indonesia lebih cepat terwujud jika dilakukan bersama-sama.

Selain melakukan silaturahmi, Nabil akan melakukan pembenahan organisasi Pagar Nusa. Salah satu yang paling krusial adalah pendataan anggota, yang hingga kini belum terverifikasi dengan baik. Padahal diperkirakan jumlah pendekar Pagar Nusa yang tersebar di seluruh pelosok mencapai jutaan.

Untuk peningkatan keterampilan anggota, alumnus santri Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, ini juga telah membuat kesepakatan dengan perguruan bela diri luar negeri untuk melakukan pertukaran pelatih. Komitmen ini, antara lain, dilakukan dengan perguruan silat Cina, Mesir, dan Aljazair. “Kami mengundang pelatih shaolin untuk mengajar di Indonesia. Demikian pula sebaliknya,” ujarnya.

Selain mendatangi para pemimpin perguruan silat, Nabil mengaku telah berkunjung ke para kiai sepuh NU untuk mendengar masukannya. Pondok Pesantren Lirboyo menjadi tujuan pertama. Pendiri Pagar Nusa, Kiai Maksum Jauhari, mengajar silat dan disemayamkan di pondok pesantren tersebut.

Banser Hadang Dan Bubarkan Konvoi HTI

Wengker.com, Warta Nahdliyin - Anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Nahdlatul Ulama menghadang ratusan aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang tengah melakukan pawai. Mereka menurunkan paksa bendera Khilafah yang dibawa anggota HTI hingga nyaris terjadi keributan.

Penghadangan ini dilakukan anggota Banser Tulungagung dan Trenggalek di perbatasan kedua wilayah pagi tadi. Mereka menghentikan iring-iringan anggota HTI yang sedang melakukan taaruf atau pawai menuju Surabaya. "Kami hentikan dan rampas bendera yang mengarah pada spirit khilafah," kata Yoyok Mubarok, Ketua Satuan Koordinator Cabang Banser Tulungagung yang memimpin aksi, Sabtu 1 April 2017.

Masih menurut Yoyok, terdapat sedikitnya 100 anggota HTI yang mengendarai motor dan satu mobil bak terbuka yang melaju beriringan dari Trenggalek menuju Tulungagung. Rencananya mereka akan mengikuti Kirab HTI bertema "Khilafah Kewajiban Syariat" di Surabaya besok Minggu, 2 April 2017. Tak hanya dari Trenggalek, anggota HTI ini juga menggalang kader mereka di Tulungagung dan tiap-tiap kota yang dilalui menuju Surabaya.

Selain menghentikan dan merampas bendera HTI, anggota Banser juga membubarkan konvoi mereka dengan paksa. Anggota HTI diminta pulang ke rumah masing-masing dan tak melanjutkan perjalanan demi keselamatan mereka sendiri. "Kami minta pulang untuk anggota HTI dari Tulungagung, yang rumahnya Trenggalek kami minta balik," kata Yoyok yang menghadang mereka di perbatasan Trenggalek - Tulungagung.

Dia mengaku sudah mendengar kabar akan dilakukannya konvoi tersebut sejak beberapa waktu lalu. Karena itu sebanyak 200 anggota Banser disiagakan di ruas jalan antar kota, pusat keramaian, dan alun-alun kota. Mereka diperintahkan membubarkan setiap kegiatan HTI yang mengarah pada pendirian negara Islam dan mengancam NKRI.

Kegiatan tersebut juga sudah dikoordinasikan dengan Kepolisian dan TNI setempat agar tak terjadi kerusuhan. Bahkan dalam penghadangan tersebut anggota polisi dan TNI turut mengamankan mereka. "Semua kita koordinasikan dengan aparat," kata Yoyok.

Sementara Ketua Satkorcab Banser Trenggalek Fatkhur Rohman telah meminta Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan aparat untuk menghentikan seluruh kegiatan HTI di Trenggalek yang bersifat makar. Surat itu bahkan sudah disampaikan sebelum diadakannya konvoi hari ini agar tak terjadi keributan. Namun faktanya aktivis HTI tetap ngotot melakukan konvoi.

Tidak ada pernyataan dari pihak HTI atas penghadangan itu. Mereka langsung membubarkan diri setelah sempat bersitegang dengan Banser.

Seorang Gadis Mengamuk Dikelurahan Karena Ingin Menikah

Wengker.com, Ponorogo - Akibat jomblo menahun, seorang gadis di Ponorogo ngamuk di kantor Kelurahan Brotonegaran. Saat itu dia pun sempat memaki wartawan yang sedang meliput aksinya

Adalah Mega Utami (29) warga Kelurahan Brotonegaran, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Saat datang di kantor Kelurahan Brotonegaran, Mega langsung mengamuk. Semua alat tulis kantor dihambur, wanita yang memakai celana bermotif pulkadot tersebut. Aksi banting kursi pun dilakukan. Meja yang berat sempat akan digulingkan.

Beruntung, aksi anarkis Mega bisa dihentikan setelah perangkat Kelurahan memberikan pengertian. "Jadi pertama itu teriak dan langsung mengamuk ke dalam kantor," kata Sugeng Sueng, salah satu perangkat kelurahan.

Sugeng mengatakan, tidak mengetahui secara pasti kenapa Mega mengamuk. Tapi sebelum masuk.ke kantor kelurahan, Mega sempat curhat tentang dirinya yang tak kunjung menikah.

"Usianya sudah 29 tahun. Pengen menikah tapi belum ada jodohnya. Pengen kerja juga tidak bisa kerja. Dia pengen hidup normal tapi tidak bisa," tambahnya.

Sugeng menceritakan, Mega sebenarnya beberapa kali ke kantor kelurahan. Dia mengaku, biasanya Mega hanya teriak-teriak. Kali ini berbeda, ada agenda banting kursi.

Beruntung emosi Mega tidak begitu lama. Karena orang tuanya datang ke kantor desa. Mega langsung tenang saat digendong ayahnya pulang ke rumah.
Sumber beritajatim.com

Kapolres Ponorogo Pastikan Tidak Ada Penculikan Anak Diwilayahnya

Wengker.com, Ponorogo - Kepala Kepolisian Resort (Polres) Ponorogo,  AKBP SuryoSudarmadi, SIK, M.H memastikan, berita penculikan anak dibawah umur yang beredar di media sosial merupakan berita palsu atau HOAX. Setelah diklarifikasi keberapa pihak, pesan berantai melalui Whatsapp tersebut sengaja disebarkan orang tidak bertanggung jawab supaya masyarakat resah dan cemas.

Terbukti kata Kapolres, berita yang beredar di media sosial tentang penculikan itu semuanya palsu atau  penipuan. Polisi di berbagai daerah termasuk Ponorogo  sedang melacak pembuat berita hoax itu.

“Tak terkecuali di Ponorogo, di Ponorogo sendiri tercatat ada dua berita penculikan yang terbukti hoax, pertama yang di sebarkan oleh salah satu member  yang katanya ada penculik di sekitar Sumoroto tapi nyatanya itu hanya hoax belaka,” AKBP Suryo Sudarmadi, SIK, M.H,” kepada Media Online, Rabu (23/3/2017). 

AKBP Suryo Sudarmadi meminta masyarakat, jangan menelan mentah-mentah berita tersebut apalagi langsung di copas dan di sebar oleh situs-situs web di Ponorogo.

"Untuk itu kami memberikan informasi yang akurat yang sesuai dengan keadaan di lapangan. tidak asal copas dari media lain yang isinya tidak semua benar. Bisa di katakan cuma cari untung saja. Masyarakat dihimbau untuk tidak terprovokasi dengan melakukan kekerasan terhadap orang tak dikenal disekitarnya. Tapi tentu diharapkan tetap waspada dari pelaku-pelaku kejahatan kriminalitas,” pungkasnya. (Agus Yoga)
Sumber RRI.CO.ID


Radio Mp3 Fm Ponorogo

Wengker.com, Ponorogo - Bagi para warga Ponorogo dan sekitarnya dimanapun berada, ataupun bagi para pecinta musik dangdut dan campursari dimanapun berada, termasuk yang berada diluar kota, bahkan yang diluar negeri sekalipun, kini telah hadir radio yang online 24 jam nonstop dengan menyajikan musik dangdut dan campursari. Para pendengar bisa mendengarkan melalui komputer ataupun android anda dengan cara mendownload aplikasi radio online, atau bisa dengan aplikasi VLC for Android yang sudah ada di play store, lalu tinggal memasukkan alamat live streaming berikut ini

http://mp3fm.onlivestreaming.net:9797/stream

Dengan begitu anda sudah bisa langsung mendengarkan radio Mp3 Fm dengan mudah,,, selamat mendengarkan.
Untuk dapat mendengarkan radio ini anda harus menginstall flash player klik disini untuk download
Winamp Windows Media Player iTunes basicBerry Real One Android iPhone